alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Harga Telur Mulai Merangkak Naik

Permintaan Pasar dan Harga Pakan Ikut Melambung

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga telur ayam di tingkat peternak, mulai merangkak naik. Semula, per kilogram (kg) telur hanya Rp 21 ribu, kini naik menjadi Rp 22.500 per kg. Sementara, di pedagang eceran, harganya bisa tembus Rp 24 ribu-Rp 26 ribu per kg.

Kenaikan ini terjadi sejak beberapa hari terakhir jelang Ramadan. ”Dari dulu, setiap mau puasa, harganya mesti naik,” ujar Anam Fauzi, salah satu peternak ayam petelur di Dusun Bungkem, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tak lepas dari meningkatnya permintaan pasar. Utamanya, pada momen jelang maupun setelah Ramadan. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar berbagai kegiatan. ”Kalau jelang puasa kayak gini kan banyak yang megengan. Jadi kebutuhan telur meningkat. Kemungkinan nanti waktu besaran (lebaran ketupat) bisa naik lagi. Karena tahun-tahun sebelumnya juga begitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sisihkan Separo THR, BNI Beri Bantuan Terdampak Covid-19

Dengan melonjaknya permintaan, membuatnya keteteran. Karena, dalam sehari, Anam harus memasok 2 ton telur ke salah satu agen telur di wilayah Gresik. ”Dari 2000 ekor ayam ini, produksinya sehari satu kuintal. Jadi kita juga gandeng peternak lain seperti dari wilayah Kemlagi dan Gondang buat penuhi permintaan itu,” urainya.

Permintaan dari agen tersebut melonjak dua hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa. Selain itu, faktor lainnya adalah turut merangkak naiknya harga pakan jadi ayam petelur.

Sejak dua pekan lalu, harga pakan kemasan 50 kg yang sebelumnya seharga Rp 330 ribu, kini dibanderol Rp 345 ribu. ”Harga pakan jadi, juga begitu. Ikut naik setiap bulan puasa. Biasanya sebelum lebaran kita nandon sekitar empat kuintal. Prediksinya setiap setelah lebaran naik lagi,” sebutnya.

Baca Juga :  Kendalikan Omicron, Pemerintah Perpanjang PPKM

Untuk mensiasati kenaikan harga pakan, para peternak kerap mengoplos dengan bahan lain. Seperti bekatul, jagung, kangkung, hingga vitamin khusus ayam petelur. ”Sehari, biasanya habis 60 kg. Itu kita campur sama bahan lainnya itu biar nggak rugi,” bebernya. (vad/ron)

Permintaan Pasar dan Harga Pakan Ikut Melambung

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga telur ayam di tingkat peternak, mulai merangkak naik. Semula, per kilogram (kg) telur hanya Rp 21 ribu, kini naik menjadi Rp 22.500 per kg. Sementara, di pedagang eceran, harganya bisa tembus Rp 24 ribu-Rp 26 ribu per kg.

Kenaikan ini terjadi sejak beberapa hari terakhir jelang Ramadan. ”Dari dulu, setiap mau puasa, harganya mesti naik,” ujar Anam Fauzi, salah satu peternak ayam petelur di Dusun Bungkem, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tak lepas dari meningkatnya permintaan pasar. Utamanya, pada momen jelang maupun setelah Ramadan. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar berbagai kegiatan. ”Kalau jelang puasa kayak gini kan banyak yang megengan. Jadi kebutuhan telur meningkat. Kemungkinan nanti waktu besaran (lebaran ketupat) bisa naik lagi. Karena tahun-tahun sebelumnya juga begitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Santer Isu Garam Dioplos Kristal Kaca, Disperindag Sita Garam Mencurigakan

Dengan melonjaknya permintaan, membuatnya keteteran. Karena, dalam sehari, Anam harus memasok 2 ton telur ke salah satu agen telur di wilayah Gresik. ”Dari 2000 ekor ayam ini, produksinya sehari satu kuintal. Jadi kita juga gandeng peternak lain seperti dari wilayah Kemlagi dan Gondang buat penuhi permintaan itu,” urainya.

Permintaan dari agen tersebut melonjak dua hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa. Selain itu, faktor lainnya adalah turut merangkak naiknya harga pakan jadi ayam petelur.

- Advertisement -

Sejak dua pekan lalu, harga pakan kemasan 50 kg yang sebelumnya seharga Rp 330 ribu, kini dibanderol Rp 345 ribu. ”Harga pakan jadi, juga begitu. Ikut naik setiap bulan puasa. Biasanya sebelum lebaran kita nandon sekitar empat kuintal. Prediksinya setiap setelah lebaran naik lagi,” sebutnya.

Baca Juga :  Niaga Elektronik Ekonomi Digital Bakal Tumbuh Jadi Rp 1.908 Triliun

Untuk mensiasati kenaikan harga pakan, para peternak kerap mengoplos dengan bahan lain. Seperti bekatul, jagung, kangkung, hingga vitamin khusus ayam petelur. ”Sehari, biasanya habis 60 kg. Itu kita campur sama bahan lainnya itu biar nggak rugi,” bebernya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/