alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Jelang Idul Kurban, Harga Bumbu Dapur di Kota Mojokerto Meroket

Bawang Merah dan Cabai Rawit Alami Kenaikan Tertinggi
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sepekan jelang Idul Adha, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) terus meroket. Kenaikan masih didominasi bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai rawit. Kondisi ini diperkirakan terus bertahan hingga hari raya kurban.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (3/7) menunjukkan, kenaikan tertinggi terjadi pada bawang merah. Satu kilogramnya (kg) kini telah menyentuh harga Rp 60-65 ribu. ”Ini paling tinggi,” kata Ardian Firmansyah, salah satu pedagang.

Menurutnya, kenaikan bumbu dapur satu ini berlangsung secara signifikan. Sebagai perbandingan, sepekan lalu harga bawang merah masih berada di kisaran Rp 50 ribu. Minimnya pasokan disebut-sebut membuat harga bawang merah terus meroket. Selain itu, kini kualitas yang didapat pedagang juga menurun. ”Sekarang kecil-kecil. Soalnya susah cari brambang,” tuturnya.

Baca Juga :  Sri Mulyani Beber Pendapatan Negara Melonjak 50,3 Persen Per Juli 2022

Selain bawang merah, harga komoditas bumbu dapur yang masih tinggi meliputi cabai rawit dan tomat. Masing-masing bertengger di harga Rp 105-120 ribu per kg dan Rp 24 ribu per kg. Khusus harga tomat kali ini melonjak tiga kali lipat dari harga normal yakni Rp 8 ribu per kg. ”Ugal-ugalan mahalnya. (Tomat) Rp 8 ribu (per kg) itu saja sudah termasuk mahal,” imbuh pria 30 tahun tersebut.

Tren kenaikan harga bapok, lanjut Ardian, sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Kondisi ini kian kentara sepekan jelang Idul Adha. Harga-harga bapok, khususnya bumbu dapur, kompak melonjak. Disebutnya, harga saat ini bukan tidak mungkin bakal terus meningkat saat hari raya nanti. ”Kalau pas kurban biasanya masih mahal, bisa-bisa tambah naik lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  13 Indomaret di Kabupaten Mojokerto Ilegal

Kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktof. Misalnya, musim panen yang telah lewat hingga cuaca yang tak menentu. Hal itu berdampak pada minimnya pasokan di pasar.

Fluktuasi sejumlah harga bapok (per kg) di Kota Mojokerto juga terpantau di laman https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel tadi malam. Misalnya harga daging ayam broiler yang menyentuh Rp 35.500, telur ayam Rp 27.500, cabai rawit Rp 89 ribu, bawang merah Rp 52.500, serta bawang putih Rp 19 ribu. (adi/ron)

Bawang Merah dan Cabai Rawit Alami Kenaikan Tertinggi
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sepekan jelang Idul Adha, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) terus meroket. Kenaikan masih didominasi bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai rawit. Kondisi ini diperkirakan terus bertahan hingga hari raya kurban.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (3/7) menunjukkan, kenaikan tertinggi terjadi pada bawang merah. Satu kilogramnya (kg) kini telah menyentuh harga Rp 60-65 ribu. ”Ini paling tinggi,” kata Ardian Firmansyah, salah satu pedagang.

Menurutnya, kenaikan bumbu dapur satu ini berlangsung secara signifikan. Sebagai perbandingan, sepekan lalu harga bawang merah masih berada di kisaran Rp 50 ribu. Minimnya pasokan disebut-sebut membuat harga bawang merah terus meroket. Selain itu, kini kualitas yang didapat pedagang juga menurun. ”Sekarang kecil-kecil. Soalnya susah cari brambang,” tuturnya.

Baca Juga :  Polisi Rutin Cek Stok Solar SPBU

Selain bawang merah, harga komoditas bumbu dapur yang masih tinggi meliputi cabai rawit dan tomat. Masing-masing bertengger di harga Rp 105-120 ribu per kg dan Rp 24 ribu per kg. Khusus harga tomat kali ini melonjak tiga kali lipat dari harga normal yakni Rp 8 ribu per kg. ”Ugal-ugalan mahalnya. (Tomat) Rp 8 ribu (per kg) itu saja sudah termasuk mahal,” imbuh pria 30 tahun tersebut.

Tren kenaikan harga bapok, lanjut Ardian, sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Kondisi ini kian kentara sepekan jelang Idul Adha. Harga-harga bapok, khususnya bumbu dapur, kompak melonjak. Disebutnya, harga saat ini bukan tidak mungkin bakal terus meningkat saat hari raya nanti. ”Kalau pas kurban biasanya masih mahal, bisa-bisa tambah naik lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Sulap Perca Jadi Suvenir Berharga

Kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktof. Misalnya, musim panen yang telah lewat hingga cuaca yang tak menentu. Hal itu berdampak pada minimnya pasokan di pasar.

- Advertisement -

Fluktuasi sejumlah harga bapok (per kg) di Kota Mojokerto juga terpantau di laman https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel tadi malam. Misalnya harga daging ayam broiler yang menyentuh Rp 35.500, telur ayam Rp 27.500, cabai rawit Rp 89 ribu, bawang merah Rp 52.500, serta bawang putih Rp 19 ribu. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/