alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Wajibkan Pedagang Langsung Menempati

Pasar Rakyat Ketidur Sediakan 104 Los dan Kios

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pedagang Pasar Rakyat Ketidur diwajibkan langsung menempati 104 los dan kios yang resmi dioperasikan Jumat, (1/4). Pemkot juga akan mengambil alih lapak dagang mereka jika kedapatan mengosongkan atau memindahtangankan tempat berjualan ke orang lain.

Kemarin (29/3), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmprindag) Kota Mojokerto melakukan pengundian pembagian los dan kios di Pasar Rakyat Ketidur. Terdapat 104 pedagang yang dinyatakan berhak untuk menempati pasar baru di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon itu.

Kabid Perdagangan Diskopukperindag Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan mengatakan, pedagang yang mendapatkan los dan kios di Pasar Rakyat Ketidur merupakan hasil verifikasi dari pengajuan yang dilayangkan ke Pemkot Mojokerto. Menurutnya, pasar yang tuntas dibangun di akhir 2021 itu hanya diprioritaskan bagi warga yang telah memiliki kegiatan usaha. ’’Ada 104 pedagang yang hari ini (kemarin, Red) kami proses pengundian untuk menempati kios maupun los masing-masing,’’ terangnya, kemarin.

Baca Juga :  Pandemi, Omzet Perajin Rambak Bangsal Terjun Bebas

Ganesh menyatakan, seluruh pedagang langsung diwajibkan membuka kegiatan perdagangan bertepatan dengan peresmian Pasar Rakyat Ketidur, Jumat (1/4). Pihaknya menyebut akan mengambil alih los maupun kios jika ada pedagang yang dengan sengaja mengosongkan tempat berjualan.

Menurutnya, langkah itu sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Mojokerto Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional. Jika kedapatan dua pekan berturut-turut pedagang tak melakukan aktivitas perdagangan, maka hak menempati akan dicabut. ’’Los dan kios bisa kita ambil alih dan kita berikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,’’ tegasnya.

Di samping itu, Diskopukmperindag Kota Mojokerto juga akan melakukan monitoring dan evaluasi rutin setiap pekan untuk memastikan pedagang yang menempati Pasar Rakyat Ketidur benar-benar warga yang lolos verifikasi. Ganesh menyebut, langkah itu sebagai antisipasi praktik pemindahtanganan lapak dan kios tanpa sepengetahuan pemkot. ’’Jadi, warga yang mengajukan surat permohonan itu lah yang memiliki hak untuk mengelola,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Sulap Perca Jadi Suvenir Berharga

Dia menambahkan, untuk sementara, masing-masing pedagang juga belum dibebankan retribusi. Sebab, pasar prototype tipe D yang dibangun dari dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) senilai Rp 3 miliar tahun 2021 itu belum diserahterimakan ke Pemkot Mojokerto. ’’Sehingga sementara waktu ini pedagang belum bisa kita pungut, tapi dari Kemendag sudah diperbolehkan pasar untuk difungsikan,’’ papar Ganesh. (ram/abi)

Pasar Rakyat Ketidur Sediakan 104 Los dan Kios

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pedagang Pasar Rakyat Ketidur diwajibkan langsung menempati 104 los dan kios yang resmi dioperasikan Jumat, (1/4). Pemkot juga akan mengambil alih lapak dagang mereka jika kedapatan mengosongkan atau memindahtangankan tempat berjualan ke orang lain.

Kemarin (29/3), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmprindag) Kota Mojokerto melakukan pengundian pembagian los dan kios di Pasar Rakyat Ketidur. Terdapat 104 pedagang yang dinyatakan berhak untuk menempati pasar baru di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon itu.

Kabid Perdagangan Diskopukperindag Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan mengatakan, pedagang yang mendapatkan los dan kios di Pasar Rakyat Ketidur merupakan hasil verifikasi dari pengajuan yang dilayangkan ke Pemkot Mojokerto. Menurutnya, pasar yang tuntas dibangun di akhir 2021 itu hanya diprioritaskan bagi warga yang telah memiliki kegiatan usaha. ’’Ada 104 pedagang yang hari ini (kemarin, Red) kami proses pengundian untuk menempati kios maupun los masing-masing,’’ terangnya, kemarin.

Baca Juga :  Petani Cabai Menjerit

Ganesh menyatakan, seluruh pedagang langsung diwajibkan membuka kegiatan perdagangan bertepatan dengan peresmian Pasar Rakyat Ketidur, Jumat (1/4). Pihaknya menyebut akan mengambil alih los maupun kios jika ada pedagang yang dengan sengaja mengosongkan tempat berjualan.

Menurutnya, langkah itu sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Mojokerto Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional. Jika kedapatan dua pekan berturut-turut pedagang tak melakukan aktivitas perdagangan, maka hak menempati akan dicabut. ’’Los dan kios bisa kita ambil alih dan kita berikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Di samping itu, Diskopukmperindag Kota Mojokerto juga akan melakukan monitoring dan evaluasi rutin setiap pekan untuk memastikan pedagang yang menempati Pasar Rakyat Ketidur benar-benar warga yang lolos verifikasi. Ganesh menyebut, langkah itu sebagai antisipasi praktik pemindahtanganan lapak dan kios tanpa sepengetahuan pemkot. ’’Jadi, warga yang mengajukan surat permohonan itu lah yang memiliki hak untuk mengelola,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Peternak Sapi Perah Lebih Waspada

Dia menambahkan, untuk sementara, masing-masing pedagang juga belum dibebankan retribusi. Sebab, pasar prototype tipe D yang dibangun dari dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) senilai Rp 3 miliar tahun 2021 itu belum diserahterimakan ke Pemkot Mojokerto. ’’Sehingga sementara waktu ini pedagang belum bisa kita pungut, tapi dari Kemendag sudah diperbolehkan pasar untuk difungsikan,’’ papar Ganesh. (ram/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/