25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Harga Cabai Rawit di Pasar Kota Mojokerto Melejit

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga cabai rawit di pasaran terpantau melejit. Dari Rp 28 ribu per kilogram (kg), kini harga bumbu pedas itu sudah menginjak Rp 35 ribu per kg. Melonjaknya harga dipengaruhi faktor cuara dan penyakit tanaman.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (16/11) menunjukkan kondisi demikian. Ardian Firmasyah, salah satu pedagang menurutkan, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Yang paling drastis yakni cabai rawit. ”Sudah dua hari ini langsung naik,” katanya.

Harga cabai disebutnya mengalami kenaikan sekitar Rp 7 ribu per kg. Sebelumnya Ardian masih menjual cabai dengan harga Rp 28 ribu per kg. Namun, semenjak dua hari terakhir, harganya terkerek menjadi Rp 35 ribu per kg.

Baca Juga :  Buruh Usul UMK Naik 7,07 Persen

Menurut dia, mahalnya harga cabai terjadi karena sejumlah faktor. Saat ini, hasil panen cabai di Mojokerto minim sehingga dia harus mensuplay dari luar daerah. ”Di sini sudah tidak ada barang,” ujarnya. Di samping itu, musim penghujan juga membuat kualitas cabai menurun. ”Cabainya rusak, kena hama petek. Jadi lomboknya tidak bisa merah,” imbuhnya.

Aminin, pedagang lainnya menyampaikan hal senada. Menurutnya, belum ada panen cabai dari petani lokal. Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga membuat banyak buah cabai mudah rusak. ”Jadinya mahal karena harus mendatangkan dari jauh,” tuturnya.

Sementara itu, pantauan di https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel tadi malam, harga cabai rawit terpantau stagnan di harga Rp 24 ribu per kg. Grafis kenaikan harga justru terjadi pada cabai keriting dari Rp 28 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg dan cabai biasa dari Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 22 ribu per kg. (adi/ron)

Baca Juga :  10 Tahun Diejek Gembel oleh Mertua

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/