25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Petani Cabai di Dawarblandong Mojokerto Sambat Mahalnya Pupuk

DAWARBLANDONG – Kalangan petani di Kabupaten Mojokerto mengeluhkan mahalnya harga pupuk di pasaran. Salah satunya dirasakan petani cabai di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong. Terlebih, saat ini, tanaman cabai mereka sedang membutuhkan pemupukan, juga tak sedikit yang diserang hama patek.

”Kebutuhan untuk tanaman cabai kan banyak, sekarang hasilnya tidak maksimal, keriting-keriting. Karena kurang pupuk dan kurang air hujan,” ujar Yuliana, petani cabai Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Senin (9/1).

Saat ini, mayoritas kalangan petani cabai mengeluhkan mahalnya harga pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Yuliana mengungkapkan, harga pupuk bersubsidi sekarang dijual kisaran Rp 120 ribu untuk jenis phonska, sedangkan pupuk urea Rp 125 ribu per sak. Satu sak pupuk seberat 50 kilogram. ”Itu pun pembelian pupuknya dibatasi,” tambah dia.

Baca Juga :  Ditunjuk Tuan Rumah, Kabupaten Mojokerto Klaim Kesulitan Venue BMX

Namun, dikarenakan kebutuhan pupuk petani cukup tinggi, kini mereka tak sekadar mengandalkan pupuk bersubsidi. Melalui perangkat desa, petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi. Kendati harganya jauh lebih mahal dari pupuk bersubsidi.
”Ya mahal. Kadang dijual Rp 200 ribu, ada yang Rp 225 ribu, bahkan sampai Rp 300 ribu per sak. Itu pun belinya di luar (desa) lewat perangkat desa,” tandas Yuliana.

Sementara di sisi lain, petani terpaksa memanen cabai lebih awal. Sebab, tak sedikit tanaman cabai yang diserang hama patek. Hal itu sekaligus menghindari tingkat kerugian yang lebih tinggi. (fia/ris)

Artikel Terkait

Most Read

Lansia Diculik, Perhiasan Emas Dirampas

Pembakar Lahan Tebu Dipolisikan

Polri Ubah Regulasi Pengamanan Olahraga

Kota Kembali Buka Usulan BPUM

Artikel Terbaru

/