alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Supermarket Kehabisan Stok Migor

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi panic buying terhadap penjualan minyak goreng (migor) Rp 14 ribu per liter terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan modern di Kota Mojokerto. Serbuan pembeli mengakibatkan stok di swalayan maupun ritel yang telah menerapkan satu harga mulai menipis. Bahkan, ada yang kehabisan stok.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di salah satu supermarket terbesar di Kota Mojokerto, Jumat (21/1) sore, di etalase yang menjual migor program pemerintah tampak kosong. Hanya tersisa migor kemasan dengan harga normal yang masih terpajang.

Sejumlah pengunjung pun terlihat kecele. Di antaranya dialami Nur, warga Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dia kecewa karena keinginannya berbelanja migor murah tidak terealisasi. Sebab, rak migor kemasan dengan banderol Rp 14 ribu per liter tidak tersedia. ’’Kosong semua,’’ terangnya kemarin.

Nur mengaku sudah berupaya mendatangi sejumlah minimarket. Namun, hasilnya juga nihil. Karena toko modern yang dikunjunginya juga kekosongan stok. ’’Sama, di Brangkal juga nggak ada,’’ keluhnya.

Dikonfrmasi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan, memang terjadi peningkatan pembelian migor yang signifikan sejak penerapan satu harga Rp 14 ribu per liter mulai Rabu (19/1).

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Korupsi Guna Ciptakan Ekosistem Bisnis yang Bersih

Sedangkan di pekan pertama ini, pusat perbelanjaan modern yang menyediakan harga khusus tersebut masih terbatas. Yakni hanya di toko-toko modern di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). ’’Kenapa kok habis? Karena orang-orang kan masih sedang euforia satu harga Rp 14 ribu. Sehingga informasi dari teman-teman memang ada punic buying,’’ ulasnya.

Meskipun, kata dia, masing-masing pengelola telah mengantisipasi dengan memberlakukan pembatasan pembelian maksimal satu kemasan 2 liter per orang. Namun, upaya tersebut rupanya belum mampu membendung tingginya animo masyarakat untuk berburu migor murah. ’’Karena ada yang dari parkiran yang balik lagi dan beli lagi. Makanya sejak awal kami imbau masyarakat untuk beli secukupnya saja,’’ tandasnya.

Di samping itu, menipisnya ketersediaan juga disebabkan terkait distribusi. Sebab, kata Ani, masing-masing pusat perbelanjaan modern telah memiliki jadwal pengiriman barang masing-masing. ’’Jadi, misalnya store A ini habis, ya sudah dia harus nunggu restock berikutnya,’’ kata Ani.

Baca Juga :  Sehari, 625 Karton Migor Habis

Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebutkan, fenomena panic buying diprediksi akan kembali normal mulai pekan depan. Itu seiring akan meratanya pusat perbelanjaan yang akan menyediakan migor dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Pasalnya, Pemkot Mojokerto memberi batas waktu selama sepekan terhitung sejak diberlakukannya kebijakan satu harga migor. Sehingga, toko modern dan swalayan diberi deadline hingga 25 Januari untuk menjual migor sesuai dengan ketentuan pemerintah. ’’Karena masih dalam masa penyesuaian harga. Tapi dalam seminggu ini semua diusahakan segera diganti menjadi Rp 14 ribu per liter,’’ tegasnya.

Di samping itu, Diskopukmperindag juga telah menerjunkan tim satgas perdagangan untuk menyosialisai toko modern yang belum memberlakukan satu harga untuk segera melakukan penyesuaian. Sementara pusat perbelanjaan yang sudah menerapkan harga migor Rp 14 ribu per liter juga diminta melaporkan ketersediaan setiap hari. ’’Masing-masing manajer store-nya kita minta update stok setiap hari melalui WA (WhatsApp) grup. Supaya masyarakat tahu toko yang masih tersedia di mana saja,’’ pungkas Ani. (ram/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi panic buying terhadap penjualan minyak goreng (migor) Rp 14 ribu per liter terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan modern di Kota Mojokerto. Serbuan pembeli mengakibatkan stok di swalayan maupun ritel yang telah menerapkan satu harga mulai menipis. Bahkan, ada yang kehabisan stok.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di salah satu supermarket terbesar di Kota Mojokerto, Jumat (21/1) sore, di etalase yang menjual migor program pemerintah tampak kosong. Hanya tersisa migor kemasan dengan harga normal yang masih terpajang.

