Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Daur Ulang Plastik, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Imron Arlado • Jumat, 30 Januari 2026 | 18:17 WIB
Daur Ulang Plastik, Solusi atau Sekadar Ilusi?
Daur Ulang Plastik, Solusi atau Sekadar Ilusi?

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Masalah sampah plastik masih menjadi tantangan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Setiap hari, jutaan ton plastiksekali pakai berakhir di tempat pembuangan akhir, Sungai, hingga laut.

Di tengah krisi ini, daur ulang plastik sering digadang-gadang sebagai Solusi utama. Namun, muncul masalah pertanyaan penting: apakah daur ulang benar-benar Solusi nyata, atau hanya ilusi yang menenangkan rasa bersalah manusia terhadap lingkungan?

Secara konsep, daur ulang plastic bertujuan mengelola kembali limbah plastik bertujuan mengolah limbah plastik menjadi produk baru yang dapat digunakan. Upaya ini dinilai mampu mengurangi volume sampah, menghemat sumber daya alam, serta menekan pencemaran lingkungan.

Pemerintah, industri, dan masyarakat pun terus didorong untuk memilah sampah dan mendukung ekonomi sirkular berbasis daur ulang.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kenyataan yang tidak sesederhana itu. Tidak semua jenis plastik dapat didaur ulang. Banyak plastik kemasan makanan, plastik multilayer, dan plastik berkualitas rendah justru sulit diproses kembali.

 

 

Akibatnya, hanya sebagian kecil sampah plastik yang benar-benar berhasil didaur ulang, sementara sisanya tetap berakhir di lingkungan. Selain itu, proses daur ulang plastic juga membutuhkan biaya tinggi dan teknologi khusus.

Di berbagai daerah, fasilitas daur ulang masih terbatas, sehingga sampah plastik yang sudah dipilah pun akhirnya  bercampur Kembali dan dibuang.

Hal ini memunculkan anggapan bahwa kampanye daur ulang seringkali hanya menjadi simbol kepedulian tanpa dampak signifikan jika tidak dibarengi sistem pengelolaan yang memadai.

Meski begitu, bukan berarti daur ulang tidak berguna sama sekali. Daur ulang tetap memiliki peran penting jika dijalankan secara serius, didukung kebijakan yang kuat, teknologi yang tepat, serta kesadaran masyarakat.

Tanpa itu semua, daur ulang berisiko menjadi sekadar ilusi—terlihat seperti solusi, namun gagal menyelesaikan akar persoalan.

JATI

Editor : Imron Arlado
#lingkungan #solusi #daur ulang sampah #sampah #plastik