JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Aurora Borealis adalah fenomena alam berupa cahaya warna-warni yang muncul di langit pada malam hari di wilayah belahan Bumi utara.
Cahaya tersebut terbentuk karena interaksi antara partikel bermuatan listrik dari Matahari dengan lapisan atmosfer Bumi yang bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen di atmosfer. Energi dari tabrakan itu dilepaskan dalam bentuk cahaya, yang terlihat sebagai kilauan hijau, merah, ungu, hingga biru.
Aurora Borealis tidak akan muncul secara merata di seluruh dunia karena sangat dipengaruhi oleh medan magnet Bumi dan letak geografis suatu negara.
Saat angin surya dari Matahari mencapai Bumi, sebagian besar partikel bermuatan tersebut dibelokkan oleh medan magnet.
Tetapi, di area kutub utara dan selatan, garis medan magnet justru mengarah masuk ke atmosfer. Akhirnya, partikel bermuatan lebih mudah menembus atmosfer di wilayah ini dan memicu terbentuknya aurora.
Partikel dari Matahari tidak menyebar ke seluruh permukaan Bumi. Partikel hanya terkonsentrasi di area berbentuk cincin yang disebut auroral oval. Aurora oval terletak di sekitar kutub magnet.
Nah negara yang berada di lintang tinggi dan dekat dengan kutub utara seperti Norwegia, Islandia, Finlandia, Kanada bagian utara, dan Alaska berada tepat di jalur auroral oval. Ini sebabnya aurora sering dan jelas terlihat di negara-negara tersebut.
Negara yang berada di lintang rendah atau wilayah tropis, terletak jauh dari jalur auroral oval. Wilayah ini, medan magnet Bumi lebih sejajar dengan permukaan.
Jadi, partikel Matahari sulit menembus atmosfer. Akhirnya, aurora hampir ataupun tidak pernah muncul dan tidak dapat dilihat seperti di negara lainnya.
Aurora bisa saja meluas ke wilayah yang rendah lintangnya saat terjadi badai geomagnetik kuat. Ialah ketika aktivitas Matahari meningkat drastis. Tetapi, kondisi ini sangat jarang dan sementara. Normalnya, aurora tetap terkunci di wilayah dekat kutub.
Jadi, kemunculan Aurora Borealis bukan soal keberuntungan, melainkan hasil kombinasi aktivitas Matahari, medan magnet Bumi, dan letak geografis.
LULUS
Editor : Imron Arlado