alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Santer Isu Garam Dioplos Kristal Kaca, Disperindag Sita Garam Mencurigakan

MOJOKERTO – Melambungnya harga garam diam-diam mulai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Demi mendapatkan keuntungan lebih, belakangan mencuat dugaan ada sejumlah produk garam diduga dioplos butiran kristal yang dicurigai berasal dari pecahan kaca.

Kondisi itu kini menjadi perhatian khusus Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto. Atensi dilakukan dengan mewaspadai masuknya garam oplosan tersebut di pasaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengaku sudah mendengar tentang peredaran garam oplosan tersebut. Sebagai upaya tindaklanjut, dia meminta semua petugas menyisir semua pasar tradisional. ”Hari ini sudah saya gerakkan. Tadi teman-teman kita minta untuk mengecek garam yang diduga itu beredar atau tidak di Mojokerto,” ungkapnya Kamis (10/9).

Baca Juga :  Bantal Top Pillow, Bertahan di Tengah Pandemi

Hasilnya, dia mengaku sudah mengantongi beberapa produk garam tertentu yang terindikasi garam oplosan. ”Sudah, saya dapat indikasi yang patut dicurigai,” ujarnya. Menurutnya, saat ini tim sedang melakukan pencarian dan pendalaman tentang kebenaran ada tidaknya garam diduga dioplos butiran kristal menyerupai kaca tersebut. ”Sudah kami share ke anggota saya di pasar. Kalau ada, langsung tak minta mengamankan untuk dicek kebenarannya,” terangnya.

Bambang meminta masyarakat tetap waspada. Setidaknya, hingga petugas berhasil menemukan keberadaan garam oplosan tersebut. Terlebih, bahan yang digunakan dinilai cukup berbahaya bagi kesehatan. ”Saya mendapat laporan garam yang patut diduga itu dicampur dengan kaca. Tapi, masih belum kita buktikan di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kendalikan Omicron, Pemerintah Perpanjang PPKM

MOJOKERTO – Melambungnya harga garam diam-diam mulai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Demi mendapatkan keuntungan lebih, belakangan mencuat dugaan ada sejumlah produk garam diduga dioplos butiran kristal yang dicurigai berasal dari pecahan kaca.

Kondisi itu kini menjadi perhatian khusus Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto. Atensi dilakukan dengan mewaspadai masuknya garam oplosan tersebut di pasaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengaku sudah mendengar tentang peredaran garam oplosan tersebut. Sebagai upaya tindaklanjut, dia meminta semua petugas menyisir semua pasar tradisional. ”Hari ini sudah saya gerakkan. Tadi teman-teman kita minta untuk mengecek garam yang diduga itu beredar atau tidak di Mojokerto,” ungkapnya Kamis (10/9).

Baca Juga :  Tak Tersentuh Subsidi, Pedagang Pasar Menjerit

Hasilnya, dia mengaku sudah mengantongi beberapa produk garam tertentu yang terindikasi garam oplosan. ”Sudah, saya dapat indikasi yang patut dicurigai,” ujarnya. Menurutnya, saat ini tim sedang melakukan pencarian dan pendalaman tentang kebenaran ada tidaknya garam diduga dioplos butiran kristal menyerupai kaca tersebut. ”Sudah kami share ke anggota saya di pasar. Kalau ada, langsung tak minta mengamankan untuk dicek kebenarannya,” terangnya.

- Advertisement -

Bambang meminta masyarakat tetap waspada. Setidaknya, hingga petugas berhasil menemukan keberadaan garam oplosan tersebut. Terlebih, bahan yang digunakan dinilai cukup berbahaya bagi kesehatan. ”Saya mendapat laporan garam yang patut diduga itu dicampur dengan kaca. Tapi, masih belum kita buktikan di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Kian Pedas, Rp 100 Ribu Per Kilogram

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/