25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Sepatu Tenun Sooko, Alas Kaki dengan Sentuhan Seni

Berawal dari sekadar selingan di tengah aktivitas membatik, Lilib Gholibah kini sukses merambah usaha sepatu tenun.

Dengan mengusung tagline comfetnik atau comfort dan etnik, sepatunya kini tak hanya beredar di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Namun, sudah merambah luar pulau hingga luar negeri.

Lilib mengawali usaha sepatu tenun ini sejak tahun 2018 atau 2 tahun silam. Namun, hasil karya tangan wanita 55 tahun ini sudah terbukti kualitasnya. Berbagai pameran sudah diikuti. Mulai skala regional, nasional, hingga internasional.

’’Terakhir kita ikut pameran di Tawau, Malaysia,’’ kata wanita yang biasa disapa Lilib ini. Di berbagai pameran tersebut, tak jarang sepatu tenun ini menarik minat para pesohor dan para pembesar.

Baca Juga :  Menko Airlangga : Momentum Tingkatkan Kepercayaan Investor Global

Seperti Melanie Subono serta seorang Datuk Malaysia. Mereka sudah menyambangi stan dan mengakui kualitas karya Lilib. ’’Katanya sih memang nyaman dan enak buat beraktivitas,’’ ujar Lilib.

Meski begitu, Lilib tak lantas memasang banderol harga tinggi sepatu produksinya. Untuk ukuran sepatu yang berkualitas tersebut hanya dibanderol di kisaran Rp 175 ribu sampai sekitar Rp 250 ribu per pasangnya. Harga yang cukup miring dan terjangkau untuk berbagai kalangan. 

Dalam menjalankan usaha sepatu tenunnya, Lilib dibantu 3 pekerja. Di bengkel usahanya yang terletak di kawasan Sooko, berbagai motif dan model sepatu pesanan tersebut dikerjakan oleh tangan-tangan terampil.

Lilib mengakui, ia memang kerap menerima pesananan sepatu berdasarkan order. Selain itu, juga memasarkan secara online. Namun sayangnya pandemi Covid-19 membuat proses produksinya agak tersendat.

Baca Juga :  Lima Handphone Rusak Dirakit Jadi Satu Unit

Selain langkanya bahan, Lilib juga memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan dirinya serta keluarganya. Karena itu, ia memilih untuk sementara waktu vakum dari usaha yang sudah cukup sukses ini.

’’Padahal sebenarnya saya sudah mencoba masuk pasar Amerika Serikat. Dan kebetulan sepatu saya bisa diterima. Namun karena Covid, terpaksa kita vakum dulu untuk sementara waktu,’’ pungkas Lilib. (nto/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/