alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Omzet Perajin Bendera Merah Putih di Kota Mojokerto Tembus Rp 100 Juta

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun, perajin bendera merah putih dan umbul-umbul kebanjiran pesanan. Omzet mereka meningkat hingga di atas 50 persen lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pendapatan hingga saat ini telah menembus angka di atas Rp 100 juta lebih.

Berkah di bulan kemerdekaan ini salah satunya dirasakan Suboko, perajin bendera dan umbul-umbul di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ”Dibanding tahun-tahun sebelumnya omzet kita naik di atas 50 persen,” ungkap Suboko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (2/8).

Dia menceritakan, pesanana bendera yang dibuatnya datang sejak memasuki akhir bulan Juli kemarin. Dari mulai perorangan hingga instansi pemerintahan dan swasta. ”Yang banyak dari perseorangan, seperti pedagang bendera,” imbuh pria yang sudah menjalani usahanya sejak 17 tahun silam itu.

Baca Juga :  Menko Airlangga : Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik
KONSISTEN: Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan bendera merah putih dan umbul-umbul di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Selasa (2/8).

Bendera buatan Suboko memang tidak asing di mata masyarakat. Terlebih, sejak tahun 2008 lalu, dia telah merintis usahanya hingga terdengar sampai luar kota. ”Pesanan juga datang dari berbagai kota. Seperti Jombang, Sidoarjo, Surabaya, bahkan Malang,” tambahnya.

harga bahan baku kain bendera dan umbul-umbul belakangan ini naik, Suboko mengaku memilih tidak menaikkan harga jual bendera dan umbul-umbul. Kepada konsumen atau pelanggan, dia menawarkan pilihan harga. Untuk bendera termurah, Suboko menawarkan Rp 2 ribu per lembar. Sedangkan, bendera merah putih termahal ditawarkan Rp 250 ribu per lembar. ”Kalau umbul-umbul variatif. Ketinggiannya ada yang mencapai 6 meter,” papar dia.

Untuk mengerjakan pesanan bendera dan umbul-umbul, selama ini Suboko dibantu oleh 9 karyawan. Semua karyawan tersebut adalah keluarga dan bahkan anak cucunya. ”Tidak ada orang luar, semua keluarga,” imbuh dia. Disinggung perihal omzet yang diraih pada tahun ini, Suboko menyatakan, pendapatan yang diraihnya kali ini cukup menjanjikan.

Baca Juga :  Pedagang Eceran Diberi Kelonggaran
KONSISTEN: Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan bendera merah putih dan umbul-umbul di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Selasa (2/8).

Di mana, setiap harinya dia mampu meraih omzet antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. ”Omzet keseluruhan belum saya hitung, cuma kalau diperkirakan ya bisa mencapai Rp 100 juta lebih. Itu pun tanggal 10 Agustus nanti pesanan sudah mulai berkurang,” tandas Suboko. (ris)

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun, perajin bendera merah putih dan umbul-umbul kebanjiran pesanan. Omzet mereka meningkat hingga di atas 50 persen lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pendapatan hingga saat ini telah menembus angka di atas Rp 100 juta lebih.

Berkah di bulan kemerdekaan ini salah satunya dirasakan Suboko, perajin bendera dan umbul-umbul di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ”Dibanding tahun-tahun sebelumnya omzet kita naik di atas 50 persen,” ungkap Suboko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (2/8).

Dia menceritakan, pesanana bendera yang dibuatnya datang sejak memasuki akhir bulan Juli kemarin. Dari mulai perorangan hingga instansi pemerintahan dan swasta. ”Yang banyak dari perseorangan, seperti pedagang bendera,” imbuh pria yang sudah menjalani usahanya sejak 17 tahun silam itu.

Baca Juga :  Situs Selokelir, Warisan Majapahit yang Ditemukan Mandor Kebun Asal Belanda
KONSISTEN: Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan bendera merah putih dan umbul-umbul di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Selasa (2/8).

Bendera buatan Suboko memang tidak asing di mata masyarakat. Terlebih, sejak tahun 2008 lalu, dia telah merintis usahanya hingga terdengar sampai luar kota. ”Pesanan juga datang dari berbagai kota. Seperti Jombang, Sidoarjo, Surabaya, bahkan Malang,” tambahnya.

harga bahan baku kain bendera dan umbul-umbul belakangan ini naik, Suboko mengaku memilih tidak menaikkan harga jual bendera dan umbul-umbul. Kepada konsumen atau pelanggan, dia menawarkan pilihan harga. Untuk bendera termurah, Suboko menawarkan Rp 2 ribu per lembar. Sedangkan, bendera merah putih termahal ditawarkan Rp 250 ribu per lembar. ”Kalau umbul-umbul variatif. Ketinggiannya ada yang mencapai 6 meter,” papar dia.

Untuk mengerjakan pesanan bendera dan umbul-umbul, selama ini Suboko dibantu oleh 9 karyawan. Semua karyawan tersebut adalah keluarga dan bahkan anak cucunya. ”Tidak ada orang luar, semua keluarga,” imbuh dia. Disinggung perihal omzet yang diraih pada tahun ini, Suboko menyatakan, pendapatan yang diraihnya kali ini cukup menjanjikan.

Baca Juga :  Pedagang Eceran Diberi Kelonggaran
KONSISTEN: Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan bendera merah putih dan umbul-umbul di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Selasa (2/8).
- Advertisement -

Di mana, setiap harinya dia mampu meraih omzet antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. ”Omzet keseluruhan belum saya hitung, cuma kalau diperkirakan ya bisa mencapai Rp 100 juta lebih. Itu pun tanggal 10 Agustus nanti pesanan sudah mulai berkurang,” tandas Suboko. (ris)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/