Para korban mengalami sejumlah luka akibat dibacok dengan bilah tajam sejenis parang.
Ketiga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Pungging. Aksi pengeroyokan itu dialami Ahmad Dandi Firmansyah, 19, warga Dusun Sidomukti, Desa Kalipuro, dan Abdulloh Hadi Wijaya, 19, warga Dusun Jagil, Desa/Kecamatan Pungging. Serta satu korban lain yakni Jibri Savero, 24, warga Dusun Candirejo, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari.
Awalnya Dandi berboncengan motor dengan Jibril dan di belakangnya Hadi mengikuti. Dari arah Pungging, ketiganya hendak menuju warung milik ibu Dandi di Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, setelah nongkrong di kawasan Mojosari.
Dandi sehari-hari berjualan pisang goreng di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Sedangkan dua temannya itu belum bekerja dan biasa berkegiatan touring Vespa.
Dini hari itu, mereka berpapasan dengan iring-iringan motor pemuda. Rombongan itu terdiri lebih dari 20 orang yang berboncengan sekitar 11 motor.
Tepat di jalan raya depan SD tersebut, ketiga korban langsung dihadang rombongan.
"Dari pelaku ada yang teriak ini ta, ini ta. Tidak tahu maksudnya apa, mungkin maksudnya kami sasaran," ujar Dandi di sela pemeriksaan di Mapolsek Pungging, Selasa (22/8) siang.
Dengan membabi buta, gerombolan diduga ala gangster itu lantas menyerang ketiganya. Ada yang menendang dan memukul. Ada pula yang menyabetkan parang serta melemparkan pot bunga.
Gegeran itu terekam kamera CCTV Baiturrokhman Sekargadung di seberang jalan tepat pukul 00.41.
"Rata-rata mereka pakai jaket hitam dan masih usia pelajar SMP dan SMA," imbuh Hadi sembari menyebut pihaknya tak mengenali para pelaku.
Aksi bandit ini baru berhenti setelah para korban kabur ke masjid. Ketiganya kemudian pergi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk menjalani visum.
Akibat kejadian ini, Hadi mendapat perban di pelipis mata lantaran luka bacok.
Kepalanya juga dijahit karena bocor. Luka itu karena sabetan parang.
Sedangkan Dandi terkena luka sobek di leher dan sekujur punggung.
Sementara itu, Jibril terluka di pinggul dan lengan. Polisi belum memberi keterangan terkait dugaan penganiayaan ini. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah