Banjir merendam sekolah hingga mengancam rumah sakit di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.
Banjir kiriman mulai menyasar gedung MI Nurul Huda 2 sejak sekitar pukul 19.30. Tinggi genangan air di kawasan sekolah mencapai 50 cm.
"Awalnya air naik dari saluran irigasi (depan sisi barat sekolah). Terus ngalir ke utara dan ke barat, masuk ke sekolah sini," ungkap Siswantoro, sekuriti sekolah.
Tak hanya menggenangi lapangan, sekitar 10 ruang kelas dan kantor terendam banjir.
Praktis, sejumlah buku maupun dokumen penting langsung diamankan pihak sekolah.
"Dinaikkan di atas meja semua. Ini tadi empat ruangan TK juga kena banjir," urainya.
Dikatakannya, hingga kini debit banjir belum surut signifikan. "Mungkin sekarang cuma turun 10 cm saja," tambah Siswantoro. Hal serupa dialami Kantor Kelurahan Surodinawan.
Banjir kiriman menggenangi area parkir dan halaman dengan kedalaman sekitar 20 cm. Hampir bersamaan setelah merendam sekolah.
"Sepertinya nggak sampai masuk ke dalam ruangan dan pendoponya. Soalnya itu lebih tinggi dari halaman," sebut Prayitno, warga setempat.
Sementara itu, area RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo terancam banjir. Genangan air telah merendam area pintu masuk dan keluar.
"Airnya nggak sampai masuk, cuma di depan saja. Di area belakang juga aman," kata Selimin, petugas parkir rumah sakit.
Menurutnya, banjir tak sampai masuk antaran permukaan tanah area rumah sakit lebih tinggi. Ketimbang jalan raya dan saluran irigasi.
"Karena lebih tinggi, air nggak banyak yang masuk ke sini," tuturnya.
Untuk mengantisipasi korsleting listrik, lanjut Selimin, sistem parkir otomatis di pintu masuk dan keluar dimatikan sementara.
Sebab, jaringan listrik relatif rawan tergenang banjir.
"Sementara parkiran dibuat manual. Keluar masuk cek STNK. (Jaringan) kabel parkiran otomatisnya dekat banjir," tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah