alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Harga Bawang Merah di Kota Mojokerto Anjlok Dari Rp 60 Ribu, Kini Rp 32 Ribu

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga bawang merah di Kota Mojokerto anjlok. Dari Rp 60 ribu per kilogram (kg), kini harganya turun tinggal separo. Kondisi ini seiring dengan melimpahnya pasokan.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar kemarin (29/7) menunjukkan, anjloknya harga bawang merah terjadi sejak seminggu terakhir. Penurunan berlangsung secara drastis. ”Langsung Rp 5 ribu (per kg) kalau turun,” ujar Ardian Firmansyah, salah satu pedagang.

Menurutnya, bawang merah menginjak harga tertinggi saat hari raya Idul Adha beberapa minggu lalu. Saat itu, harganya bertengger di kisaran Rp 60 ribu per kg. Setelahnya, bawang merah berangsur turun hingga saat ini tinggal Rp 32-35 ribu per kg.

Baca Juga :  UMM Bentuk Satgas PMK, Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

Sejumlah faktor disebutnya memengaruhi penurunan harga bawang merah. Kondisi pasar yang tengah lesu membuat tingkat permintaan turun. Kebutuhan dapur konsumen memang tak setinggi saat hari raya. Selain itu, peralihan cuara yang mulai memasuki musim kemarau membuat hasil panen bawang merah melimpah. ”Beda pas masih Idul Adha kemarin, sangat susah cari bawang,” katanya.

Saat ini, pasokan bawang merah di pasangan telah melimpah. Kualitasnya pun cukup bagus jika dibandingkan beberapa pekan lalu. Perubahan tersebut terjadi seiring banyaknya petani yang panen. ”Biasanya kita dapat pasokan dari Nganjuk dan Probolinggo. Sekarang barangnya bagus-bagus,” tandas pria 30 tahun tersebut.

Selain bawang merah, sejumlah komoditas bumbu dapur juga terpantau mengalami penurunan. Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di harga Rp 70 ribu per kg kini tinggal Rp 65 ribu per kg. Demikian pula dengan harga cabai merah besar yakni Rp 75 ribu per kg dari sebelumnya Rp 90 ribu per kg. Untuk harga bawang putih stagnan Rp 24 ribu per kg dan tomat Rp 15 ribu per kg. (adi/ron)

Baca Juga :  Niaga Elektronik Ekonomi Digital Bakal Tumbuh Jadi Rp 1.908 Triliun

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga bawang merah di Kota Mojokerto anjlok. Dari Rp 60 ribu per kilogram (kg), kini harganya turun tinggal separo. Kondisi ini seiring dengan melimpahnya pasokan.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar kemarin (29/7) menunjukkan, anjloknya harga bawang merah terjadi sejak seminggu terakhir. Penurunan berlangsung secara drastis. ”Langsung Rp 5 ribu (per kg) kalau turun,” ujar Ardian Firmansyah, salah satu pedagang.

Menurutnya, bawang merah menginjak harga tertinggi saat hari raya Idul Adha beberapa minggu lalu. Saat itu, harganya bertengger di kisaran Rp 60 ribu per kg. Setelahnya, bawang merah berangsur turun hingga saat ini tinggal Rp 32-35 ribu per kg.

Baca Juga :  Pelecehan Istri Kadiv Propam Penyebab Penembakan Anggota Propam

Sejumlah faktor disebutnya memengaruhi penurunan harga bawang merah. Kondisi pasar yang tengah lesu membuat tingkat permintaan turun. Kebutuhan dapur konsumen memang tak setinggi saat hari raya. Selain itu, peralihan cuara yang mulai memasuki musim kemarau membuat hasil panen bawang merah melimpah. ”Beda pas masih Idul Adha kemarin, sangat susah cari bawang,” katanya.

Saat ini, pasokan bawang merah di pasangan telah melimpah. Kualitasnya pun cukup bagus jika dibandingkan beberapa pekan lalu. Perubahan tersebut terjadi seiring banyaknya petani yang panen. ”Biasanya kita dapat pasokan dari Nganjuk dan Probolinggo. Sekarang barangnya bagus-bagus,” tandas pria 30 tahun tersebut.

Selain bawang merah, sejumlah komoditas bumbu dapur juga terpantau mengalami penurunan. Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di harga Rp 70 ribu per kg kini tinggal Rp 65 ribu per kg. Demikian pula dengan harga cabai merah besar yakni Rp 75 ribu per kg dari sebelumnya Rp 90 ribu per kg. Untuk harga bawang putih stagnan Rp 24 ribu per kg dan tomat Rp 15 ribu per kg. (adi/ron)

Baca Juga :  UMM Bentuk Satgas PMK, Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/