alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Harga Migor Mulai Turun Tipis

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah digelar operasi pasar, harga minyak goreng (migor) di Kota Mojokerto perlahan turun. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pemkot kembali berancang-ancang menyiapkan pasar murah untuk terus menekan harga di pasaran.

Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan mengungkapkan, pasca operasi pasar yang digelar akhir pekan lalu, harga migor perlahan menunjukkan penurunan. Meski selisihnya masih belum signifikan. ”Masih belum pulih atau normal,” terangnya kemarin.

Diskopukmperindag mencatat, per Senin (17/1), harga rata-rata migor curah di pasar tradisional Kota Mojokerto sudah menyentuh Rp 19 ribu per liter. Harga tersebut terpaut lebih murah Rp 1.000 dibanding sebelum digelar operasi pasar yang masih bertengger Rp 20 ribu per liter.

Baca Juga :  Harga Migor Belum Normal

Demikian dengan migor kemasan 2 liter yang sebelumnya berada kisaran Rp 41 ribu, kini juga berangsur turun menjadi Rp 38 ribu. Ganesh memaparkan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan fluktuasi harga di pasar setiap hari. ”Karena kita juga antisipasi jika kembali terjadi lonjakan,” sebutnya

Karena itu, Diskopukmperindag juga berancang-ancang menggelar operasi pasar jika harga migor kembali mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, pelaksanaannya bakal digelar secara mandiri.

Sebab, kata Ganesh, kuota yang diberikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebanyak 12 ribu liter telah ludes diburu masyarakat dalam operasi pasar pada 13-15 Januari lalu. Dan, hingga kemarin pihaknya juga belum mendapat kabar atas jatah dropping migor dengan benderol harga subsidi Rp 14 ribu per liter itu. ”Kita tidak bisa memastikan, karena tergantung dari pusat,” ulasnya.

Baca Juga :  Agen-Pengecer Cemas

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Bulog Cabang Surabaya Selatan maupun penyedia toko di Kota Mojokerto untuk menyiapkan operasi pasar. Termasuk juga dengan menggandeng minimarket maupun supermarket yang menjual migor di bawah harga pasar. ”Biasanya pasar-pasar modern kan ada promo minyak. Jadi, nanti bisa kita ajak bekerja sama untuk dijual ke masyarakat dengan harga khusus (lebih murah),” tandasnya. (ram/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah digelar operasi pasar, harga minyak goreng (migor) di Kota Mojokerto perlahan turun. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pemkot kembali berancang-ancang menyiapkan pasar murah untuk terus menekan harga di pasaran.

Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan mengungkapkan, pasca operasi pasar yang digelar akhir pekan lalu, harga migor perlahan menunjukkan penurunan. Meski selisihnya masih belum signifikan. ”Masih belum pulih atau normal,” terangnya kemarin.

Diskopukmperindag mencatat, per Senin (17/1), harga rata-rata migor curah di pasar tradisional Kota Mojokerto sudah menyentuh Rp 19 ribu per liter. Harga tersebut terpaut lebih murah Rp 1.000 dibanding sebelum digelar operasi pasar yang masih bertengger Rp 20 ribu per liter.

Baca Juga :  Pemerintah Terus Mendorong Operasi Pasar

Demikian dengan migor kemasan 2 liter yang sebelumnya berada kisaran Rp 41 ribu, kini juga berangsur turun menjadi Rp 38 ribu. Ganesh memaparkan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan fluktuasi harga di pasar setiap hari. ”Karena kita juga antisipasi jika kembali terjadi lonjakan,” sebutnya

Karena itu, Diskopukmperindag juga berancang-ancang menggelar operasi pasar jika harga migor kembali mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, pelaksanaannya bakal digelar secara mandiri.

Sebab, kata Ganesh, kuota yang diberikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebanyak 12 ribu liter telah ludes diburu masyarakat dalam operasi pasar pada 13-15 Januari lalu. Dan, hingga kemarin pihaknya juga belum mendapat kabar atas jatah dropping migor dengan benderol harga subsidi Rp 14 ribu per liter itu. ”Kita tidak bisa memastikan, karena tergantung dari pusat,” ulasnya.

Baca Juga :  Bantal Top Pillow, Bertahan di Tengah Pandemi
- Advertisement -

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Bulog Cabang Surabaya Selatan maupun penyedia toko di Kota Mojokerto untuk menyiapkan operasi pasar. Termasuk juga dengan menggandeng minimarket maupun supermarket yang menjual migor di bawah harga pasar. ”Biasanya pasar-pasar modern kan ada promo minyak. Jadi, nanti bisa kita ajak bekerja sama untuk dijual ke masyarakat dengan harga khusus (lebih murah),” tandasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/