alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

PAD Sektor Pajak Moncer

BADAN Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto sukses menggenjot realisasi pendapatan asli daerah (PAD). Terbukti, hingga awal Desember ini tercatat sudah sentuh 98,73 persen (Rp 533.249) miliar. Sehingga di sisa waktu jelang tutup tahun ini, Bapenda hanya butuh 1,27 persen (Rp 6,870 miliar) untuk memenuhi target PAD-nya. Sedangkan, realiasai pajak daerah hingga 8 Desember 2021, sudah tembus 102,56 persen atau Rp 314.248 miliar dari yang ditargetkan Rp 306.396 miliar.

Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko menegaskan, pandemi Covid-19 saat ini menuntut pemerintah bergerak cepat dan tepat dalam penanganannya. Termasuk membuat trobosan dan inovasi dalam optimalisasi PAD sektor pajak di tengah sejumlah PAD sektor lain yang tak tertolong. ’’Kalau laporan dari bapenda, realisasi PAD-nya sudah memenuhi target. Kalau pendemi Covid-19 pasti ada pengaruhnya. Andaikan tidak pandemi, capaian kita mungkin lebih tinggi lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bapenda Jadi Tulang Punggung Pembangunan Daerah

Perolehan pendapatan di atas target saat kondisi sulit sekarang ini merupakan capaian luar biasa. Hal itu tentu tak lepas dari peran berbagai pihak. Baik dukungan masyarakat yang merupakan wajib pajak maupun kedisiplinan petugas pajak dalam melakukan pemungutan di lapangan. Keberhasilan ini tidak membuat pemda puas diri. Ke depan, bakal terus berbenah menyempurnakan sistemnya.

’’Termasuk, kita bakal lebih mengintensifkan lagi dengan perluasan wajib pajak, dengan ekstensifikasi kita bisa mencari wajib pajak baru yang membantu di dalam peningkatan capaian PAD sektor pajak,’’ tegasnya.

Kepala Bapenda Kabuptaen Mojokerto Mardiasih mengatakan, capaian PAD sejauh ini menunjukkan progres cukup baik. Di akhir November lalu saja, capaian PAD sudah sentuh 96,27 persen. Angka itu jauh di atas yang ditargetkan sebesar 91,30 persen. Seiring berjalannya waktu, per 8 Desember 2021, sesuai data realisasi PAD bapenda kini sudah diangka 98,73 persen atau Rp 533.249.771.811 dari yang ditargetkan Rp 540.120.371.981. ’’Sehingga bapenda hanya butuh 1,27 persen atau Rp 6,870 miliaran untuk penuhi target PAD. Dengan sisa waktu jelang tutup tahun ini kita tetap optimistis bisa terpenuhi. Bahkan bisa lampau target,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Migor Curah Melimpah

Untuk realiasai pajak daerah, lanjutnhya, per 8 Desember 2021, kini sudah tembus 102,56 persen atau Rp 314.248 miliar dari yang ditargetkan Rp 306.396 miliar. ’’Jadi ada kelebihan Rp 7.852 miliar,’’ tegasnya.

Dari 10 jenis pajak daerah ini, ada empat jenis yang potensinya cukup besar. Meliputi pajak penerangan jalan capai Rp 93.670 miliar, PBB-P2 Rp 92.827 miliar, BPHTB Rp 63.216 miliar, dan Pajak Air Tanah Rp 28.562 miliar. (ori/abi)

 

BADAN Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto sukses menggenjot realisasi pendapatan asli daerah (PAD). Terbukti, hingga awal Desember ini tercatat sudah sentuh 98,73 persen (Rp 533.249) miliar. Sehingga di sisa waktu jelang tutup tahun ini, Bapenda hanya butuh 1,27 persen (Rp 6,870 miliar) untuk memenuhi target PAD-nya. Sedangkan, realiasai pajak daerah hingga 8 Desember 2021, sudah tembus 102,56 persen atau Rp 314.248 miliar dari yang ditargetkan Rp 306.396 miliar.

Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko menegaskan, pandemi Covid-19 saat ini menuntut pemerintah bergerak cepat dan tepat dalam penanganannya. Termasuk membuat trobosan dan inovasi dalam optimalisasi PAD sektor pajak di tengah sejumlah PAD sektor lain yang tak tertolong. ’’Kalau laporan dari bapenda, realisasi PAD-nya sudah memenuhi target. Kalau pendemi Covid-19 pasti ada pengaruhnya. Andaikan tidak pandemi, capaian kita mungkin lebih tinggi lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Permintaan Telur Naik Dua Kali Lipat

Perolehan pendapatan di atas target saat kondisi sulit sekarang ini merupakan capaian luar biasa. Hal itu tentu tak lepas dari peran berbagai pihak. Baik dukungan masyarakat yang merupakan wajib pajak maupun kedisiplinan petugas pajak dalam melakukan pemungutan di lapangan. Keberhasilan ini tidak membuat pemda puas diri. Ke depan, bakal terus berbenah menyempurnakan sistemnya.

’’Termasuk, kita bakal lebih mengintensifkan lagi dengan perluasan wajib pajak, dengan ekstensifikasi kita bisa mencari wajib pajak baru yang membantu di dalam peningkatan capaian PAD sektor pajak,’’ tegasnya.

Kepala Bapenda Kabuptaen Mojokerto Mardiasih mengatakan, capaian PAD sejauh ini menunjukkan progres cukup baik. Di akhir November lalu saja, capaian PAD sudah sentuh 96,27 persen. Angka itu jauh di atas yang ditargetkan sebesar 91,30 persen. Seiring berjalannya waktu, per 8 Desember 2021, sesuai data realisasi PAD bapenda kini sudah diangka 98,73 persen atau Rp 533.249.771.811 dari yang ditargetkan Rp 540.120.371.981. ’’Sehingga bapenda hanya butuh 1,27 persen atau Rp 6,870 miliaran untuk penuhi target PAD. Dengan sisa waktu jelang tutup tahun ini kita tetap optimistis bisa terpenuhi. Bahkan bisa lampau target,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bapenda Jadi Tulang Punggung Pembangunan Daerah

Untuk realiasai pajak daerah, lanjutnhya, per 8 Desember 2021, kini sudah tembus 102,56 persen atau Rp 314.248 miliar dari yang ditargetkan Rp 306.396 miliar. ’’Jadi ada kelebihan Rp 7.852 miliar,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Dari 10 jenis pajak daerah ini, ada empat jenis yang potensinya cukup besar. Meliputi pajak penerangan jalan capai Rp 93.670 miliar, PBB-P2 Rp 92.827 miliar, BPHTB Rp 63.216 miliar, dan Pajak Air Tanah Rp 28.562 miliar. (ori/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/