Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenali Hewan Platipus dan Keunikannya yang Membuatnya Istimewa

Imron Arlado • Sabtu, 1 November 2025 | 04:50 WIB
Di dunia ini, terdapat banyak spesies hewan yang sangat unik, mulai dari bentuknya yang tak biasa hingga perilakunya yang diluar dugaan. Sumber foto: Google
Di dunia ini, terdapat banyak spesies hewan yang sangat unik, mulai dari bentuknya yang tak biasa hingga perilakunya yang diluar dugaan. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia ini, terdapat cukup banyak spesies hewan yang sangat unik, mulai dari bentuknya yang tak biasa hingga perilakunya yang diluar dugaan.

Salah satu contohnya adalah platipus, seekor hewan yang dikenal sebagai salah satu hewan paling unik di dunia karena bentuk tubuhnya yang dinilai tampak seperti hasil campuran beberapa hewan sekaligus.

Hal tersebut dapat dilihat dari paruh milik platipus mirip seperti paruh bebek, ekornya mirip ekor berang-berang, dan kakinya berselaput seperti kaki katak.

Hewan platipus sendiri merupakan hewan yang asli berasal dari Australia dan Tasmania, serta menjadi salah satu dari sedikit mamalia di dunia ini yang berkembang biak dengan cara bertelur.

Tak hanya itu, keberadaan platipus juga kerap kali dianggap sebagai bukti hidup dari bentuk evolusi awal hewan mamalia.

Platipus juga memiliki nama ilmiah, yakni ornithorhynchus anatinus, dan termasuk dalam jenis mamalia purba bernama monotremata, sebuah kelompok mamalia yang masih bertelur seperti nenek moyang mereka.

Platipus memiliki ciri-ciri tubuh berukuran sedang, dengan panjang kurang lebih 40 hingga 60 sentimeter dan beratnya sekitar 1 hingga 2,5 kilogram.

 

Baca Juga: 10 Guru Ajukan Diri sebagai Nominator pada Event Guru Favorit

 

Hewan ini juga memiliki bulu yang tebal, lembut, sekaligus kedap air, berwarna coklat tua di bagian punggung dan lebih terang di bagian perut.

Paruhnya berbentuk lebar, pipih, dan elastis, memiliki fungsi yang sangat krusial yakni untuk mendeteksi gerakan mangsa di air.

Selain itu, kaki depan dan belakang platipus yang berselaput mampu membantu hewan ini saat berenang, serta ekornya menyimpan cadangan lemak sekaligus membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Platipus biasanya hidup di wilayah timur Australia dan Tasmania, terutama di sekitar sungai, danau, dan rawa-rawa yang memiliki air tawar bersih.

Hewan ini umumnya hidup, istirahat, dan berkembang biak di liang-liang yang telah mereka gali. Biasanya, mereka menggali liang dan membuat dua pintu masuk liang yakni di atas air dan di bawah permukaan air, sehingga aman dari pemangsa.

Platipus merupakan hewan semi akuatik yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam air untuk mencari makan, namun tetap naik ke daratan untuk istirahat.

Aktivitas hewan ini lebih sering dilakukan pada malam hari atau saat menjelang fajar, sementara saat siang hari ia akan bersembunyi di liangnya untuk istirahat.

Yang membuat hewan ini semakin menarik adalah platipus betina tidak memiliki puting susu seperti hewan mamalia lainnya.

Susu milik platipus betina keluar dari pori-pori di kulit perutnya dan mengalir di antara bulu, lalu dijilat langsung oleh anak-anaknya.

Masa menyusui hewan platipus umumnya berjalan selama tiga hingga empat bulan sampai anak platipus siap keluar dari liang dan belajar berenang.

 

Baca Juga: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Jadi Tujuan Studi Kriya Cor Kuningan Pelajar Yogyakarta

 

Tak berhenti di situ, sisi menarik platipus juga terdapat pada platipus jantan. Platipus jantan memiliki taji kecil di tumit yang tersambung dengan kelenjar racun.

Racun ini tak menyebabkan kematian pada manusia, namun menimbulkan rasa nyeri yang sangat kuat dan pembengkakan berkepanjangan.

Sementara pada sesama hewan, racun ini akan memberikan efek lumpuh sementara. Racun platipus jantan biasanya aktif selama musim kawin dan diduga berperan dalam pertarungan antar jantan untuk memperebutkan betina.

Fakta menarik lainnya tentang platipus adalah hewan ini memiliki suhu tubuh lebih rendah dibanding mamalia lainnya yakni 32 derajat celcius, dan platipus bisa berenang selama beberapa menit sambil menutup mata, hidung, sekaligus telinganya.

Keberadaan hewan platipus ini juga menjadi salah satu simbol ikonik keajaiban alam Australia dan kerap kali muncul dalam berbagai karya budaya populer, mulai dari koin, perangko, hingga karakter kartun.

FANEZA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#platipus #mamalia #hewan #monotremata #tasmania #purba #fakta menarik #australia #ciri-ciri #ornithorhynchus anatinus