alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

60 IKM di Kabupaten Mojokerto Terima Sertifikat Merek Dagang

Tingkatkan Daya Saing dan Beri Kepastian Keamanan Produk

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 60 Industri Kecil Menengah (IKM) makan minum (mamin) menerima sertifikat merek dagang dari Pemkab Mojokerto. Sertifikat ini diperoleh para IKM itu buah program dari fasilitasi standarisasi Disperindag Kabupaten Mojokerto yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Didampingi Kepala Disperindag Iwan Abdillah dan Camat Kutorejo Nuryadi, sertifikat merek dagang ini diserahkan langsung Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara simbolis ke Titik Hidayati asal Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, pemilik IKM ikan tengiri, Dua Bersaudara.
Fasilitasi standarisasi merek dagang bagi para IKM Kabupaten Mojokerto itu diharapkan bisa menjadi pendorong untuk menguatkan keberadaan produk IKM khususnya mamin ke para konsumennya. Selain itu, kepemilikan merek dagang itu sangat penting untuk mengantisipasi pertikaian dengan pelaku usaha lain dengan merek sama.

’’Alhamdulillah, saat ini semua produk kita bermerek dan diakui. Karena jika ini tidak memiliki merek yang terdaftar dan diakui, maka bisa saja produk-nya dipakai orang lain. Sehingga, ini akan mempengaruhi penjualan dan pelanggan bisa terkecoh dengan merek yang sama,’’ terang Ikfina, dalam acara fasilitasi standarisasi IKM di rumah industri Dua Bersaudara, Kutorejo.

Baca Juga :  BRI Dinobatkan Menjadi Kantor Tangguh Semeru

Ikfina berpesan, para IKM yang terdaftar memiliki merek dagang itu untuk terus meningkatkan kualitas produk. Pasalnya, kualitas mutu suatu produk dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen. Untuk menarik pelanggan, para IKM juga harus mengupayakan produknya memiliki harga yang bersaing. ’’Lantaran saat ini bersamaan dengan adanya inflasi. Maka kualitas bukan nomor satu. Yang dicari masyarakat kita ini adalah yang utama harga yang murah. Maka kita harus menyesuaikan pasar dan pelanggan kita,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kadisperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah menegaskan, sudah ada 114 merek dagang diberikan kepada IKM. Terdiri, jenis agrokim 60 produk dan ilmate sebanyak 54 produk. Disebutnya, standarisasi dan sertifikasi terhadap produk IKM menjadi upaya pemerintah meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk. Sekaligus jaminan dari pemerintah akan keamanan suatu produk untuk dikonsumsi masyarakat. ’’Standardisasi kepada pelaku IKM ini tujuannya untuk menghasilkan produk yang aman, sehat, utuh dan halal. Sehingga produk IKM di Kabupaten Mojokerto memiliki daya saing di tengah era globalisasi sekarang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kolaborasi dengan Bank Sumut, BNI Usung Orange Synergy

Mengingat pentingnya peran IKM, pemda terus mendorong pengembangan sektor strategis tersebut agar semakin kompetitif. Berbagai pembinaaan dan fasilitasi kepada pelaku IKM pun terus digenjot. Meliputi, fasilitasi sertifikasi halal dan fasilitasi pendaftaran merek gratis yang dibiayai pemkab melalui disperindag. ’’Selain itu, juga pembinaan dan bimbingan CPPB, CPOB dalam rangka mendapatkan ijin edar pangan dan obat tradisional. Termasuk, pelatihan ISO bagi pelaku IKM dengan komoditi wajib SNI,’’ tandasnya. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/