JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Lingkungan pertemanan yang rukun terbukti memberi dampak besar bagi kenyamanan di sekolah sekaligus membentuk karakter positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Rukun dengan teman bukan sekadar slogan yang sering terdengar di sekolah, tetapi menjadi kunci penting terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Ketika hubungan antar teman berjalan harmonis, sekolah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya kebersamaan dan rasa saling menghargai.
Di lingkungan sekolah, perbedaan latar belakang, sifat, dan kebiasaan sering kali tak terhindarkan. Namun, sikap rukun membuat perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan.
Siswa belajar untuk saling memahami, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah tanpa konflik berkepanjangan. Hal ini berdampak langsung pada suasana kelas yang lebih kondusif dan proses belajar yang efektif.
Menurut sejumlah guru dan pemerhati pendidikan, kerukunan antar teman dapat menekan potensi perundungan (bullying) di sekolah. Ketika siswa terbiasa saling menghormati dan peduli, rasa empati pun tumbuh.
Siswa yang mengalami kesulitan tidak merasa sendirian karena ada teman yang siap mendukung dan membantu.
Tak hanya berdampak di sekolah, sikap rukun juga membawa pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari. Anak dan remaja yang terbiasa menjaga hubungan baik dengan teman cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik.
Mereka lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih kuat.
Kerukunan juga membuat aktivitas sekolah terasa lebih seru. Mulai dari belajar kelompok, kegiatan ekstrakurikuler, hingga acara sekolah seperti pentas seni dan olahraga.
Semuanya berjalan lebih menyenangkan saat dilakukan bersama teman yang kompak, tawa, kerja sama, dan rasa kebersamaan menjadi pengalaman berharga yang sulit dilupakan.
Untuk menjaga kerukunan, siswa perlu menanamkan sikap saling menghargai, jujur, dan mau mendengarkan pendapat orang lain. Menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang baik serta menghindari kekerasan fisik maupun verbal juga menjadi langkah penting.
Peran guru dan orang tua pun dibutuhkan untuk memberi contoh dan mengarahkan anak dalam membangun pertemanan yang sehat.
Dengan rukun bersama teman, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial. Kerukunan inilah yang membuat sekolah dan kehidupan terasa lebih seru, bermakna, dan penuh kenangan positif.
CINDY
Editor : Imron Arlado