Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Awan Lurus Jadi Tanda Terjadinya Gempa Megathrust? Simak Faktanya

Imron Arlado • Jumat, 30 Agustus 2024 | 00:08 WIB
Fenomena awan lurus disebut sebagai pertanda terjadinya gempa bumi megathrust (cr X merapi_uncover)
Fenomena awan lurus disebut sebagai pertanda terjadinya gempa bumi megathrust (cr X merapi_uncover)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Topik gempa megathrust masih saja menyita perhatian publik. Menanggapi hal tersebut pemerintah dan ahli gempa bumi juga turut memberikan pernyataan untuk bisa dipahami dan dimengerti masyarakat.

Kabar tersebut sangat rama setelah Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Daryono menyebut kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap megathrust di Nankai.

BMKG menyebutkan gempa megathrust yang terjadi di Nankai, Jepang pada 8 Agustus 2024 lalu dapat terjadi juga di Indonesia. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak zona megathrust yang bisa kapan saja menjadi gempa megathrust.

Saat ini pun, gempa megathrust masih gempar dibicarakan, apalagi gempa bumi mengguncang Gunungkidul, Yogyakarta dengan magnitudo 5,5 pada 26 Agustus 2024 yang disambungkan dengan gempa megathrust.

Sebelumnya, akun @merapi_uncover mengunggah video di media sosial X. Video pendek tersebut menunjukkan penampakan awan sebelum gempa bumi terjadi, awan tersebut terlihat lurus dan memanjang.

’’Langit sore hari sebelum terjadi gempa," tulis akun tersebut di sosial medianya.

Mendapati postingan tersebut, beberapa warga net juga memberikan tanggapan dalam komentar di postingan tersebut, bahwa awan tersebut sering terlihat sebelum gempa bumi.

’’Sebelum gempa kenapa selalu ada awan n Garis gt ? Dulu sing 2006 juga malem² ada awan gitu tapi tebel & bener² lurus” tulis akun @veryveryventa

Begitu pun yang diungkapkan akun @awanskunk “Kalo yg prnh ngerasain gempa jogja 2006 pasti tau klo mlmnya ada awan melintang sprti ini di daerah selatan”

Yang mempercayai fenomena tersebut kebanyakan menghubungkan dengan kejadian 2006. Akun @aurrelrosiana juga mengatakan hal yang sama, “Awan yg sama muncul sebelum gempa bantul 2006, belah langit Jogja bahkan muncul beberapa hari sebelum gempa” tulisnya.

Fenomena tersebut juga dibenarkan oleh akun @DenMasBagus4317 “Ho'o to, awan membentuk garis lurus ngunu kui tanda" gempa” tulisnya.

Yang menjadi pertanyaan, benarkah fenomena awan lurus sebagai penanda terjadinya gempa bumi megathrust?

Baca Juga: Munculnya Gempa Megathrust Berkekuatan Besar di Indonesia belum Bisa Diramal, Simak Alasan BMKG

Menurut BMKG, awan berbentuk garis lurus belum terbukti sebagai pertanda terjadinya gempa bumi.

Ada beberapa faktor yang membuat awal tersebut muncul, seperti jejak pesawat jet. BMKG juga mengatakan bahwa awan lurus sering dijumpai apabila dilihat melalui citra satelit.

Posisi awan tersebut cukup jauh dari episentrum sumber gempa, sehingga sulit untuk mengaitkan kejadian gempa bumi dengan kemunculan awan lurus tersebut.’

Lembaga Peninjau Geologi AS, United States Geological Survey ( USGS ) menjelaskan tidak ada cara untuk memprediksi atau meramal terjadinya gempa. Bahkan para ahli di USGS dan ilmuwan lainnya tidak pernah meramal kejadian tersebut.

Meski begitu, Badan Gempa Bumi Kanada memberikan tanda-tanda akan terjadinya gempa. Terdapat beberapa peristiwa ataupun fenomena alam yang tidak normal sebelum gempa megathrust terjadi, seperti:

Perilaku hewan di sekitar zona megathrust juga bisa menjadi tanda akan semakin dekatnya waktu guncangan tanah yang besar. Hal ini biasanya insting hewan bisa lebih tajam daripada manusia.

Itulah yang menjadi alasan banyak yang menghubungkan fenomena awan lurus yang diduga menjadi tanda terjadinya gempa megathrust. Meski tidak ada kebenaran yang pasti terkait hubungan peristiwa tersebut. Nailul

Editor : Imron Arlado
#gempa bumi #gempa jogja #gunungkidul #media sosial #gempa megathrust #Zona megathrust #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #BMKG #Yogyakarta