alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Ning Ita Imbau Tukang Becak Tidak Membeli Rokok Ilegal

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai atau berpita cukai palsu, membuat Pemkot Mojokerto gencar memberikan edukasi di bidang cukai kepada seluruh elemen masyarakat. Salah satunya tukang becak. Hal itu menyusul sebagian besar para tukang becak merupakan perokok aktif.

Sekitar 500 tukang becak diberikan sosialisai yang dilakukan secara bertahap hingga enam hari oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, menggandeng Kantor Bea dan Cukai Sidoarjo sebagai Narasumber.

Pada hari ketiga yang dilaksanakan di pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto ini, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari, berpesan kepada para tukang becak agar tidak membeli rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai. Hal tersebut dikarenakan besarnya kontribusi cukai rokok legal bagi masyarakat, salah satunya untuk membayar biaya kesehatan gratis bagi hampir seluruh warga Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Mobil dan Motor Baru di Mojokerto Terjual 106.244 Unit

’’Karena bapak-bapak ini sebagian besar perokok, pesan saya kalau di tawari rokok ilegal, yang tanpa pita cukai, tolong ditolak. Mohon untuk dilaporkan. Karena ini merugikan masyarakat,’’ katanya.

Lebih lanjut wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto tersebut mengajak agar seluruh elemen masyarakat bersinergi membantu pemerintah dalam mengantisipasi peredaran rokok ilegal tersebut.

’’Mari bersama-sama bersinergi dengan kami (pemerintah) untuk memerangi peredaran rokok ilegal, khususnya di Kota Mojokerto,’’ pungkasnya.

Diketahui, kontribusi cukai rokok bagi masyarakat berdasarkan PMK pasal 3 ayat 3 dijelaskan alokasi pemanfaatan DBHCHT sebesar 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk bidang Kesehatan, dan 25 persennya lagi digunakan untuk penegakan hukum. (dit/adv)

Baca Juga :  Migor Kemasan Melimpah, Curah Langka

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai atau berpita cukai palsu, membuat Pemkot Mojokerto gencar memberikan edukasi di bidang cukai kepada seluruh elemen masyarakat. Salah satunya tukang becak. Hal itu menyusul sebagian besar para tukang becak merupakan perokok aktif.

Sekitar 500 tukang becak diberikan sosialisai yang dilakukan secara bertahap hingga enam hari oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, menggandeng Kantor Bea dan Cukai Sidoarjo sebagai Narasumber.

Pada hari ketiga yang dilaksanakan di pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto ini, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari, berpesan kepada para tukang becak agar tidak membeli rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai. Hal tersebut dikarenakan besarnya kontribusi cukai rokok legal bagi masyarakat, salah satunya untuk membayar biaya kesehatan gratis bagi hampir seluruh warga Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Berantas Rokok Ilegal, Pemkot Gandeng Tukang Becak

’’Karena bapak-bapak ini sebagian besar perokok, pesan saya kalau di tawari rokok ilegal, yang tanpa pita cukai, tolong ditolak. Mohon untuk dilaporkan. Karena ini merugikan masyarakat,’’ katanya.

Lebih lanjut wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto tersebut mengajak agar seluruh elemen masyarakat bersinergi membantu pemerintah dalam mengantisipasi peredaran rokok ilegal tersebut.

’’Mari bersama-sama bersinergi dengan kami (pemerintah) untuk memerangi peredaran rokok ilegal, khususnya di Kota Mojokerto,’’ pungkasnya.

- Advertisement -

Diketahui, kontribusi cukai rokok bagi masyarakat berdasarkan PMK pasal 3 ayat 3 dijelaskan alokasi pemanfaatan DBHCHT sebesar 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk bidang Kesehatan, dan 25 persennya lagi digunakan untuk penegakan hukum. (dit/adv)

Baca Juga :  Pantau Migor di Ritel Modern, Mendag: Stok Melimpah, Kebutuhan Terpenuhi

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/