25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Investasi Tumbuh Subur di Kota Mojokerto

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Investasi di Kota Mojokerto terus bergeliat. Bahkan di tengah pemulihan ekonomi nasional, besaran invetasi di Kota Onde-Onde ini tercatat mencapai Rp 1,7 triliun. Angka itu melesat lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp 340 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Heryana Dodik Murtono menegaskan, investasi di Kota Onde-Onde hingga kini terus tumbuh. ’’Capaian ini menunjukkan jika iklim investasi di Kota Mojokerto tumbuh positif,’’ ungkapnya, kemarin (22/1).

Angka itu merupakan hasil pencatatan setiap triwulan. Sesuai UU RI nomor 25 tahun 2007, Tentang Penanaman Modal. Baik melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Laporan Kegiatan Penananaman Modal (LKPM). Masing-masing Rp 109,815 miliar dari INB dan Rp 1,596 triliun dari LKPM. ’’Jadi total realisasi nilai investasi di 2022 ini capai Rp 1,7 triliun. Angka itu melesat dari yang kami targetkan Rp 365 miliar,’’ tuturnya.

Nominal itu, lanjut Dodik juga melambung lima kali lipat jika dibandingkan realisasi investasi pada 2021. Yakni Rp 340,452 miliar dari yang ditargetkan Rp 360 miliar. Dengan kenaikan nilai investasi tersebut menjadi bukti jika pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto juga terus membaik. Dan tumbuh paska gempuran pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun lalu. Hal ini selaras dengan pemulihan ekonomi yang terus digaungkan pemerintah. ’’Dengan realisasi investasi di Kota Mojokerto yang masih cukup besar, membuktikan masih banyak investor yang tertarik masuk. Yang utama karena Kota Mojokerto juga pusat keramaian,’’ beber mantan Kasatpol PP ini.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional Tak Sedap Lagi

Meski lahan terbatas, lanjut Dodik, peningkatan nilai investasi di tahun berjalan masih cukup berpotensi. Baik modal tetap atau pun modal berjalan. Apalagi, tak jarang, para pemodal anyar yang masuk juga memanfaatkan bangunan lawas untuk menjalankan usahanya. Khusunya sektor kuliner, sejauh ini masih menjadi investasi yang mendominasi di kota ini tiap tahunnya. ’’Secara otomastis kondisi itu akan bisa menyumbang peningkatkan pendapatan asli daerah melalui sektor pajak. Di sisi lain, juga mendongkrak ekonomi masyarakat,’’ jelasnya.

Menurutnya, pencatatan investasi itu diukur dari uang yang masuk. Sehingga sebagai optimalisasi, DPMPTSP juga terus mempromosikan investasi untuk menarik para investor. ’’Yang wajib melaporkan LKPM adalah usaha dengan batasan usaha Rp 1 miliar. Sekarang kami terus mendata bidang usaha yang modalnya minimal Rp 1 miliar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Idul Kurban, Harga Bumbu Dapur di Kota Mojokerto Meroket

Ddengan proyeksi destinasi baru Wisata Bahari di kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon tahun ini, Dodik memastikan juga bakal dilirik investor. Apalagi, wisata yang berada di kawasan barat Kota Mojokerto itu berbasis sejarah dan budaya yang juga masuk proyek strategis nasional sesuai Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gerbangkertasusila.

Peluang itu sebelumnya juga sudah disampaikan di forum bisnis untuk investor pada 2022. ’’Kalau destinasi wisatanya kan sudah di-handle pemerintah daerah, sekarang tinggal mencari investor pendukung. Misalnya penginapan, parkir, hingga perdaganganan. Tentu kami optimistis akan membuat pertumbuhan investasi terus tumbuh. Itu akan menjadi angin sengar bagi investor baru,’’ paparnya. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/