alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Cabai Dijual Separo Harga

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok jelang Natal dan tahun baru (Nataru) mendapat perhatian pemerintah setempat. Pemkab Mojokerto menggelar pasar murah di beberapa lokasi. Salah satunya cabai yang dijual separo harga dari pasaran.

’’Pasar murah yang digelar ini saya kira merupakan salah satu upaya kita untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok jelang Nataru,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin.

Menurutnya, dinas terkait memang harus bekerja cepat dan tepat dalam merespons melambungnya harga yang terjadi saat ini. Harga cabai rawit misalnya. Dengan minimnya pasokan, berdampak pada harga komoditas bumbu dapur tersebut di pasaran. Bahkan, harganya terus melambung hingga mencapai Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram.

’’Sehingga kami pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pasar murah ini. Cabai rawit kita jual separo harga, yakni Rp 50 ribu per kilogram,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Permintaan Sembako Meningkat, Harga di Pasar Tradisional Melonjak

Tak hanya cabai rawit. Pasar murah yang digelar disperindag ini juga menjual telur Rp 21 ribu dari harga pasar Rp 24,3 ribu per kilogram, bawang merah Rp 18 ribu dari Rp 22 ribu per kilogram, gula pasir Rp 10 ribu dari Rp 12 ribu per kilogram, beras Rp 42,5 ribu per lima kilogram, serta minyak goreng kemasan botol Rp 17,5 ribu dari Rp 18,8 ribu per liter. ’’Setidaknya dengan harga lebih murah ini, sedikit banyak untuk meringankan masyarakat di masa sulit di tengah pandemi Covid-19 saat ini,’’ jelas Ikfina.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah menambahkan, pasar murah ini merespons kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok jelang Nataru. Pelaksanaannya dimulai sejak Jumat (17/12) di Pusat Oleh-Oleh Jotangan, Kecamatan Mojosari. Berlanjut Sabtu (18/12) di  Pasar Rakyat Trowulan dan hari ini (21/12), di Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg. Hari terakhir, Rabu (22/12), di Pasar Pasar Tangunan, Kecamatan Puri. ’’Tujuannya, salah satunya memang untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang mulai naik jelang Nataru,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Segera Bangun Pasar Tematik

Tak sekadar itu, OP yang digelar selama empat hari di empat pasar ini sekaligus sebagai upaya mengoptimalkan sejumlah pasar milik pemerintah yang belum optimal. Seperti halnya Pasar Rakyat Trowulan. Proyek yang menelan Rp 3,2 miliar bersumber dari dana tugas perbantuan (TP) tahun 2019 Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mangkrak. Termasuk Pasar Tangunan, Kecamatan Puri, Pusat Oleh-Oleh Jotangan, Kecamatan Mojosari, serta Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg.

’’Jadi kenapa lokasi-lokasi empat pasar ini kita pilih. Itu untuk salah satu daya tarik agar pasar yang selama ini belum optimal, setidaknya mulai dikenal dan didatangai masyarakat,’’ tegasnya. (ori/abi)

 

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok jelang Natal dan tahun baru (Nataru) mendapat perhatian pemerintah setempat. Pemkab Mojokerto menggelar pasar murah di beberapa lokasi. Salah satunya cabai yang dijual separo harga dari pasaran.

’’Pasar murah yang digelar ini saya kira merupakan salah satu upaya kita untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok jelang Nataru,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin.

Menurutnya, dinas terkait memang harus bekerja cepat dan tepat dalam merespons melambungnya harga yang terjadi saat ini. Harga cabai rawit misalnya. Dengan minimnya pasokan, berdampak pada harga komoditas bumbu dapur tersebut di pasaran. Bahkan, harganya terus melambung hingga mencapai Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram.

’’Sehingga kami pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pasar murah ini. Cabai rawit kita jual separo harga, yakni Rp 50 ribu per kilogram,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Permintaan Sembako Meningkat, Harga di Pasar Tradisional Melonjak

Tak hanya cabai rawit. Pasar murah yang digelar disperindag ini juga menjual telur Rp 21 ribu dari harga pasar Rp 24,3 ribu per kilogram, bawang merah Rp 18 ribu dari Rp 22 ribu per kilogram, gula pasir Rp 10 ribu dari Rp 12 ribu per kilogram, beras Rp 42,5 ribu per lima kilogram, serta minyak goreng kemasan botol Rp 17,5 ribu dari Rp 18,8 ribu per liter. ’’Setidaknya dengan harga lebih murah ini, sedikit banyak untuk meringankan masyarakat di masa sulit di tengah pandemi Covid-19 saat ini,’’ jelas Ikfina.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah menambahkan, pasar murah ini merespons kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok jelang Nataru. Pelaksanaannya dimulai sejak Jumat (17/12) di Pusat Oleh-Oleh Jotangan, Kecamatan Mojosari. Berlanjut Sabtu (18/12) di  Pasar Rakyat Trowulan dan hari ini (21/12), di Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg. Hari terakhir, Rabu (22/12), di Pasar Pasar Tangunan, Kecamatan Puri. ’’Tujuannya, salah satunya memang untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang mulai naik jelang Nataru,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Antisipasi Terorisme, Anjing K-9 Endus Kendaraan
- Advertisement -

Tak sekadar itu, OP yang digelar selama empat hari di empat pasar ini sekaligus sebagai upaya mengoptimalkan sejumlah pasar milik pemerintah yang belum optimal. Seperti halnya Pasar Rakyat Trowulan. Proyek yang menelan Rp 3,2 miliar bersumber dari dana tugas perbantuan (TP) tahun 2019 Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mangkrak. Termasuk Pasar Tangunan, Kecamatan Puri, Pusat Oleh-Oleh Jotangan, Kecamatan Mojosari, serta Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg.

’’Jadi kenapa lokasi-lokasi empat pasar ini kita pilih. Itu untuk salah satu daya tarik agar pasar yang selama ini belum optimal, setidaknya mulai dikenal dan didatangai masyarakat,’’ tegasnya. (ori/abi)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Staycation di Hotel

Gedung Dewan Kota Digelontor Rp 22 Miliar

Korban Hanya Ngopi, Tanpa Beli Berkarcis

Artikel Terbaru


/