alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Keluhkan Harga Pelet Meroket

Peternak Lele Pakai Nasi Aking

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga pakan jadi ikan lele di wilayah Mojokerto melonjak belakangan ini. Kini harga per sak kemasan 30 kilogram (kg) mencapai Rp 400 ribu sedangkan sebelumnya dikisaran Rp 300 ribu.

Naiknya harga pakan yang tidak diimbangi dengan naiknya harga ikan membuat peternak ikan lele kelimpungan. Seperti yang dialami Harmadi. Salah satu peternak ikan lele di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, itu mengeluhkan harga pakan yang naik drastis.
Menurutnya, kenaikan harga pakan jadi itu terjadi sejak tiga bulan lalu. ’’Ya merangkak naik dari Rp 300 ribu itu sampai sekarang harganya Rp 400 ribu. Sebenarnya dari dulu harga pakan sudah naik turun. Tapi ini yang terparah. Dulu cuma di kisaran Rp 300 ribu saja,” terangnya.

Pihaknya menyesalkan, kenaikan harga pakan jadi ikan lele tersebut tidak segaris lurus dengan kenaikan harga ikan di tingkat peternak. Sebab, sejak empat tahun terakhir harga ikan bernama latin Clarias sp itu relatif stabil di kisaran Rp 15 ribu-Rp 16 ribu/kg. ’’Otomatis rugi mas soalnya biaya produksi jadi naik. Tapi harga ikannya tetap segitu itu aja,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  13 Indomaret di Kabupaten Mojokerto Ilegal

Apalagi, kebutuhan pakan sekitar 40 ribu ekor lele jenis sangkuriang besutannya itu tidaklah sedikit. Setidaknya, 30 kg pakan habis dalam sehari. ’’Itu buat 15 kolam yang saya punya ini. Saya kasihnya dua kali dalam sehari, sore sama malam,’’ terangnya.

Tak pelak, pihaknya dan sejumlah rekannya sesama peternak lele harus memutar otak. Salah satunya dengan menyediakan pakan alternatif untuk lele jenis sangkuriang itu. Mulai dari pakan kucing yang kadaluarsa, kerupuk basi, gilingan gromoan ayam, krupuk, daun talas, hingga irisan bonggol akar pisang. ’’Kalau ada nasi aking gitu ya saya kasihkan makan lele-lele ini. Saya ambil beberapa kilo, ya istilahnya buat camilannya lele-lele ini,’’ imbuhnya.

Menurutnya pemberikan pakan alternatif tersebut untuk mesti seimbang. Agar kualitas dan kesehatan ikan lele tetap terjaga. Sebab, jika salah memberi makan, bakal mempengaruhi kualitas ikan. Namun, justru kini pakan jadi menjadi hanya sebagai selingan agar selera makan dan kesehatan ikan terjaga.

’’Sekarang pakan 30 kg itu buat dua minggu. Kita bikin gantian saja pakan alternatif ini, kalau gak gitu ya bangkrut mas,’’ tandas pria dua anak itu. Kebutuhan pakan itu harus dicukupinya setiap hari lantaran usai umur lele mencapai 4 bulan setiap pekan pihaknya bakal panen. Setidaknya Harmadi mampu memanen 50 kg lele dalam sepekan.

Baca Juga :  Jajanan Tak Layak Marak Beredar

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Perikanan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Malik Ridwan membenarkan adanya kenaikan harga pakan ternak lele tersebut. Menurutnya, Sejak Januari lalu seluruh harga jenis pelet lele, mulai dari Pokphand 781 dan LP Matahari Sakti, merangkak naik.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari naiknya harga bahan baku pelet. ’’Beberapa waktu lalu kami sudah komunikasi dengan pabrik-pabrik pakan. Kenaikan harga itu karena harga bahan bakunya naik. Jadi kalau harga tidak dinaikkan, kualitasnya jadi jelek. Katanya begitu,’’ jelasnya.

Dijelaskannya, kenaikan harga pelet lele itu terjadi serentak terjadi se-Jawa Timur. Rencananya, pihaknya bakal membuat produk pakan alternatif dengan harga terjangkau bagi peternak lele. Tujuannya, agar peternak tidak semakin merugi atas meroketnya harga pakan jadi tersebut.

’’Bahkan, (kenaikan harga pelet lele) ini se-nasional. Rencananya, solusi jangka pendek seperti itu. Tapi, untuk membuat pakan alternatif itu harus sesuai aturan, termasuk pengadaan bahan baku tepung ikannya itu. Kami juga sudah bersurat ke provinsi terkait pakan alternatif ini,’’ tandasnya. (vad/fen)

Peternak Lele Pakai Nasi Aking

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga pakan jadi ikan lele di wilayah Mojokerto melonjak belakangan ini. Kini harga per sak kemasan 30 kilogram (kg) mencapai Rp 400 ribu sedangkan sebelumnya dikisaran Rp 300 ribu.

