alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

28 Perusahaan Baru Masuk Mojokerto

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gempuran pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto tetap membuat investor berdatangan. Sedikitnya, 28 perusahaan menengah ke atas masuk ke wilayah dengan 18 kecamatan ini. Sepuluh di antaranya bahkan sudah beroperasi dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga.

Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, mengatakan, pembangunan infrastuktur yang konsisten Pemkab Mojokerto menjadi magnet tersendiri bagi para investor. Buktinya, sepanjang 2021, ada puluhan perusahaan baru yang berdiri untuk berinvestasi. ’’Tahun 2021, ternyata ada sekitar 28 perusahaan masuk. 10 unit di antaranya sudah beroperasi. Statusnya menengah besar,’’ ungkapnya.

Dengan bertambahnya perusahaan, membuktikan jika kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini tak hanya membuat lapangan kerja terpuruk. Puluhan perusahaan ini menjadi salah satu solusi bagi pemda menurunkan angka pengangguran yang tercatat di akhir 2021 lalu masih diangka 5,54 persen.

Baca Juga :  Kisah Warga Mojokerto Seorang Diri Bikin Bungker Sedalam 15 Meter (2-habis)

Artinya, masih ada 35 ribu lebih warga usia produktif yang belum mendapatkan kerja. ’’Angka itu turun 0,05 persen dari tahun sebelumnya. Sisanya menjadi PR kita di tahun ini. Jadi dengan beroperasinya perusahaan baru ini tentu akan menambah lapangan pekerjaan baru di daerah,’’ tegasnya.

Di tengah pemulihan ekonomi sekarang ini, disnaker bakal menargetkan angka pengangguran bisa kembali turun. ’’Paling tidak, bisa turun 5,0 persen,’’ tambahnya.

Salah satunya dengan menggelar job fair. Dengan melibatkan ratusan industri yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto, pemerintah bakal menjaring para pencari kerja. Baik, melalui perbankan, manufaktur, jasa layanan informasi teknologi informasi, alkes, finance, multimedia dan perdagangan.

’’Termasuk, kita juga perhatikan dan utamakan ribuan pelamar yang belum tertampung dalam job fair sebelumnya. Minimal dari ribuan pelamar, ada 2.000-an yang bisa masuk dan dapat kerja tahun ini,’’ paparnya.

Baca Juga :  Harga Telur Melandai

Tak sekadar menjadi buruh pabrik, melalui pelatihan ketrampilan, pemda juga akan mendorong para pencari kerja usia produktif ini untuk bisa mandiri. Bisa membuka usaha sendiri dengan suntikan modal dari pemerintah. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gempuran pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto tetap membuat investor berdatangan. Sedikitnya, 28 perusahaan menengah ke atas masuk ke wilayah dengan 18 kecamatan ini. Sepuluh di antaranya bahkan sudah beroperasi dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga.

Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, mengatakan, pembangunan infrastuktur yang konsisten Pemkab Mojokerto menjadi magnet tersendiri bagi para investor. Buktinya, sepanjang 2021, ada puluhan perusahaan baru yang berdiri untuk berinvestasi. ’’Tahun 2021, ternyata ada sekitar 28 perusahaan masuk. 10 unit di antaranya sudah beroperasi. Statusnya menengah besar,’’ ungkapnya.

Dengan bertambahnya perusahaan, membuktikan jika kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini tak hanya membuat lapangan kerja terpuruk. Puluhan perusahaan ini menjadi salah satu solusi bagi pemda menurunkan angka pengangguran yang tercatat di akhir 2021 lalu masih diangka 5,54 persen.

Baca Juga :  Lolos ke Final, eLKISI FC Targetkan Juara

Artinya, masih ada 35 ribu lebih warga usia produktif yang belum mendapatkan kerja. ’’Angka itu turun 0,05 persen dari tahun sebelumnya. Sisanya menjadi PR kita di tahun ini. Jadi dengan beroperasinya perusahaan baru ini tentu akan menambah lapangan pekerjaan baru di daerah,’’ tegasnya.

Di tengah pemulihan ekonomi sekarang ini, disnaker bakal menargetkan angka pengangguran bisa kembali turun. ’’Paling tidak, bisa turun 5,0 persen,’’ tambahnya.

Salah satunya dengan menggelar job fair. Dengan melibatkan ratusan industri yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto, pemerintah bakal menjaring para pencari kerja. Baik, melalui perbankan, manufaktur, jasa layanan informasi teknologi informasi, alkes, finance, multimedia dan perdagangan.

- Advertisement -

’’Termasuk, kita juga perhatikan dan utamakan ribuan pelamar yang belum tertampung dalam job fair sebelumnya. Minimal dari ribuan pelamar, ada 2.000-an yang bisa masuk dan dapat kerja tahun ini,’’ paparnya.

Baca Juga :  Merupakan Peluang untuk Skilling, Upskilling, dan Reskilling

Tak sekadar menjadi buruh pabrik, melalui pelatihan ketrampilan, pemda juga akan mendorong para pencari kerja usia produktif ini untuk bisa mandiri. Bisa membuka usaha sendiri dengan suntikan modal dari pemerintah. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/