Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Apa Itu Valentine? Ini Sejarah dan Arti di Balik Peringatan Hari Kasih Sayang

Imron Arlado • Senin, 9 Februari 2026 | 21:41 WIB

 

Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari sebagai momen untuk mengekspresikan kasih sayang, baik kepada pasangan, keluarga, maupun orang terdekat
Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari sebagai momen untuk mengekspresikan kasih sayang, baik kepada pasangan, keluarga, maupun orang terdekat

JAWA POS RADAR MOJOKERTO  - Valentine merupakan sebuah tradisi yang dirayakan secara global setiap tanggal 14 Februari.

Perayaan ini dikenal dengan sebutan Hari Kasih Sayang. Sebagai Hari Kasih Sayang, Valentine identik dengan coklat dan bunga. Momen ini biasanya dirayakan dengan saling berbagi ucapan hingga hadiah kepada orang-orang tersayang, sebagai bentuk ungkapan cinta dan perhatian.

Hari Valentine merupakan perayaan tahunan yang didedikasikan untuk mengekspresikan rasa kasih sayang. Pada momen ini, banyak orang menunjukkan apresiasi kepada pasangan, keluarga, maupun sahabat melalui pemberian hadiah, kartu ucapan, atau tindakan sederhana yang bermakna.

Seiring waktu, Valentine berkembang menjadi fenomena budaya yang cukup dikenal di berbagai belahan dunia.

 

Baca Juga: Thrifting Makin Diminati karena Murah, Tapi Pengawasan Kualitas Masih Dipertanyakan

 

Dalam perayaannya, masyarakat kerap bertukar hadiah seperti bunga, coklat, dan kartu ucapan. Sejumlah simbol modern juga melekat dengan Valentine, di antaranya gambar hati, burung merpati, serta figur Cupid bersayap.

Tak jarang, momen ini dimanfaatkan untuk makan malam romantis atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama orang terdekat.

Namun, makna Hari Valentine kini semakin meluas dan tidak hanya terbatas pada hubungan romantis.

Banyak orang memaknainya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga, teman, hingga melakukan tindakan kebaikan sosial. Valentine pun menjadi pengingat untuk menghargai dan memperkuat berbagai hubungan penting dalam kehidupan.

 

Baca Juga: Trend Thrifting Kian Meningkat di Kalangan Masyarakat: Gaya Belanja Hemat, Ramah Lingkungan, Namun Tak Lepas dari pro dan Kontra

Asal-usul Hari Valentine

Di balik nuansa romantisnya, Hari Valentine ternyata menyimpan kisah tragis. Melansir dari History, meskipun sejarah Valentine masih diselimuti misteri, perayaan ini kerap dikaitkan dengan sosok Santo Valentine yang kisahnya mengandung unsur tradisi Kristen dan Romawi Kuno.

Dikisahkan, Santo Valentine merupakan seorang pendeta yang hidup pada abad ke-3 di Roma, pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II.

Saat itu, kaisar melarang para pria untuk menikah karena hendak diikutsertakan dalam peperangan. Kaisar beranggapan bahwa pria lajang dapat menjadi prajurit yang lebih baik dibandingkan mereka yang telah berkeluarga.

 

Baca Juga: Berburu Cahaya Langit, Paduan Pemula Memotret Hujan Meteor 2026

 

Santo Valentine menentang kebijakan tersebut karena dianggap tidak adil. Ia kemudian menikahkan pasangan-pasangan muda secara diam-diam. Tindakan ini akhirnya diketahui oleh Kaisar Claudius II, yang kemudian memerintahkan agar Santo Valentine dipenjara dan dijatuhi hukuman mati.

Selama berada di penjara, Santo Valentine disebut-sebut jatuh cinta kepada seorang gadis yang merupakan anak dari sipir penjara dan kerap mengunjunginya.

Menjelang eksekusi, Santo Valentine dikabarkan sempat mengirimkan sepucuk surat kepada gadis tersebut. Surat itu ditutup dengan kalimat “From Your Valentine” atau “dari Valentine-mu”.

 

Baca Juga: Gempa Pacitan M 6,4 Terjadi Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

 

Dari kisah inilah istilah “valentine” kemudian dikenal luas dan berkembang menjadi tradisi pengiriman pesan cinta, kartu ucapan, hingga puisi romantis yang ditulis tangan. RICA

 

Editor : Imron Arlado
#valentine #14 Februari #hari kasih sayang #sejarah valentine