RADAR MOJOKERTO - Kesedihan adalah bagian dari dinamika kehidupan dan pasti dialami oleh setiap orang.
Namun tak banyak orang bisa menunjukkan kesedihan di depan publik. Terkadang cara-cara meluapkan kesedihan bisa berbeda-beda, termasuk ketika menumpahkannya ketika malam hari dan sebelum tidur.
Seperti paket lengkap, terkadang kesedihan di malam hari datang bersamaan dengan kesepian.
Alih-alih menyedihkan, peran malam tidak pernah lepas dari waktu favorit bagi beberapa orang untuk menumpahkan perasaan galau dan kesepian.
Dirangkum dari beberapa artikel, berikut alasan mengapa seseorang sering merasa galau dan kesepian di malam hari.
1. Aktivitas berkurang
Terbenamnya matahari dan petangnya langit malam menjadi waktu tepat bagi tubuh untuk beristirahat lebih panjang setelah seharian beraktivitas dan berinteraksi.
Namun ada kalanya, justru galau dan kesepian datang ketika aktivitas dan interaksi menurun pada malam hari.
Dalam fase ini, seseorang terkadang memanfaatkan malam dengan durasi istirahat yang lebih panjang untuk merenungkan tentang berbagai hal atau masalah dalam kehidupan dan larut dalam kesedihan beberapa saat.
Baca Juga: Jarang Membalas Chat? Ternyata Ini Kepribadian Seseorang yang Hanya Suka Baca Chat
Selain itu, kesedihan ditunjang oleh rasa sepi. Perasaan kesepian datang akibat bentuk dari tidak adanya interaksi dengan individu lain dan kesedihan sebagai luapan emosi dalam diri.
Tak hanya itu, kehadiran matahari ternyata juga memiliki peran dalam memperbaiki mood seseorang.
Maka tak heran, selepas matahari terbenam, timbul beberapa faktor penyebab kesedihan atau galau dan kesepian di malam hari.
2. Dukungan dari sosial media
Selain paparan sinar biru yang bisa mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh), tontonan di dalamnya juga bisa memicu perasaan galau dan kesepian di malam hari.
Sosial media bisa memberikan dukungan bagi seseorang untuk larut dalam kesedihan dan kesepian di malam hari. Sebab, tontonan sosial media tentang pencapaian orang lain dan perasaan kurang dalam diri sendiri akan menimbulkan ekspektasi sosial tersendiri.
Sosial media menjadi salah satu tempat berekspresi, termasuk mempertontonkan kebahagiaan dan keberhasilan seseorang baik dari segi karir hingga percintaan. Hal inilah yang bisa mengundang individu lain untuk membandingkan dirinya dengan kebahagiaan orang lain dan bisa memicu perasaan galau dan kesepian di malam hari.
3. Tidak ada dukungan secara sosial dan emosional
Dukungan secara sosial dan emosional yang berkurang atau malah tidak ada bisa menyebabkan seseorang merasa galau dan kesepian.
Keberadaan dukungan dari lingkungan seperti keluarga, sahabat, teman, atau pasangan bisa membuat seseorang merasa dihargai dan dibutuhkan.
Selain itu, peran koneksi sosial akan membantu mengatasi kekosongan dan menghilangkan perasaan sepi yang bisa menyebabkan seseorang merasa galau atau sedih di malam hari.
Baca Juga: Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Puluhan Lansia Tangguh Lulus dan Diwisuda
4. Kelelahan sosial
Lelah beraktivitas seharian terkadang bisa membuat seseorang merasa capek secara emosional dan bisa menimbulkan kesedihan.
Malam adalah waktu yang tepat untuk merencanakan dan mengevaluasi kejadian dalam satu hari tersebut.
Sebelum tidur dan saat sendiri bisa jadi waktu tepat untuk melakukan evaluasi kejadian dan interaksi sosial seharian penuh. Keheningan malam hari menjadi penunjang untuk timbulnya rasa kesepian hingga menimbulkan kesedihan di dalamnya.
Itulah beberapa alasan malam identik dengan waktu seseorang untuk bersedih, galau, dan merasa kesepian.
Pada dasarnya, kesedihan adalah hal lumrah, namun terus berlarut dalam kesedihan sama saja dengan mempertahankan emosi negatif dalam diri dan hal ini bisa berdampak buruk bagi fisik maupun mental.
Editor : Imron Arlado