Sejumlah pengunjung pun terlihat kecele. Di antaranya dialami Nur, warga Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dia kecewa karena keinginannya berbelanja migor murah tidak terealisasi. Sebab, rak migor kemasan dengan banderol Rp 14 ribu per liter tidak tersedia. ’’Kosong semua,’’ terangnya kemarin.

Nur mengaku sudah berupaya mendatangi sejumlah minimarket. Namun, hasilnya juga nihil. Karena toko modern yang dikunjunginya juga kekosongan stok. ’’Sama, di Brangkal juga nggak ada,’’ keluhnya.

Dikonfrmasi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan, memang terjadi peningkatan pembelian migor yang signifikan sejak penerapan satu harga Rp 14 ribu per liter mulai Rabu (19/1).

Baca Juga :  Sisihkan Separo THR, BNI Beri Bantuan Terdampak Covid-19

Sedangkan di pekan pertama ini, pusat perbelanjaan modern yang menyediakan harga khusus tersebut masih terbatas. Yakni hanya di toko-toko modern di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). ’’Kenapa kok habis? Karena orang-orang kan masih sedang euforia satu harga Rp 14 ribu. Sehingga informasi dari teman-teman memang ada punic buying,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Meskipun, kata dia, masing-masing pengelola telah mengantisipasi dengan memberlakukan pembatasan pembelian maksimal satu kemasan 2 liter per orang. Namun, upaya tersebut rupanya belum mampu membendung tingginya animo masyarakat untuk berburu migor murah. ’’Karena ada yang dari parkiran yang balik lagi dan beli lagi. Makanya sejak awal kami imbau masyarakat untuk beli secukupnya saja,’’ tandasnya.

Di samping itu, menipisnya ketersediaan juga disebabkan terkait distribusi. Sebab, kata Ani, masing-masing pusat perbelanjaan modern telah memiliki jadwal pengiriman barang masing-masing. ’’Jadi, misalnya store A ini habis, ya sudah dia harus nunggu restock berikutnya,’’ kata Ani.

Baca Juga :  Rakor Migor Sumut, Mendag Lutfi Minta Pelaku Penimbunan Ditindak Tegas

Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebutkan, fenomena panic buying diprediksi akan kembali normal mulai pekan depan. Itu seiring akan meratanya pusat perbelanjaan yang akan menyediakan migor dengan harga Rp 14 ribu per liter.

Pasalnya, Pemkot Mojokerto memberi batas waktu selama sepekan terhitung sejak diberlakukannya kebijakan satu harga migor. Sehingga, toko modern dan swalayan diberi deadline hingga 25 Januari untuk menjual migor sesuai dengan ketentuan pemerintah. ’’Karena masih dalam masa penyesuaian harga. Tapi dalam seminggu ini semua diusahakan segera diganti menjadi Rp 14 ribu per liter,’’ tegasnya.

Di samping itu, Diskopukmperindag juga telah menerjunkan tim satgas perdagangan untuk menyosialisai toko modern yang belum memberlakukan satu harga untuk segera melakukan penyesuaian. Sementara pusat perbelanjaan yang sudah menerapkan harga migor Rp 14 ribu per liter juga diminta melaporkan ketersediaan setiap hari. ’’Masing-masing manajer store-nya kita minta update stok setiap hari melalui WA (WhatsApp) grup. Supaya masyarakat tahu toko yang masih tersedia di mana saja,’’ pungkas Ani. (ram/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Warga Segel Pondok Bersalin

Wanita Harus Berani Speak Up

Lima Pelaku Anak Alami Trauma Berat

Artikel Terbaru


/