alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Sidak Cukai Rokok Ilegal Nihil Temuan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Operasi barang kena cukai ilegal, yang digelar Kantor Wilayah Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo dan Pemkot Mojokerto nihil temuan pelanggaran, Rabu (27/10). Sidak menyasar wilayah Pasar Tradisional Tanjung Anyar bagian selatan-timur, yakni di Jalan K.H Nawawi.

Wali Kota didampingi Kajari Kota Mojokerto Agustinus Heri M, Dandim 0815 CPYJ diwakilkan Pasilog. Pemkot Mojokerto tak serta merta menjadikan hasil kegiatan yang dibagi menjadi dua tim ini menjadi tolak ukur kesadaran masyarakat terkait pentingnya cukai legal pada kemasan rokok sudah tinggi. ’’Alhamdulilah dari beberapa took dengan menjual ratusan merek luar biasa variannya sejauh ini berpita cukai legal semua. Tapi hasil temuan sekarang tentu tidak bias jadi tolak ukur indakator kesadaran masyarakat,’’ kata Wali Kota selepas sidak.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut NingIta, masih ada peredaran rokok dengan sejumlah pelanggaran di tengah-tengah masyarakat. Meski adanya kemungkinan itu, pihaknya sudah melakukan pembentukan tim pengawasan yang terbentuk dari segala unsur. Mulai dari Pemda, lintas Forkopimda Kota Mojokerto, dan Kantor Pengawasandan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo. Bahkan, sosialisasi pita cukai juga sudah dilakukan sejak di tingkat terbawah mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), perlindungan masyarakat (Linmas), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto. ’’Tapi di sini pasar resmi ya, sejauh ini masih legal. Namun, bias jadi peredaran itu perlu kita cari ke area-area lain yang memungkinkan. Untuk antisipasi, ada tim yang terbentuk dari segala unsur. Dan akan melakukan sosialisasi secara masif ke masyarakat. Mulai dari Linmas, RT, RW,  sampai ASN dibekali informasi pita cukai legal seperti apa,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Pasalnya, semakin meningkat kesadaran masyarakat terkait cukai legal di kemasan rokok. Maka, pengawasan peredaran rokok di Kota Mojokerto semakin kuat. Sehingga, masyarakat akan tertib menggunakan atau mengkonsumsi rokok legal. Sebab, penggunaan rokok cukai legal selama ini memberikan kontribusi besar untuk Negara termasuk Kota Mojokerto. Dimana, universal healthcare is it right di Kota Mojokerto hampir 100 persen di danai dari bagi hasil cukai rokok. ’’Kami berharap tentu bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto sekitar untuk mengkonsumsi cukai legal atau merek legal. Rokok legal kontribusi besar untuk Negara dan dikembalikan lagi ke masyarakat. Termasuk universal healthcare is it right di Kota Mojokerto dari bagi hasil cukai ini,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Tahun 2024 Akan Diusulkan ke Unesco

Terpisah, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo Pancoro Agung menambahkan ada empat ciri rokok ilegal yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Sebab, jika diketahui menjual, menguasai, memproduksi maka akan dikenakan tindak pidana. ’’Diantaranya rokok dengan pita cukai bekas, rokok tanpa pita cukai (polos), rokok dengan pita cukai palsu, dan rokok dengan pita cukai yang berbeda,’’ ujar Pancoro. (bas/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Operasi barang kena cukai ilegal, yang digelar Kantor Wilayah Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo dan Pemkot Mojokerto nihil temuan pelanggaran, Rabu (27/10). Sidak menyasar wilayah Pasar Tradisional Tanjung Anyar bagian selatan-timur, yakni di Jalan K.H Nawawi.

Wali Kota didampingi Kajari Kota Mojokerto Agustinus Heri M, Dandim 0815 CPYJ diwakilkan Pasilog. Pemkot Mojokerto tak serta merta menjadikan hasil kegiatan yang dibagi menjadi dua tim ini menjadi tolak ukur kesadaran masyarakat terkait pentingnya cukai legal pada kemasan rokok sudah tinggi. ’’Alhamdulilah dari beberapa took dengan menjual ratusan merek luar biasa variannya sejauh ini berpita cukai legal semua. Tapi hasil temuan sekarang tentu tidak bias jadi tolak ukur indakator kesadaran masyarakat,’’ kata Wali Kota selepas sidak.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut NingIta, masih ada peredaran rokok dengan sejumlah pelanggaran di tengah-tengah masyarakat. Meski adanya kemungkinan itu, pihaknya sudah melakukan pembentukan tim pengawasan yang terbentuk dari segala unsur. Mulai dari Pemda, lintas Forkopimda Kota Mojokerto, dan Kantor Pengawasandan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo. Bahkan, sosialisasi pita cukai juga sudah dilakukan sejak di tingkat terbawah mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), perlindungan masyarakat (Linmas), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto. ’’Tapi di sini pasar resmi ya, sejauh ini masih legal. Namun, bias jadi peredaran itu perlu kita cari ke area-area lain yang memungkinkan. Untuk antisipasi, ada tim yang terbentuk dari segala unsur. Dan akan melakukan sosialisasi secara masif ke masyarakat. Mulai dari Linmas, RT, RW,  sampai ASN dibekali informasi pita cukai legal seperti apa,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Gelar Operasi Bersama Berantas Barang Kena Cukai Ilegal

Pasalnya, semakin meningkat kesadaran masyarakat terkait cukai legal di kemasan rokok. Maka, pengawasan peredaran rokok di Kota Mojokerto semakin kuat. Sehingga, masyarakat akan tertib menggunakan atau mengkonsumsi rokok legal. Sebab, penggunaan rokok cukai legal selama ini memberikan kontribusi besar untuk Negara termasuk Kota Mojokerto. Dimana, universal healthcare is it right di Kota Mojokerto hampir 100 persen di danai dari bagi hasil cukai rokok. ’’Kami berharap tentu bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto sekitar untuk mengkonsumsi cukai legal atau merek legal. Rokok legal kontribusi besar untuk Negara dan dikembalikan lagi ke masyarakat. Termasuk universal healthcare is it right di Kota Mojokerto dari bagi hasil cukai ini,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kendalikan Omicron, Pemerintah Perpanjang PPKM

Terpisah, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo Pancoro Agung menambahkan ada empat ciri rokok ilegal yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Sebab, jika diketahui menjual, menguasai, memproduksi maka akan dikenakan tindak pidana. ’’Diantaranya rokok dengan pita cukai bekas, rokok tanpa pita cukai (polos), rokok dengan pita cukai palsu, dan rokok dengan pita cukai yang berbeda,’’ ujar Pancoro. (bas/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/