JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bau mulut kerap menjadi keluhan yang muncul saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kondisi ini tak jarang menurunkan rasa percaya diri, terutama saat beraktivitas di kantor, sekolah, maupun bertemu banyak orang.
Dokter gigi menyebut, penyebab utama bau mulut saat puasa adalah berkurangnya produksi air liur akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman selama belasan jam.
“Banyak minum terutama pada waktu sahur untuk menstimulasi produksi air liur saat sedang melaksanakan puasa. Hal ini mengingat air liur dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut,” ujar drg Paulus Januar dari Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
Menurutnya, ketika mulut dalam kondisi kering, bakteri lebih mudah berkembang. Bakteri tersebut menghasilkan senyawa sulfur atau volatile sulfur compounds (VSC) yang memicu aroma tidak sedap.
Selain faktor mulut kering, bau mulut juga bisa disebabkan kondisi patologis di rongga mulut. Seperti gigi berlubang, karang gigi, radang gusi, hingga penumpukan bakteri di pangkal lidah.
Tak hanya itu, konsumsi makanan beraroma tajam saat sahur maupun berbuka turut memperparah kondisi tersebut. Misalnya petai, jengkol, bawang putih, serta kebiasaan merokok.
“Bila mulut terasa kering, mungkin dapat pula diatasi dengan sering berkumur-kumur. Kemudian, hindari atau batasi konsumsi bahan yang dapat menimbulkan bau mulut, seperti petai, jengkol, bawang putih, serta sebaiknya tidak merokok,” tambahnya.
Dalam beberapa kasus, terdapat pula kondisi yang disebut pseudo halitosis atau bau mulut semu. Pada kondisi ini, seseorang merasa dirinya mengalami bau mulut, padahal secara medis tidak terdeteksi. Faktor psikologis seperti rasa cemas, stres, dan kurang percaya diri dapat mempengaruhi persepsi tersebut.
Untuk mencegah bau mulut saat puasa, dokter menyarankan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara optimal. Sikat gigi setelah berbuka dan sebelum tidur, serta setelah sahur. Membersihkan lidah juga penting untuk mengurangi penumpukan bakteri.
Selain itu, perbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka agar produksi air liur tetap terjaga. Konsumsi buah dan sayur juga membantu merangsang produksi air liur secara alami.
Bau mulut saat puasa sebenarnya merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun dengan perawatan yang tepat, masalah ini dapat diminimalkan sehingga aktivitas selama Ramadhan tetap nyaman dan percaya diri. NESTI
Editor : Imron Arlado