Naiknya harga pakan yang tidak diimbangi dengan naiknya harga ikan membuat peternak ikan lele kelimpungan. Seperti yang dialami Harmadi. Salah satu peternak ikan lele di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, itu mengeluhkan harga pakan yang naik drastis.
Menurutnya, kenaikan harga pakan jadi itu terjadi sejak tiga bulan lalu. ’’Ya merangkak naik dari Rp 300 ribu itu sampai sekarang harganya Rp 400 ribu. Sebenarnya dari dulu harga pakan sudah naik turun. Tapi ini yang terparah. Dulu cuma di kisaran Rp 300 ribu saja,” terangnya.

Pihaknya menyesalkan, kenaikan harga pakan jadi ikan lele tersebut tidak segaris lurus dengan kenaikan harga ikan di tingkat peternak. Sebab, sejak empat tahun terakhir harga ikan bernama latin Clarias sp itu relatif stabil di kisaran Rp 15 ribu-Rp 16 ribu/kg. ’’Otomatis rugi mas soalnya biaya produksi jadi naik. Tapi harga ikannya tetap segitu itu aja,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  13 Indomaret di Kabupaten Mojokerto Ilegal

Apalagi, kebutuhan pakan sekitar 40 ribu ekor lele jenis sangkuriang besutannya itu tidaklah sedikit. Setidaknya, 30 kg pakan habis dalam sehari. ’’Itu buat 15 kolam yang saya punya ini. Saya kasihnya dua kali dalam sehari, sore sama malam,’’ terangnya.

Tak pelak, pihaknya dan sejumlah rekannya sesama peternak lele harus memutar otak. Salah satunya dengan menyediakan pakan alternatif untuk lele jenis sangkuriang itu. Mulai dari pakan kucing yang kadaluarsa, kerupuk basi, gilingan gromoan ayam, krupuk, daun talas, hingga irisan bonggol akar pisang. ’’Kalau ada nasi aking gitu ya saya kasihkan makan lele-lele ini. Saya ambil beberapa kilo, ya istilahnya buat camilannya lele-lele ini,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Menurutnya pemberikan pakan alternatif tersebut untuk mesti seimbang. Agar kualitas dan kesehatan ikan lele tetap terjaga. Sebab, jika salah memberi makan, bakal mempengaruhi kualitas ikan. Namun, justru kini pakan jadi menjadi hanya sebagai selingan agar selera makan dan kesehatan ikan terjaga.

’’Sekarang pakan 30 kg itu buat dua minggu. Kita bikin gantian saja pakan alternatif ini, kalau gak gitu ya bangkrut mas,’’ tandas pria dua anak itu. Kebutuhan pakan itu harus dicukupinya setiap hari lantaran usai umur lele mencapai 4 bulan setiap pekan pihaknya bakal panen. Setidaknya Harmadi mampu memanen 50 kg lele dalam sepekan.

Baca Juga :  Mendag Lutfi Minta Distributor Migor Percepat Pasok Migor ke Pasar

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Perikanan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Malik Ridwan membenarkan adanya kenaikan harga pakan ternak lele tersebut. Menurutnya, Sejak Januari lalu seluruh harga jenis pelet lele, mulai dari Pokphand 781 dan LP Matahari Sakti, merangkak naik.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari naiknya harga bahan baku pelet. ’’Beberapa waktu lalu kami sudah komunikasi dengan pabrik-pabrik pakan. Kenaikan harga itu karena harga bahan bakunya naik. Jadi kalau harga tidak dinaikkan, kualitasnya jadi jelek. Katanya begitu,’’ jelasnya.

Dijelaskannya, kenaikan harga pelet lele itu terjadi serentak terjadi se-Jawa Timur. Rencananya, pihaknya bakal membuat produk pakan alternatif dengan harga terjangkau bagi peternak lele. Tujuannya, agar peternak tidak semakin merugi atas meroketnya harga pakan jadi tersebut.

’’Bahkan, (kenaikan harga pelet lele) ini se-nasional. Rencananya, solusi jangka pendek seperti itu. Tapi, untuk membuat pakan alternatif itu harus sesuai aturan, termasuk pengadaan bahan baku tepung ikannya itu. Kami juga sudah bersurat ke provinsi terkait pakan alternatif ini,’’ tandasnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/