Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

2 Jam, 2 Ribu Liter Migor Ludes

Rp 14 Ribu, Warga Serbu Operasi Pasar

14 Januari 2022, 09: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

2 Jam, 2 Ribu Liter Migor Ludes

DIOBRAL: Warga membeli 2 liter minyak goreng dalam operasi pasar yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Kota Mojokerto menyerbu operasi pasar minyak goreng (migor) murah yang digelar pemkot di halaman Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (13/1). Ribuan kemasan migor langsung ludes hanya dalam kurun dua jam dengan harga subsidi Rp 14 ribu per liter.

Bahkan, sebelum operasi pasar dibuka pukul 08.00, warga sudah tampak mengantre untuk membeli migor dengan harga miring tersebut. Salah satunya Sri Utami, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Dia rela berangkat lebih awal karena harga migor di pasar tradisional masih mahal. ’’Di pasar bisa sampai Rp 21 ribu per liter. Kalau di sini (operasi pasar, Red) lebih murah hanya Rp 14 ribu per liter,’’ terangnya.

Ibu rumah tangga ini menyatakan, membeli migor untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Namun, Sri hanya mendapat jatah belanja dua liter migor yang diperkirakan cukup untuk sepekan ke depan. ’’Tidak apa-apa sudah cukup membantu, karena suami juga sudah tidak bisa bekerja karena sakit,’’ imbuhnya.

Baca juga: Harga Migor Masih Mahal

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan mengungkapkan, operasi pasar dilakukan dalam rangka stabilisasi harga migor yang masih tinggi di pasaran saat ini. Selain di Kecamatan Prajurit Kulon, kegiatan serupa juga akan digelar di wilayah Kecamatan Kranggan dan Magersari pada hari ini dan Sabtu (15/1) besok. ’’Jumlah total minyak goreng yang kami sediakan 12 ribu liter,’’ sambungnya.

Menurutnya, migor kemasan tersebut dibanderol dengan harga subsidi Rp 14 ribu per liter.  Ganesh menyebutkan, komoditas bahan pokok tersebut disalurkan kepada seluruh warga di 18 kelurahan se-Kota Mojokerto. Untuk menghindari praktik pembelian borongan dan mengantisipasi penimbunan, pembelian dibatasi maksimal 2 liter per kepala keluarga (KK) melalui sistem kupon. ’’Kita salurkan kepada warga masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Termasuk dari unsur pedagang dan pelaku UKM,’’ tandasnya.

Terpisah, Camat Prajurit Kulon M. Hekamarta Fanani menambahkan, selisih harga migor yang cukup miring membuat tingginya animo warga yang datang ke operasi pasar. Setidaknya 2.108 liter migor kemasan ludes hanya dalam tempo sekitar 2 jam sejak operasi pasar dibuka. ’’Jumlahnya sekitar 1.054 kupon. Per kupon mendapat jatah sebanyak 2 liter minyak goreng,’’ imbuhnya. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia