Kenaikan harga terpantau merata di seluruh pasar yang tersebar di 18 kecamatan. Baik pasar milik desa ataupun yang dikelola pemda. Tertinggi harga bumbu dapur ini terjadi di Pasar Dlanggu dan Pugeran serta Pasar Raya Mojosari, capai Rp 60 ribu per kilogram. ’’Di pasar raya Mojosari sudah tembus Rp 55–60 ribu per kilo,’’ ungkap Gangga, salah satu pedagang.
Menurutnya, kenaikan ini sebenarnya sudah terjadi lama secara bertahap. Namun, sebelum Natal dan tahun baru, harga tidak semahal kali ini. Meski sempat turun di bawah Rp 40 ribu per kilo di penghujung tahun lalu, sepekan ini harganya terus merangkak naik hingga kian tak terkendali tembus harga tertinggi Rp 60 ribu per kilogram. Sementara itu, harga terendah ada di Pasar Dinoyo Jatirejo, yakni, Rp 54 ribu per kilogram.
Sejumlah faktor jadi pemicu. Salah satunya karena cuaca. Hujan yang tidak menentu akhir-akhir ini menjadikan panen cabai milik para petani tak bisa maksimal dan mudah busuk. Secara tidak langsung, hal itu membuat para petani rentan merugi. ’’Habis libur Nataru kemarin, permintaan mulai meningkat lagi tapi petani libur, jadi stok habis semua,’’ katanya.
Seperti hukum pasar, dengan minimnya pasokan, harga kian melambung. Disebutnya, harga bisa saja turun kembali dengan cepat. Dengan catatan pasokan aman dan cuaca juga stabil. Hujan tidak tinggi yang berpotensi merusak tanaman cabai petani yang seharusnya kini masuki masa panen raya. ’’Kalau kondisi hujan kan komoditasnya cepat rusak. Juga waktu panen kan terbatas. Itu yang membuat harga cabai kian mahal,’’ tuturnya.
Selain cabai rawit, harga bawang merah juga alami kenaikan dengan harga tertinggi Rp 34 ribu per kilogram dan terendah Rp 25 ribu per kilo di Pasar Pohjejer. Pun demikian dengan minyak goreng curah juga tetingi tembus Rp 16,5 ribu per kilogram. Sedangkan gula per kilo tertinggi dibandrol Rp 14 ribu. Disis lain, sejumlah komodiats juga berangsur turun. Seperti daging ayam boiler kini terendah dijual Rp 28 ribu per kilogram. Sementara telur ayam ras juga ternedah dijual Rp 26 ribu per kilogram.
Dikonfirmasi, Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah, menegaskan, upaya pengendalian melalui operasi pasar bakal terus digeber. Sejumlah komoditas juga disiapkan untuk menekan harga di pasaran kembali stabil. ’’Kami juga edukasi masyarakat agar tidak tergantung dengan cabai segar. Sehingga, di setiap operasi pasar yang kami gelar, kami akan sediakan cabai olahan,’’ ungkapnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah