Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Migor Masih Mahal

Rp 19 Ribu Per Liter, Pemkot Siap Migor Murah

11 Januari 2022, 10: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Harga Migor Masih Mahal

DISUBSIDI: Pemkot Mojokerto saat menggelar operasi pasar jelang pergantian tahun lalu di Rest Area Gunung Gedangan. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Memasuki tahun 2022, harga minyak goreng (migor) kemasan di Kota Mojokerto relatif masih tinggi. Dalam waktu dekat, Pemkot Mojokerto bersiap-siap menggelontorkan minyak goreng murah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 ribu liter akan disebar di tiga kecamatan dengan harga jual Rp 14 ribu per liter.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, upaya pengendalian harga bahan pokok terus dilakukan lewat operasi pasar. Di awal tahun ini, minyak goreng menjadi komoditas prioritas pada pasar murah.

Pasalnya, harga di sejumlah pasar tradisional belum menunjukkan penurunan yang signifikan. ’’Sebenarnya sudah cenderung turun, tapi masih di kisaran Rp 39.000 atau Rp 39.500 yang dalam kemasan 2 liter,’’ terang Ani, kemarin (10/1).

Baca juga: Harga Telur Melandai

Karena itu, dalam rangka menstabilkan harga minyak goreng, pemkot akan menggelar operasi pasar mulai pertengahan pekan ini. Sejalan dengan program pemerintah pusat, Pemkot Mojokerto akan menyalurkan minyak goreng dengan banderol di bawah harga pasar. ’’Minyak goreng akan kami jual dengan harga subsidi Rp 14 ribu per liter,’’ bebernya.

Menurut Ani, di tahap awal ini, Kota Mojokerto mendapat kuota sebanyak 12 ribu liter minyak goreng kemasan dari Kementerian Perdagangan (Kememdag). Seluruhnya akan digelontorkan di tiga wilayah kecamatan di Kota Onde-Onde.

Rencananya, minyak goreng murah itu dijual selama tiga hari berturut-turut. Yakni mulai 13-15 Januari ini di tiga titik di Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon. ’’Tujuan operasi pasar adalah stabilisasi harga minyak goreng,’’ tandas Mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini.

Ani memastikan, penjualan minyak goreng dalam operasi pasar tersebut hanya dibatasi untuk kebutuhan konsumsi. Untuk mengantisipasi pembelian borongan atau praktik penimbunan, setiap pembeli hanya diberi jatah maksimal 2 liter minyak goreng melalui sistem voucher di masing-masing kelurahan. ’’Karena terbatas, kami akan bagikan voucher pembelian, maksimal 2 liter per orang per KK (Kartu Keluarga),’’ ulasnya.

Disinggung apakah operasi akan dilakukan secara berkelanjutan, Ani menyebutkan kebijakan tersebut tergantung dari harga minyak goreng di pasaran. Tidak menutup kemungkinan, upaya serupa akan kembali digelar apabila harga masih tinggi. ’’Nanti kita lihat pengaruhnya ke pasar bagaimana jika dilakukan masif di beberapa daerah,’’ pungkasnya. (ram/fen)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia