alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Tanda Kulit saat Terpapar Covid-19

ARTIS PAPAN atas Dewi Persik, terpapar Covid-19. Gejalanya cukup berbeda. Ia mengalami ruam di permukaan kulit. Tanda yang cukup jarang terlihat ke sejumlah pasien yang terinfeksi.

Gejala ini berbeda dengan gejala Covid-19 yang selama ini kita ketahui adalah batuk, pilek, dan demam. Tapi, perubahan di kulit itu bisa menjadi salah satu tanda gejala Covid-19. Munculnya ruam kulit, terutama di tangan dan kaki seringkali merupakan tanda pertama infeksi virus corona pada orang yang tidak memiliki gejala penyakit lain.

Diterbitkan American Journal of Clinical Dermatology, ulasan berbasis bukti ilmiah menunjukkan kalau ruam kulit ternyata mempengaruhi satu dari lima pasien Covid-19.

Ruam Covid-19 banyak bentuk dan tidak spesifik mengkhusus ke penyakit Covid-19. Jadi, tetap muncul gejala lain yang menyertai ruam untuk menegakkan diagnosis Covid-19.

Menurut American Academy of Dermatology Association, sekilas, ruam kulit gejala Covid-19 terlihat seperti gatal-gatal pada campak dan cacar air. Beberapa ciri ruam kulit yang dilaporkan sejumlah penderita Covid-19 antara lain ruam kulit tidak merata, kulit bentol-bentol dan terasa gatal, sebagian kulit melepuh seperti cacar air, muncul bentol-bentol sekaligus beruntusan, ada bentol besar dan bentol kecil-kecil di sekitarnya, ruam membentuk pola kemerahan besar di kulit.

Baca Juga :  Terapkan Protokol Kesehatan Standar WHO

Pada umumnya, ruam pada pasien Covid-19 tidak akan berlangsung lama dan akan sembuh dengan sendirinya. Jika ada keluhan seperti gatal, maka akan diberikan obat antihistamin dan oles pelembap agar mengurangi rasa gatal yang timbul dan menghindari adanya infeksi pada kulit.

’’Kami sarankan, bagi orang awam yang merasakan ruam di kulit, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter agar mendeteksi apakah ada infeksi Covid-19 atau tidak. Jika ruam tersebut muncul disertai dengan gejala umum COVID-19, maka patut dicurigai adanya paparan virus Corona dan perlu pemeriksaan melalui Swab PCR,’’ tegas dr. Asri Rahmawati, SpKK, Poli Kulit dan Kelamin, RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto.

Masalah kulit lain yang banyak muncul selama masa pandemi Covid-19 adalah maskacne. Maskacne merupakan singkatan dari kata mask dan acne yang artinya adalah jerawat. Mask acne adalah masalah jerawat yang terbentuk di area tertutup masker, seperti dagu, hidung, atau pipi bagian bawah.

Maskacne terjadi akibat gesekan secara terus-menerus ke wajah oleh masker, sehingga menimbulkan luka kecil yang membuat bakteri dan kotoran mudah masuk ke dalam pori wajah. Ditambah dengan hawa panas dan lembab. Maka timbul jerawat akibat penggunaan masker.

Baca Juga :  RSUD Prof dr Soekandar Normal Baru, Ruang Operasi Kembali Normal

Karena menggunakan masker adalah hal yang wajib, maka kita bisa melakukan beberapa hal yang bisa mencegah munculnya jerawat akibat memakai masker, di antaranya mengganti masker kain setiap 4 jam, cuci masker kain setiap habis dipakai, minimalisir penggunaan make up saat menggunakan masker, gunakan produk skincare non comedogenic dan bertekstur ringan seperti gel.

Selanjutnya, menjaga tangan tetap bersih sebelum menyentuh area wajah, saat mencuci masker, jangan menggunakan pewangi atau pelembut karena dapat meningkatkan risiko masalah kulit seperti jerawat dan komedo.

Jangan mencuci masker dengan cairan antiseptik, karena dapat meningkatkan potensi iritasi kulit, cuci masker dibawah air mengalir dengan detergen lembut,kucek dan bilas hingga bersih, dan terakhir, menjemur masker di tempat yang terpapar cahaya matahari, panas, serta memiliki ventilasi udara yang baik.

Kebersihan ekstra ditingkatkan agar kita tetap merasa aman dimana dan kapan saja. Tidak hanya rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, kita juga dituntut selalu menggunakan masker saat beraktifitas di luar. Hal ini untuk menjaga tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain.

 

dr. Asri Rahmawati, SpKK

Poli Kulit dan Kelamin

Praktik setiap hari

ARTIS PAPAN atas Dewi Persik, terpapar Covid-19. Gejalanya cukup berbeda. Ia mengalami ruam di permukaan kulit. Tanda yang cukup jarang terlihat ke sejumlah pasien yang terinfeksi.

Gejala ini berbeda dengan gejala Covid-19 yang selama ini kita ketahui adalah batuk, pilek, dan demam. Tapi, perubahan di kulit itu bisa menjadi salah satu tanda gejala Covid-19. Munculnya ruam kulit, terutama di tangan dan kaki seringkali merupakan tanda pertama infeksi virus corona pada orang yang tidak memiliki gejala penyakit lain.

Diterbitkan American Journal of Clinical Dermatology, ulasan berbasis bukti ilmiah menunjukkan kalau ruam kulit ternyata mempengaruhi satu dari lima pasien Covid-19.

Ruam Covid-19 banyak bentuk dan tidak spesifik mengkhusus ke penyakit Covid-19. Jadi, tetap muncul gejala lain yang menyertai ruam untuk menegakkan diagnosis Covid-19.

Menurut American Academy of Dermatology Association, sekilas, ruam kulit gejala Covid-19 terlihat seperti gatal-gatal pada campak dan cacar air. Beberapa ciri ruam kulit yang dilaporkan sejumlah penderita Covid-19 antara lain ruam kulit tidak merata, kulit bentol-bentol dan terasa gatal, sebagian kulit melepuh seperti cacar air, muncul bentol-bentol sekaligus beruntusan, ada bentol besar dan bentol kecil-kecil di sekitarnya, ruam membentuk pola kemerahan besar di kulit.

Baca Juga :  RSUD Prof dr Soekandar Normal Baru, Ruang Operasi Kembali Normal

Pada umumnya, ruam pada pasien Covid-19 tidak akan berlangsung lama dan akan sembuh dengan sendirinya. Jika ada keluhan seperti gatal, maka akan diberikan obat antihistamin dan oles pelembap agar mengurangi rasa gatal yang timbul dan menghindari adanya infeksi pada kulit.

- Advertisement -

’’Kami sarankan, bagi orang awam yang merasakan ruam di kulit, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter agar mendeteksi apakah ada infeksi Covid-19 atau tidak. Jika ruam tersebut muncul disertai dengan gejala umum COVID-19, maka patut dicurigai adanya paparan virus Corona dan perlu pemeriksaan melalui Swab PCR,’’ tegas dr. Asri Rahmawati, SpKK, Poli Kulit dan Kelamin, RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto.

Masalah kulit lain yang banyak muncul selama masa pandemi Covid-19 adalah maskacne. Maskacne merupakan singkatan dari kata mask dan acne yang artinya adalah jerawat. Mask acne adalah masalah jerawat yang terbentuk di area tertutup masker, seperti dagu, hidung, atau pipi bagian bawah.

Maskacne terjadi akibat gesekan secara terus-menerus ke wajah oleh masker, sehingga menimbulkan luka kecil yang membuat bakteri dan kotoran mudah masuk ke dalam pori wajah. Ditambah dengan hawa panas dan lembab. Maka timbul jerawat akibat penggunaan masker.

Baca Juga :  Gelar Seminar Awam Peringatan Hari Pendengaran Sedunia

Karena menggunakan masker adalah hal yang wajib, maka kita bisa melakukan beberapa hal yang bisa mencegah munculnya jerawat akibat memakai masker, di antaranya mengganti masker kain setiap 4 jam, cuci masker kain setiap habis dipakai, minimalisir penggunaan make up saat menggunakan masker, gunakan produk skincare non comedogenic dan bertekstur ringan seperti gel.

Selanjutnya, menjaga tangan tetap bersih sebelum menyentuh area wajah, saat mencuci masker, jangan menggunakan pewangi atau pelembut karena dapat meningkatkan risiko masalah kulit seperti jerawat dan komedo.

Jangan mencuci masker dengan cairan antiseptik, karena dapat meningkatkan potensi iritasi kulit, cuci masker dibawah air mengalir dengan detergen lembut,kucek dan bilas hingga bersih, dan terakhir, menjemur masker di tempat yang terpapar cahaya matahari, panas, serta memiliki ventilasi udara yang baik.

Kebersihan ekstra ditingkatkan agar kita tetap merasa aman dimana dan kapan saja. Tidak hanya rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, kita juga dituntut selalu menggunakan masker saat beraktifitas di luar. Hal ini untuk menjaga tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain.

 

dr. Asri Rahmawati, SpKK

Poli Kulit dan Kelamin

Praktik setiap hari

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/