Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Mendag RI Hadiri Pertemuan Dewan Menteri OECD

Perkuat Kerja Sama Antarnegara, Tingkatkan Perdagangan Internasional

09 Oktober 2021, 01: 45: 08 WIB | editor : Mochamad Chariris

Perkuat Kerja Sama Antarnegara, Tingkatkan Perdagangan Internasional

LAWATAN KE PARIS: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono melakukan kunjungan kerja ke Paris, Perancis pada 5-6 Oktober 2021. (Kemenperdag for Radar Mojokerto)

Share this      

Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia untuk meningkatkan perdagangan internasional dengan terus mencari peluang ekspor komoditas Indonesia ke pasar internasional.

Langkah ini dicapai Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dengan melakukan kunjungan kerja ke Paris, Perancis pada 5—6 Oktober 2021 untuk menghadiri Pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD Ministerial Council Meeting). 

Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia serta membahas berbagai isu terkini. Dalam kunjungannya, Mendag Didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.

Baca juga: Pantau Vaksinasi Covid-19 ke Ribuan Pekerja Industri Padat Karya

Perkuat Kerja Sama Antarnegara, Tingkatkan Perdagangan Internasional

(Kemenperindag RI for Radar Mojokerto)

Dalam pembahasan Building A Green Future, terutama dalam perdagangan karbon, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat bertemu dengan Dewan Menteri OECD menyebutkan Indonesia sebagai negara adidaya dunia. 

"Indonesia merupakan karbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon secara internasional. Namun, kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif," jelas Mendag Lutfi.

Dalam sesi Building A Green Future, Indonesia secara tegas juga menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Paris Agreement. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kebijakan carbon pricing.

Dalam pertemuan Dewan Menteri OECD, Mendag menghadiri sesi-sesi pleno tingkat menteri, yaitu sesi Building a Green Future yang membahas Innovation and Inclusive Pathways to Net-Zero, sesi Building an Inclusive Future yang membahas Mempromosikan Transformasi Digital Inklusif, serta mengadiri kegiatan working lunch dengan tema Mempromosikan Perdagangan untuk Semua.

Hal lain yang dibahas pada Building a Green Future ini, yaitu upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi, dan peluang ekonomi baru bagi para pekerja. Untuk mencapai pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan tantangan net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama internasional.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa inisiatif yang diluncurkan beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World (G7), Beyond Zero Initiative (Jepang), dan Blue Dot Network (Amerika Serikat, Jepang, dan Australia).

Sedangkan, dalam sesi working lunch, para memastikan manfaat dapat dirasakan oleh seluruh pihak lapisan masyarakat dan lingkungan. Pada dasarnya, para menteri menyadari bahwa adanya urgensi untuk mengembangkan kebijakan pengembangan yang dapat berkontribusi atas permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan, termasuk antara perlindungan kesejahteraan pekerja, wanita dan anak-anak, serta kompetisi, subsidi, kelestarian lingkungan, dan tujuan berkelanjutan.

Pertemuan Bilateral

Di sela rangkaian kegiatan Pertemuan Dewan Menteri OECD, Mendag Lutfi melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan sahabat negara-negara, yaitu Kazakhstan, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Uni Eropa, dan juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

Pada hari pertama (5/10), pertemuan Mendag Lutfi melakukan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Integrasi Kazakhstan Bakhyt Sultanov. Dalam pertemuan ini, kedua Menteri membahas rencana persiapan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 WTO di Jenewa pada Desember tahun ini, di mana Kazakhstan akan menjadi Ketua pada kegiatan tersebut.

Kedua Menteri juga membahas strategi isu-isu yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai konvensi pada KTM hingga-12 mendatang, antara lain isu-isu pertanian, subsidi perikanan, HAKI, serta isu-isu terkini lainnya.

Selanjutnya, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Daya Saing Ekonomi Prancis Franck Riester. Pertemuan membahas hubungan bilateral dan investasi kedua negara antara lain terkait dengan produksi nikel, energi terbarukan, akses pasar produk ban, dan TV digital.

