alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Waspadai Pedagang Curang, Timbangan Ditera Ulang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan pedagang emas dan jasa ekspedisi mengikuti sidang tera di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (28/10). Tera ulang yang digelar Dinas Koperasi usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukpmerindag) Kota Mojokerto itu dilakukan untuk perbaikan alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP).

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya mengungkapkan, tera ulang alat timbangan tersebut dilakukan untuk melindungi konsumen kecil saat bertransaksi jual beli. Sidang tera dilaksanakan langsung Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional II (BSML) Regional II Yogyakarta. ”Sidang tera ini dilakukan sebagai upaya perlindungan konsumen agar tidak terjadi kecurangan dalam transaksi jual beli,” tandasnya kemarin.

Baca Juga :  Pemkot Beri Batas Waktu Seminggu

Disebutkannya, sidang tera menyasar UTTP dari pedagang emas dan ekspedisi di Kota Mojokerto. Mengacu Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 76 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pelayanan Tera Dan Tera Ulang Serta Pemungutan Retribusi Pelayanan Tera Dan Tera Ulang, agenda tersebut dilakukan secara rutin minimal setahun sekali.

Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebut, sebelum tera ulang, alat timbangan konvensional maupun digital juga dilakukan pengecekan kondisi. Jika mengalami rusak berat, maka UTTP tidak diizinkan untuk digunakan pedagang yang ditandai dengan tanda khusus. ”Kalau timbangan ada tanda batal berlogo segitiga, timbangan tersebut tidak bisa digunakan lagi. Artinya barang itu tidak bisa digunakan,” bebernya.

Baca Juga :  Harga Cabai di Tingkat Petani Anjlok

Hingga siang kemarin, diskouperindag belum mendata jumlah UTTP yang menjalani sidang tera dan jumlah alat yang diketahui rusak. Namun, Ani mengancam bakal mengambil tindakan tegas jika pedagang masih tetap menggunakan timbangan yang sudah diberi tanda khusus. ”Kalau logo itu dilepas (pedagang) akan terkena denda,” sebutnya. (ram/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan pedagang emas dan jasa ekspedisi mengikuti sidang tera di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (28/10). Tera ulang yang digelar Dinas Koperasi usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukpmerindag) Kota Mojokerto itu dilakukan untuk perbaikan alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP).

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya mengungkapkan, tera ulang alat timbangan tersebut dilakukan untuk melindungi konsumen kecil saat bertransaksi jual beli. Sidang tera dilaksanakan langsung Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional II (BSML) Regional II Yogyakarta. ”Sidang tera ini dilakukan sebagai upaya perlindungan konsumen agar tidak terjadi kecurangan dalam transaksi jual beli,” tandasnya kemarin.

Baca Juga :  Pemkot Beri Batas Waktu Seminggu

Disebutkannya, sidang tera menyasar UTTP dari pedagang emas dan ekspedisi di Kota Mojokerto. Mengacu Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 76 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pelayanan Tera Dan Tera Ulang Serta Pemungutan Retribusi Pelayanan Tera Dan Tera Ulang, agenda tersebut dilakukan secara rutin minimal setahun sekali.

Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebut, sebelum tera ulang, alat timbangan konvensional maupun digital juga dilakukan pengecekan kondisi. Jika mengalami rusak berat, maka UTTP tidak diizinkan untuk digunakan pedagang yang ditandai dengan tanda khusus. ”Kalau timbangan ada tanda batal berlogo segitiga, timbangan tersebut tidak bisa digunakan lagi. Artinya barang itu tidak bisa digunakan,” bebernya.

Baca Juga :  Digemari Kalangan Artis, Dikagumi Pasar Mancanegara

Hingga siang kemarin, diskouperindag belum mendata jumlah UTTP yang menjalani sidang tera dan jumlah alat yang diketahui rusak. Namun, Ani mengancam bakal mengambil tindakan tegas jika pedagang masih tetap menggunakan timbangan yang sudah diberi tanda khusus. ”Kalau logo itu dilepas (pedagang) akan terkena denda,” sebutnya. (ram/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/