25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Harga Melonjak, Petani Dawarblandong Leles Cabai Kering di Ladang

Di Pasar, Harganya Tembus Rp 100 Ribu Per Kg
DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingginya harga cabai rawit di pasaran bertepatan dengan penghujung masa panen. Sejumlah petani di Kecamatan Dawarblandong pun memetik sisa-sisa cabai di pohon yang mulai mengering mumpung harganya sedang mahal.

Selama sepekan terakhir, harga cabai naik drastis. Di tingkat eceran, harga satu kilogram (kg) cabai berkisar Rp 80-90 ribu. Kondisi itu terus meningkat secara signifikan. Bahkan, di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto kemarin (9/6), harga cabai sudah tembus Rp 100 ribu per kg. ”Tergantung (kualitas) barangnya. Ada yang (Rp) 90, 95, sampai 100 (ribu per kg),” kata Adrian, salah satu pedagang.

Baca Juga :  Review Hijab Halima yang Membuat Wajah Cerah

Minimnya pasokan disinyalir membuat harga cabai di pasaran melambung. Hal ini bertepatan dengan selesainya masa panen. Hampir seluruh petani cabai di Kecamatan Dawarblandong misalnya, sudah tidak ada yang panen. Wilayah itu merupakan salah satu penghasil cabai di Mojokerto. ”Sudah tidak ada cabai, karena sudah habis,” kata Suhartini, petani di Desa Brayublandong.

Masa panen cabai sudah berlangsung lima bulan silam. Rata-rata para petani telah melakukan pemetikan sebanyak 12-15 kali. Saat masa panen raya itu, cabai hanya laku Rp 10-30 ribu per kg. Kini, ketika tanaman sudah tak menyisakan buah, harga cabai tengah mahal. Sebagian petani pun leles cabai yang masih bisa dipanen. Cabai-cabai masak yang tersisa di pohon yang hampir kering itu dipetik sekenanya. ”Masih dapat 2 kilogram, lumayan,” kata Didik, petani lain.

Baca Juga :  Perajin Kerupuk Hentikan Produksi

Cabai itu dijual langsung ke tengkulak yang keliling ke desa-desa. Di tingkat petani, satu kg cabai laku Rp 60-70 ribu per kg. Harga itu jauh lebih mahal dibanding ketika panen raya dengan harga tertinggi hanya Rp 38 ribu per kg. ”Lumayan lah, masih ada yang dijual. Kalau sekarang memang sedikit, karena sudah habis dan tidak ada hujan lagi,” tuturnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/