alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Kabupaten Mojokerto Kembali Zona Merah

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang tutup tahun, Kabupaten Mojokerto kembali berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Hal itu setelah terjadi peningkatan angka terkonfirmasi positif dalam dua minggu belakangan seiring masifnya tracing. Kini, warga yang terpapar tembus 1.480 orang.

Kabupaten Mojokerto disiagakan lagi sebagai zona merah sejak kemarin (30/12). ’’Swabnya kan masif lagi, terus tracingnya kan tinggi. Tidak apa-apa kita zona merah yang penting angka kesembuhannya nanti kita tingkatkan gitu aja,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra.

Penambahan jumlah kasus positif itu juga disebabkan karena rumah sakit yang kini selalu mengalami overload. Selain itu, sebanyak enam puskesmas juga dialihkan menjadi ruang isolasi. Dari puskesmas-puskesmas itu, jumlah tempat tidur (TT) yang disediakan sendiri juga kerap penuh.

Baca Juga :  Kampus Unggulan, Gelar Wisuda Virtual

Langit menjelaskan, memang Kabupaten Mojokerto kini gencar-gencarnya mengadakan pelacakan kasus. Sehingga nantinya tingkat penyebaran bisa diminimalisir lebih dini. ’’Termasuk kalau operasi yustisi, kita tetap ikut didalam, tetap ikut yustisi selalu. Cuma kita dari tim kesehatan memang tim tracing-nya kita maksimalkan. Kalau kita maksimalkan otomatis kan menemukan banyak kasus,’’ tuturnya.

Sengan menggencarkan pelacakan kasus, puncak dari kasus Covid-19 bisa langsung mereda. Lantaran dari langkah tracing otomatis kasus terkonfirmasi lebih mudah ditemukan. Setelah itu, mereka yang terkonfirmasi akan menjalani perawatan isolasi. Sehingga, tidak menutup kemungkinan, langkah tracing ini juga merupakan faktor berubahnya status Kabupaten Mojokerto yang awalnya oranye kini menjadi merah. ’’Nah nanti kita berharap bisa meminimalisir penularan lewat tracing. Kalau sudah ada confirm terus kita isolasi. Nah di situ, kita bisa minimalisir penyebaran,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Masuk Zona Merah, Pejabat Pemkab Bungkam

Selain itu, ia menambahkan, perubahan zona juga tak lepas dari jenuhnya masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sehingga, dengan tracing, atau dari operasi yustisi jelang liburan tahun baru, dinkes bersama tim gabungan selalu melakukan tes swab di beberapa titik yang ramai dilalui warga.

Dikatakan Langit, masuknya Kabupaten Mojokerto ke zona merah sendiri merupakan langkah untuk segera menuntaskan kasus dari Covid-19. ’’Jadi memang tidak ada masalah di zona merah.Kita memang maksimalkan tracingnya dengan harapan bisa meminimalisir penularan yang lebih banyak lagi itu intinya. Yang penting tetap menerapkan 3M dan 3T,’’ tegasnya. (oce_

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang tutup tahun, Kabupaten Mojokerto kembali berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Hal itu setelah terjadi peningkatan angka terkonfirmasi positif dalam dua minggu belakangan seiring masifnya tracing. Kini, warga yang terpapar tembus 1.480 orang.

Kabupaten Mojokerto disiagakan lagi sebagai zona merah sejak kemarin (30/12). ’’Swabnya kan masif lagi, terus tracingnya kan tinggi. Tidak apa-apa kita zona merah yang penting angka kesembuhannya nanti kita tingkatkan gitu aja,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra.

Penambahan jumlah kasus positif itu juga disebabkan karena rumah sakit yang kini selalu mengalami overload. Selain itu, sebanyak enam puskesmas juga dialihkan menjadi ruang isolasi. Dari puskesmas-puskesmas itu, jumlah tempat tidur (TT) yang disediakan sendiri juga kerap penuh.

Baca Juga :  Selalu Bersinergi, Peduli Kesejahteraan Masyarakat

Langit menjelaskan, memang Kabupaten Mojokerto kini gencar-gencarnya mengadakan pelacakan kasus. Sehingga nantinya tingkat penyebaran bisa diminimalisir lebih dini. ’’Termasuk kalau operasi yustisi, kita tetap ikut didalam, tetap ikut yustisi selalu. Cuma kita dari tim kesehatan memang tim tracing-nya kita maksimalkan. Kalau kita maksimalkan otomatis kan menemukan banyak kasus,’’ tuturnya.

Sengan menggencarkan pelacakan kasus, puncak dari kasus Covid-19 bisa langsung mereda. Lantaran dari langkah tracing otomatis kasus terkonfirmasi lebih mudah ditemukan. Setelah itu, mereka yang terkonfirmasi akan menjalani perawatan isolasi. Sehingga, tidak menutup kemungkinan, langkah tracing ini juga merupakan faktor berubahnya status Kabupaten Mojokerto yang awalnya oranye kini menjadi merah. ’’Nah nanti kita berharap bisa meminimalisir penularan lewat tracing. Kalau sudah ada confirm terus kita isolasi. Nah di situ, kita bisa minimalisir penyebaran,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Rapid Test Corona Sudah Tiba di RSUD Soekandar Mojosari

Selain itu, ia menambahkan, perubahan zona juga tak lepas dari jenuhnya masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sehingga, dengan tracing, atau dari operasi yustisi jelang liburan tahun baru, dinkes bersama tim gabungan selalu melakukan tes swab di beberapa titik yang ramai dilalui warga.

- Advertisement -

Dikatakan Langit, masuknya Kabupaten Mojokerto ke zona merah sendiri merupakan langkah untuk segera menuntaskan kasus dari Covid-19. ’’Jadi memang tidak ada masalah di zona merah.Kita memang maksimalkan tracingnya dengan harapan bisa meminimalisir penularan yang lebih banyak lagi itu intinya. Yang penting tetap menerapkan 3M dan 3T,’’ tegasnya. (oce_

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/