JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setiap orang tentu pernah merasa khawatir ketika tubuh mengalami gejala tertentu, seperti sakit kepala, nyeri otot, atau perasaan tidak enak badan.
Kekhawatiran ini wajar karena tubuh memang memberi sinyal agar kita lebih peduli pada kesehatan.
Namun, pada sebagian orang, rasa khawatir tersebut muncul secara berlebihan dan terus-menerus meski tidak ditemukan penyakit serius. Kondisi ini dikenal sebagai Illness Anxiety Disorder atau yang dulu lebih sering disebut sebagai hipokondriasis.
Illness Anxiety Disorder (IAD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa takut berlebihan akan penyakit. Penderita meyakini dirinya menderita penyakit serius, meskipun hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi normal.
Bahkan, setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, kecemasan tersebut tetap tidak hilang. Pikiran negatif yang muncul secara terus-menerus inilah yang kemudian mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, serta kualitas hidup penderitanya.
Ciri dan Gejala Hipokondriasis
Beberapa tanda umum yang sering muncul pada orang dengan hipokondriasis antara lain:
- Terlalu sering memeriksa tubuh untuk menemukan tanda-tanda penyakit.
- Mudah cemas ketika mendengar berita tentang penyakit tertentu.
- Sering berpindah dokter untuk mencari kepastian diagnosa.
- Kesulitan percaya pada hasil pemeriksaan medis yang menyatakan sehat.
- Merasa gejala ringan sebagai pertanda penyakit serius.
- Pikiran tentang penyakit menguasai kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Desa Ngrame, Kecamatan Pungging Bangun Tembok Penahan, Ini Alasannya
Gejala tersebut bisa membuat penderita terus-menerus mencari kepastian kesehatan melalui internet atau pemeriksaan medis, yang justru memperkuat rasa cemas.
Penyebab dan Faktor Resiko
Penyebab pasti Illness Anxiety Disorder belum sepenuhnya diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini berperan, seperti pengalaman masa lalu yang terkait penyakit serius, memiliki keluarga dengan kondisi medis kronis, atau pola pikir cemas berlebihan sejak kecil.
Dampak terhadap Kehidupan
Gangguan ini dapat berdampak besar pada kehidupan penderitanya. Kecemasan yang terus-menerus membuat penderita sulit berkonsentrasi, mudah stres, dan rentan mengalami depresi.
Hubungan sosial pun terganggu karena mereka sering membicarakan penyakit, menghindari aktivitas tertentu, atau terlalu fokus pada kondisi fisik.
Tidak jarang, penderita juga mengalami masalah finansial karena sering melakukan pemeriksaan medis yang sebenarnya tidak perlu.
Penanganan Illness Anxiety Disorder
Hipokondriasis bukan sekadar rasa takut biasa, sehingga penanganannya memerlukan bantuan profesional. Terapi yang umum digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk membantu mengubah pola pikir negatif mengenai kesehatan.
Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat antidepresan atau obat anti-kecemasan. Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting agar penderita merasa lebih tenang dan tidak terisolasi.
Baca Juga: Gus Bupati Geser Tujuh Kepala Dinas Strategis, Begini Harapannya
Illness Anxiety Disorder atau hipokondriasis adalah gangguan kecemasan yang membuat seseorang merasa takut berlebihan akan penyakit meski tidak ada bukti medis yang kuat.
Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan mental, hubungan sosial, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan penanganan yang tepat melalui terapi dan dukungan lingkungan, penderita dapat belajar mengendalikan kecemasan serta menjalani kehidupan dengan lebih seimbang. AILEEN/FADYA
Editor : Imron Arlado