25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Harga Cabai di Tingkat Petani Anjlok

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga cabai rawit di tingkat petani tengah anjlok. Satu kilogramnya harga laku Rp 25 ribu (per kilogram). Fluktuasi harga itu bersamaan dengan datangnya serangan petek. Hama jamur banyak menyasar tanaman tua yang sudah dipetik lebih dari lima kali.

Kondisi demikian diketahui berdasarkan pemantauan oleh Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, kemarin (21/3). Petugas turun ke lapangan melihat para petani yang tengah panen. ”Ada keluhan petani indikasi secara OPT cabai dan harganya agak turun,” ujar Petugas POPT wilayah Kecamatan Jetis dan Dawarblandong, Fatkurrohman.

Buah cabai mengalami kering di pohon. Hal itu lantaran terserang jamur fusarium atau petek. Petani diharapkan melakukan penanaman lebih awal. Sehingga, masa panennya lebih cepat dibanding daerah lain.

Baca Juga :  PKU Online Akbar Jawa Timur Sehat, UMKM Kuat

Petani sudah memasuki 8-9 kali petik. Fatkur menyebut, serangan hama petek banyak terjadi pada tanaman cabai yang sudah menua. Hal itu berkaitan dengan kondisi tanaman yang sudah lemah dan nutrisi berkurang. ”Biasanya kalau sudah lebih dari lima kali panen itu mulai rentan diserang hama,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya memastikan, serangan hama tersebut tak berpengaruh secara signifikan. Pihaknya juga bakal memberi sosialisasi kepada petani terkait perawatan tanaman untuk meminimalisir risiko hama. Untuk jangka pendek, pihaknya menyarankan pemupukan ulang. ”Tapi saya minta jangan pakai urea, karena kandungannya rentan hama,” ungkap Fatkur.

Di samping keluhan hama, pihaknya juga mendapat laporan tentang turunnya harga cabai. Kemarin, harga cabai terpantau di kisaran Rp 24-25 ribu. Kondisi itu berlangsung sejak tiga hari terakhir. Harga anjlok dari sebelumnya yang sempat bertengger Rp 40 ribu. ”Fluktuasi harga cabai yang jadi keluhan. Kalau OPT-nya wajarlah,” imbuhnya.
Fluktuasi ekstrem itu ditengarai terjadi lantaran bertepatan dengan masa panen yang berlangsung di berbagai daerah. Salah satunya di Bangkalan, Madura. Melimpahnya stok cabai di pasaran membuat harga di tingkat petani murah. (adi/ron)

Baca Juga :  Lapak di Pasar Rakyat Kota Mojokerto Mangkrak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/