Selain itu, kedua Menteri juga membahas pertemuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA), persiapan KTM ke-12 dan G20, serta beberapa isu perdagangan lainnya.

Selanjutnya, Mendag Lutfi bertemu dengan Duta Besar Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Katherine Tai. Pertemuan membahas beberapa isu perdagangan multilateral yang strategis, antara lain terkait subsidi perikanan, perdagangan jasa, penguatan WTO, serta isu terkini di forum multilateral.

Selain itu, turut dibahas persiapan pelaksanaan Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) ke-18 yang akan dilaksanakan November tahun ini. Kemudian, Mendag Lutfi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor dan Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng.

Kedua negara memulai perundingan pertama Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA) pada awal 2022. Pihak, saat ini tengah dalam proses internal di parlemen dimulainya perundingan. Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar ketentuan-ketentuan yang mungkin menjadi isu perundingan dapat disepakati secara pragmatis dan kolaboratif.

Sementara itu, terkait hubungan bilateral kedua negara, Kanada ingin mendapatkan akses pasar untuk produk daging sapi dan perhatian sektor swasta Kanada yang memenuhi ketentuan standar halal di Indonesia tanpa hambatan perdagangan.

Memulai hari ke-2 OECD MCM Paris (6/10), Mendag Lutfi bertemu dengan Menteri Industri, Perdagangan, dan Pariwisata Spanyol Maria Reyes Maroto. Maroto memulai pertemuan dengan menyambut positif proses perundingan Indonesia-EU CEPA yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak.

Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar Spanyol dapat mendorong dorongan politis kepada pihak Uni Eropa untuk segera mendapatkan kemajuan kemajuan sebelum perundingan 11 perundingan IEU-CEPA dilaksanakan pada November 2021.

Spanyol juga menambahkan bahwa Indonesia merupakan salah satu prioritas bagi ekspansi bisnis dan pelaku usaha Spanyol. Untuk ITU, direncanakan Kunjungan Menteri Maroto bersama dengan Perwakilan Bisnis (misi dagang) untuk meninjau peningkatan Hubungan Perdagangan kedua gatra khususnya di sektor infrastruktur, udara dan sanitasi, energi terbarukan, serta Sektor lainnya.

Mendag Lutfi menyambut baik rencana tersebut dan menyampaikan kepentingan Indonesia untuk mendapatkan investasi dan transfer teknologi dalam rangka menghindari masalah Middle-Income Trap agar dapat menjadi negara penghasil dan pengekspor produk bernilai tambah.

Selanjutnya, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice President Uni Eropa Valdis Dombrovskis. Pertemuan membahas dua hal, yaitu Indonesia-EU CEPA dan persiapan KTM WTO ke-12. Mengenai minat perundingan IEU-CEPA, Mendag Lutfi menyampaikan bahwa komunitas bisnis Indonesia memiliki yang tinggi untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.

Namun, belakangan ini hubungan perdagangan bilateral kedua negara ini beberapa isu yang mempengaruhi perundingan. Kedua pihak untuk memberikan mandat kepada para negosiator untuk memperoleh kemajuan signifikan pada putaran ke-11 perundingan IEU-CEPA pada 8-12 November 2021 mendatang secara berani.

Mendag Lutfi dan EVP Dombrovskis direncanakan akan kembali bertemu di sela-sela KTM WTO ke-12. Selain itu, pihak Uni Eropa mengharapkan dukungan Indonesia atas proposal Inisiatif Perdagangan dan Kesehatan yang salah satu hasil dari KTM ke-12 WTO.

Indonesia mengakui bahwa dalam upaya mengatasi pandemi, kesepakatan terkait ketentuan ketentuan perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIP) yang diperlukan khususnya bagi negara berkembang guna mendapatkan akses vaksin.

Sedangkan untuk menjalin konvensi mengenai beberapa isu prioritas pada KTM WTO ke-12, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala. Dalam pertemuan ini, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk melakukan konsolidasi dengan negara berkembang anggota WTO khususnya guna menemukan kesamaan untuk isu pertanian, subsidi perikanan, dan pengabaian TRIPs. 

(mj/ris/ris/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia