JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam dunia gym atau fitness, cutting adalah fase lanjutan setelah bulking. Jika bulking bertujuan menambah masa otot, maka cutting bertujuan untuk mengurangi lemak tubuh tanpa menghilangkan otot yang sudah dibangun.
Cutting biasanya mengkonsumsi kalori lebih sedikit dari kebutuhan harian tubuh, sambil tetap mempertahankan latihan beban. Hal ini bertujuan untuk menurunkan lemak tubuh sambil menjaga massa otot.
Baca Juga: Rusunawa di Kota Mojokerto Jadi Solusi Warga Tak Punya Rumah
Pola makan menjadi kunci utama dalam fase cutting. Kesalahan yang sering terjadi adalah makan terlalu sedikit, padahal hal ini justru bisa merusak otot.
Beberapa prinsip pola makan saat proses cutting adalah:
- Protein tinggi, untuk menjaga massa otot (ayam, telur, ikan, tempe, tahu)
- Karbohidrat dikontrol, bukan dihilangkan atau tidak sama sekali (nasi, kentang, oatmeal)
- Lemak sehat (alpukat, kacang, minyak zaitun)
- Sayur dan buah, untuk serat dan vitamin
Kalori yang diperlukan saat cutting adalah 300-500 kalori per hari, ini bertujuan agar hasilnha aman dan bertahan lama.
Saat Latihan, sebagian besar orang mengira cutting hanya butuh cardio. Padahal, latihan beban tetap wajib untuk menjaga otot.
Latihan yang disarankan dan yang paling umum dilakukan adalah:
- Latihan beban 3-5 kali seminggu
- Compound exercise harus tetap dilakukan
- Kardio (sebagai tambahan) sekitar 20-30 menit
Latihan saat cutting bertujuan ini untuk mempertahankan kekuatan, dan tidak mengejar beban maksimal.
Istirahat yang cukup tetap dibutuhkan meskipun asupan kalori berkurang. Kurangnya tidur akan memperlambat pembakaran lemak dan membuat tubuh lebih mudah lelah.
Konsisten jauh lebih penting dari hasil yang cepat. Cutting yang baik biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan.
NENSI
Editor : Imron Arlado