alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Harga Bumbu Dapur di Kota Mojokerto Naik Drastis

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga sejumlah bumbu dapur kian menggila. Per Senin (11/7) siang, harga cabai rawit dan cabai merah besar di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto kompak menyentuh Rp 130 ribu per kilogram (kg). Kenaikan tersebut terjadi secara drastis.

Lonjakan harga baru terjadi kemarin siang. Friske, salah satu pedagang menyebut, harga cabai rawit harga cabai merah masih di kisaran Rp 120 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit Rp 110 ribu per kg. ”Tapi, siang ini tadi langsung mumbul,” ucapnya.

Menurut dia, harga bumbu dapur memang terus merangkak naik sejak dua bulan terakhir. Tren tersebut belanjut hingga jelang Hari Raya Idul Adha. Dan, pada H+1 lebaran kurban kemarin, harganya justru kian tak terkendali. Baik cabai merah maupun cabai rawit sama-sama bertengger di harga Rp 130 ribu per kg. ’’Harganya tambah ugal-ugalan,’’ imbuh pemilik kios sisi barat itu.

Baca Juga :  Mendag Minta Distributor Migor Pasok Sesuai Harga yang Ditetapkan

Selama ini, Friske memasok cabai dari petani di Probolinggo. Menurut dia, mahalnya harga bumbu dapur seiring dengan berkurangnya pasokan. Stok yang masuk ke pasar menipis sehingga harganya tak terkendali. ’’Kalau barangnya sedikit ya harganya pasti terangkat,” terangnya.

Terkecuali cabai rawit, harga bumbu dapur lain cenderung stagnan. Harganya konsisten masih mahal. Harga bawang putih bertahan di kisaran Rp 24 ribu per kg, bawang merah Rp 70 ribu per kg, dan tonat Rp 24 ribu per kg. ”Ada kenaikan sedikit yang bawang merah,” imbuh Ardian Firmansyah, pedagang lainnya.

Sementara itu, tren kenaikan harga juga terjadi pada komoditas ayam. Harga daging ayam potong kini bertengger Rp 38 ribu per kg. Harga tersebut naik sekitar Rp 2 ribu dari sebelumnya. ”Habis lebaran kurban, tapi malah tambah mahal,” kata Diah, pedagang di Pasar Tanjung Anyar.

Baca Juga :  Target 299 Desa di Mojokerto Tercover Kepesertaan Mandiri

Pantauan di laman https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel per tadi malam, harga cabai keriting dan cabai biasa mengalami kenaikan dari Rp 90 ribu per kg menjadi Rp 100 ribu per kg dan Rp 105 ribu per kg. Sedangkan, cabai rawit stagnan di harga Rp 90 ribu per kg. Hal serupa juga terjadi pada daging sapi, yakni stabil Rp 130 ribu per kg. Namun, tren kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang bertengger Rp 28 ribu per kg dari sebelumnya Rp 27 ribu per kg. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga sejumlah bumbu dapur kian menggila. Per Senin (11/7) siang, harga cabai rawit dan cabai merah besar di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto kompak menyentuh Rp 130 ribu per kilogram (kg). Kenaikan tersebut terjadi secara drastis.

Lonjakan harga baru terjadi kemarin siang. Friske, salah satu pedagang menyebut, harga cabai rawit harga cabai merah masih di kisaran Rp 120 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit Rp 110 ribu per kg. ”Tapi, siang ini tadi langsung mumbul,” ucapnya.

Menurut dia, harga bumbu dapur memang terus merangkak naik sejak dua bulan terakhir. Tren tersebut belanjut hingga jelang Hari Raya Idul Adha. Dan, pada H+1 lebaran kurban kemarin, harganya justru kian tak terkendali. Baik cabai merah maupun cabai rawit sama-sama bertengger di harga Rp 130 ribu per kg. ’’Harganya tambah ugal-ugalan,’’ imbuh pemilik kios sisi barat itu.

Baca Juga :  Gemah Ripah Loh Jinawi di Utara Sungai

Selama ini, Friske memasok cabai dari petani di Probolinggo. Menurut dia, mahalnya harga bumbu dapur seiring dengan berkurangnya pasokan. Stok yang masuk ke pasar menipis sehingga harganya tak terkendali. ’’Kalau barangnya sedikit ya harganya pasti terangkat,” terangnya.

Terkecuali cabai rawit, harga bumbu dapur lain cenderung stagnan. Harganya konsisten masih mahal. Harga bawang putih bertahan di kisaran Rp 24 ribu per kg, bawang merah Rp 70 ribu per kg, dan tonat Rp 24 ribu per kg. ”Ada kenaikan sedikit yang bawang merah,” imbuh Ardian Firmansyah, pedagang lainnya.

Sementara itu, tren kenaikan harga juga terjadi pada komoditas ayam. Harga daging ayam potong kini bertengger Rp 38 ribu per kg. Harga tersebut naik sekitar Rp 2 ribu dari sebelumnya. ”Habis lebaran kurban, tapi malah tambah mahal,” kata Diah, pedagang di Pasar Tanjung Anyar.

Baca Juga :  Mahfud Sebut Kasus Penembakan Antaranggota Propam Banyak Kejanggalan
- Advertisement -

Pantauan di laman https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel per tadi malam, harga cabai keriting dan cabai biasa mengalami kenaikan dari Rp 90 ribu per kg menjadi Rp 100 ribu per kg dan Rp 105 ribu per kg. Sedangkan, cabai rawit stagnan di harga Rp 90 ribu per kg. Hal serupa juga terjadi pada daging sapi, yakni stabil Rp 130 ribu per kg. Namun, tren kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang bertengger Rp 28 ribu per kg dari sebelumnya Rp 27 ribu per kg. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/