alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Bikin Candu dan Gampang Tersinggung

Anak yang terlalu asyik bermain video game cenderung membuat orang tua khawatir. Salah satunya melalui game online yang diadopsi dari film Squid Game. Boleh saja bermain game untuk menghilangkan penat, namun jika berlebihan hingga kecanduan tentu ada dampak buruk bagi kesehatan anak itu sendiri.

Psikiater dr Rasyid Salim, Sp.KJ menuturkan kecanduan atau adiksi terhadap game online bisa memengaruhi psikis anak jika berlangsung secara terus menerus. Dampak psikis yang terjadi pada anak akibat kecanduan game bisa menyebabkan anak menjadi cemas, mudah tersinggung, dan menurunkan konsentrasi. ”Psikis anak jadi cemas, gampang tersinggung karena kurang tidur dan emosinya mudah terpancing. Kalau adiksinya tidak diatasi bisa mengganggu fungsi kognitif,” ucapnya.

Baca Juga :  Bumi Majapahit Ditetapkan Siaga Darurat Bencana

Tak hanya itu, dokter spesialis kedokteran jiwa ini menyebutkan kecanduan game yang tak teratasi bisa mengganggu fungsi otak. Seperti fungsi efektif yang berpengaruh dalam proses merencanakan atau menentukan. Rasyid menambahkan anak yang adiksi terhadap game dan memainkannya setiap hari akan berimbas pada interaksi sosialnya yang memburuk. ”Keterampilan sosialnya bisa berkurang karena sering bermain game online. Anak bisa menjadi egosentris, individualistik, dan nantinya akan kesulitan bekerja sama dalam kelompok,” terang dia.

Oleh karenanya, Rasyid mengungkapkan alangkah baiknya ada fitur batasan usia yang tersedia untuk mengunduh game tersebut. Pasalnya, saat ini anak-anak sudah di luar kendali jika berhadapan dengan gadget. Lanjutnya, peranan orang tua, sekolah dan lingkungan juga penting untuk memantau daya tumbuh kembang mereka. ”Jadi tidak bisa disalahkan satu pihak saja. Melainkan, semua harus bertanggung jawab. Kita tidak bisa memungkiri kecanggihan teknologi, namun kalau anak-anak tetap mendapat pantauan pasti mereka bisa terhindar dari adiksi yang diciptakan dalam game tersebut,” tukasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Tambang Liar Masih Merajalela

Anak yang terlalu asyik bermain video game cenderung membuat orang tua khawatir. Salah satunya melalui game online yang diadopsi dari film Squid Game. Boleh saja bermain game untuk menghilangkan penat, namun jika berlebihan hingga kecanduan tentu ada dampak buruk bagi kesehatan anak itu sendiri.

Psikiater dr Rasyid Salim, Sp.KJ menuturkan kecanduan atau adiksi terhadap game online bisa memengaruhi psikis anak jika berlangsung secara terus menerus. Dampak psikis yang terjadi pada anak akibat kecanduan game bisa menyebabkan anak menjadi cemas, mudah tersinggung, dan menurunkan konsentrasi. ”Psikis anak jadi cemas, gampang tersinggung karena kurang tidur dan emosinya mudah terpancing. Kalau adiksinya tidak diatasi bisa mengganggu fungsi kognitif,” ucapnya.

Baca Juga :  Ortu Wajib Paham Literasi Digital

Tak hanya itu, dokter spesialis kedokteran jiwa ini menyebutkan kecanduan game yang tak teratasi bisa mengganggu fungsi otak. Seperti fungsi efektif yang berpengaruh dalam proses merencanakan atau menentukan. Rasyid menambahkan anak yang adiksi terhadap game dan memainkannya setiap hari akan berimbas pada interaksi sosialnya yang memburuk. ”Keterampilan sosialnya bisa berkurang karena sering bermain game online. Anak bisa menjadi egosentris, individualistik, dan nantinya akan kesulitan bekerja sama dalam kelompok,” terang dia.

Oleh karenanya, Rasyid mengungkapkan alangkah baiknya ada fitur batasan usia yang tersedia untuk mengunduh game tersebut. Pasalnya, saat ini anak-anak sudah di luar kendali jika berhadapan dengan gadget. Lanjutnya, peranan orang tua, sekolah dan lingkungan juga penting untuk memantau daya tumbuh kembang mereka. ”Jadi tidak bisa disalahkan satu pihak saja. Melainkan, semua harus bertanggung jawab. Kita tidak bisa memungkiri kecanggihan teknologi, namun kalau anak-anak tetap mendapat pantauan pasti mereka bisa terhindar dari adiksi yang diciptakan dalam game tersebut,” tukasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Banyak Pengantin tanpa Buku Nikah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/