Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketika Bangunan Menjadi Karya Hidup, Berikut Ini Filosofi di Balik Bangunan Sanctuary of Truth

Imron Arlado • Minggu, 16 November 2025 | 21:23 WIB
Di dunia ini, banyak bangunan bersejarah yang memiliki kisah, makna, dan konsep yang unik di baliknya. Sumber foto: Google
Di dunia ini, banyak bangunan bersejarah yang memiliki kisah, makna, dan konsep yang unik di baliknya. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia ini, banyak bangunan bersejarah yang memiliki kisah, makna, dan konsep yang unik di baliknya.

Salah satunya adalah bangunan kayu megah di Pattaya yang didirikan oleh seorang visioner bernama Lek Viriyaphan.

Lek Viriyaphan adalah seorang yang sejak dulu telah dikenal sebagai orang yang memiliki ketertarikan mendalam di dunia seni, mitologi, dan budaya Asia.

Sebagai seorang kolektor dan pengagum nilai-nilai spiritual, Lek Viriyaphan seringkali tergabung dalam proyek-proyek berskala besar yang menggandeng sejarah dan filosofi kuno.

Sebelum merancang bangunan kayu megah yang ada di Pattaya, Lek Viriyaphan juga menciptakan Muang Boran atau Ancient City dan Erawan Museum.

Dua bangunan tersebut merupakan proyek yang sama-sama menonjolkan kombinasi antara estetika dan gagasan tentang perjalanan hidup manusia.

Pemikirannya mengenai alur kehidupan yang berubah-ubah dan tak pernah menuju "akhir" yang statis akhirnya menjadi fondasi dan dorongan utama berdirinya bangunan kayu megah di Pattaya.

 

Baca Juga: Pameran Nasional Ramaikan Jambore #2 Minitrek Minion

 

Bangunan kayu megah tersebut adalah Sanctuary of Truth yang terletak di Thailand, tepatnya di pesisir Pattaya, Chonburi, dan berdiri sebagai struktur kayu raksasa yang berdiri setinggi lebih dari seratus meter.

Seluruh bangunannya tersusun dari struktur kayu tanpa paku logam yang menunjukkan teknik sambungan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, detail di dalam dan di sisi luar ruangan Sanctuary of Truth ini dipenuhi dengan ukiran-ukiran yang menggabungkan antara simbol-simbol agama Budha, Hindu, dan filosofi timur lainnya.

Tampilan visual atau karakter fisiknya yang sangat monumental membuat tempat ini tampil layaknya tempat serbaguna, yakni kuil, museum, sekaligus ruang pembelajaran bagi pengunjung yang ingin memahami seni dan keindahan di dalamnya.

Sejak awal pembangunannya, Sanctuary of Truth telah dikenal sebagai bangunan konstruksi yang tak memiliki tanggal pasti kapan selesainya.

Status tersebut tak hanya menggambarkan kondisi konstruksi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas bangunan Sanctuary of Truth.

Selain sebagai identitas bangunan, status kondisi Sanctuary of Truth yang tak memiliki tanggal selesai juga dipicu oleh alasan teknis, kondisi, dan model ukiran yang rumit.

Penggunaan kayu sebagai material utama pada bangunan ini membuat Sanctuary of Truth membutuhkan perawatan berkala tanpa henti.

Kelembapan udara laut, usia kayu, dan kondisi alam juga menjadi faktor utama bangunan ini membutuhkan perawatan ekstra, seperti mengganti atau memperkuat susunan kayu di bagian-bagian tertentu.

Kemudian, berbagai ukiran-ukiran dengan detail yang rumit juga menuntut proses pengerjaan yang sangat panjang, sehingga pengerjaan baru maupun perbaikan lama akan selalu berdampingan setiap saat.

Karena kondisi tersebutlah Sanctuary of Truth menjadi bangunan raksasa bersejarah yang tampak selalu hidup dengan para pemahat dan pekerja lainnya yang terus mengerjakan bagian-bagian tertentu layaknya studio seni raksasa.

Tak hanya itu, yang membuat bangunan ini semakin menarik adalah konsep "karya hidup" atau living work yang memang telah diusung oleh Lek Viriyaphan.

 

Baca Juga: Desa Balongmojo, Kecamatan Puri Gencarkan Aksi PSN, Antisipasi Serangan Demam Berdarah

 

Ia menginginkan proyek ini menjadi sebuah karya yang terus berkembang dan berlanjut seiring berjalannya waktu, sama seperti kehidupan yang dinamis namun tak pernah sampai di akhir yang statis.

Setiap sisi bangunan Sanctuary of Truth ini dihiasi oleh beragam ukiran yang mencerminkan kisah, ajaran, dan simbol-simbol dari berbagai tradisi Asia.

Contohnya seperti ukiran dewa-dewa, makhluk mitologi, representasi alam semesta, hingga ukiran yang menggambarkan kehadiran manusia yang saling terhubung satu sama lain.

Seluruh hal tersebut kemudian membentuk narasi tentang kisah perjalanan hidup manusia yang terus bergerak mencari makna, kebaikan, dan pemahaman lebih dalam yang sejalan dengan konsep living work atau karya hidup yang diusung oleh Lek Viriyaphan.

Bangunan Sanctuary of Truth kini menjadi salah satu bangunan budaya ikonik yang paling disorot di Pattaya dan selalu sukses menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara.

Sanctuary of Truth juga dianggap sebagai bangunan pengingat bahwa warisan budaya dan pencarian makna hidup tak pernah benar-benar berhenti di satu titik.

Melainkan terus berkembang sebagaimana bangunan ini yang terus berkembang dari generasi ke generasi.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#living work #bangunan #bersejarah #Lek Viriyaphan #bangunan kayu megah #destinasi wisata #sanctuary of truth #kuil #Muang Boran #karya hidup #pattaya #Ancient City #thailand