alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Seribu Dapat Tiga Biji Cabai, Sekilo Rp 100 Ribu

Diprediksi sampai Idul Adha
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran hingga menyentuh kisaran Rp 100 ribu per kilogram (kg) telah bertahan selama seminggu terkahir. Konsumen pun terpaksa membeli kebutuhan dapur itu secara eceran, yakni Rp 1 ribu untuk tiga biji. Tingginya harga cabai diprediksi berlangsung sampai Idul Adha.

Di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, menunjukkan cabai masih menjadi komoditas bumbu dapur paling mahal, kemarin (17/6). Harganya tembus Rp 100 ribu per kg. ’’Sudah seminggu stagnan segitu,’’ kata Ardian Firmansyah, salah satu pedagang. Menurutnya, cabai telah menyentuh harga termahal tahun ini.

Jawa Pos Radar Mojokerto mencoba menimbang cabai di kios milik Ardian untuk membandingkan harga dan jumlah cabai yang didapat. Hasilnya, setengah ons cabai rawit yang dijual Rp 6 ribu, terdiri dari 20 biji cabai seukuran. Kemasan setengah ons ini paling banyak dibeli pelanggan. Dengan demikian, bisa dikatakan per Rp 1 ribu, pelanggan hanya mendapat tiga biji cabai.

Baca Juga :  Harga Cabai Mulai Melandai

Ardian menyebut, mahalnya harga cabai tak mempengaruhi pasokannya. Dalam sehari, dia masih bisa menjual 5-10 kg cabai. Namun demikian, pelanggannya sekarang lebih banyak membeli cabai secara eceran. ’’Karena sejak mahal ini, lijo (pedagang sayur keliling, Red) tidak berani ambil cabai. Jadi pelanggan pergi ke pasar,’’ terangnya.

Mahalnya harga cabai dipengaruhi sejumlah faktor. Cuaca yang tak menentu dan masa panen yang lewat membuat produksi cabai di daerah produsen minim. Kondisi ini membuat pasokan berkurang sehingga harganya mahal.

Ardian memprediksi, tingginya harga cabai bakal bertahan lama. ’’Apalagi mau bulan Besar (Idul Adha, Red) biasanya tambah mahal,’’ ucap pria 30 tahun tersebut. (adi/fen)

Baca Juga :  Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan dan Manfaat Aplikasi Mobile

Diprediksi sampai Idul Adha
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran hingga menyentuh kisaran Rp 100 ribu per kilogram (kg) telah bertahan selama seminggu terkahir. Konsumen pun terpaksa membeli kebutuhan dapur itu secara eceran, yakni Rp 1 ribu untuk tiga biji. Tingginya harga cabai diprediksi berlangsung sampai Idul Adha.

Di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, menunjukkan cabai masih menjadi komoditas bumbu dapur paling mahal, kemarin (17/6). Harganya tembus Rp 100 ribu per kg. ’’Sudah seminggu stagnan segitu,’’ kata Ardian Firmansyah, salah satu pedagang. Menurutnya, cabai telah menyentuh harga termahal tahun ini.

Jawa Pos Radar Mojokerto mencoba menimbang cabai di kios milik Ardian untuk membandingkan harga dan jumlah cabai yang didapat. Hasilnya, setengah ons cabai rawit yang dijual Rp 6 ribu, terdiri dari 20 biji cabai seukuran. Kemasan setengah ons ini paling banyak dibeli pelanggan. Dengan demikian, bisa dikatakan per Rp 1 ribu, pelanggan hanya mendapat tiga biji cabai.

Baca Juga :  Bahan Pokok Kompak Ganti Harga

Ardian menyebut, mahalnya harga cabai tak mempengaruhi pasokannya. Dalam sehari, dia masih bisa menjual 5-10 kg cabai. Namun demikian, pelanggannya sekarang lebih banyak membeli cabai secara eceran. ’’Karena sejak mahal ini, lijo (pedagang sayur keliling, Red) tidak berani ambil cabai. Jadi pelanggan pergi ke pasar,’’ terangnya.

Mahalnya harga cabai dipengaruhi sejumlah faktor. Cuaca yang tak menentu dan masa panen yang lewat membuat produksi cabai di daerah produsen minim. Kondisi ini membuat pasokan berkurang sehingga harganya mahal.

Ardian memprediksi, tingginya harga cabai bakal bertahan lama. ’’Apalagi mau bulan Besar (Idul Adha, Red) biasanya tambah mahal,’’ ucap pria 30 tahun tersebut. (adi/fen)

Baca Juga :  Harga Cabai dan Bawang Terus Melambung

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/