alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Jamaah Padati Masjidilharam, Suhu di Makkah Capai 46 Derajat Celsius

MAKKAH, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jamaah haji asal Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 61, 62, 63, dan 67 embarkasi Surabaya (SUB) terus memanfaatkan waktu di Makkah dengan memperbanyak ibadah sunah dan salat wajib berjamaah.

Termasuk melaksanakan umrah dengan tawaf dan sai di Masjidilharam. Namun, perlu diingat, pelaksanaan ibadah jangan sampai memforsir energi. Menyusul, kekuatan fisik CJH akanterfokus dalam puncak haji di Armina (Arafah, Mina, dan Muzdalifah).

Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter 61, dr Ana Krismiawati  mengatakan, jamaah hendaknya selalu menggunakan alat pelindung diri saat di luar hotel. Seperti payung, kacamata, sandal, dan masker yang sudah di bagikan sejak di embarkasi.

’’Untuk memberikan keselamatan kesehatan hendaknya jamaah menggunakan alat pelindung diri (APD),’’ ujarnya. Pihaknya juga tidak mempermasalahkan jamaah melaksanakan umrah sunah. Namun, bagi jamaah yang berisiko tinggi (risti) dan lansia, tidak dianjurkan untuk berlama-lama.

Karena ditakutkan akan mengalami kelelahan saat puncak haji nanti. Mereka lebih dianjurkan untuk beristirahat di hotel agar tetap bugar demi kegiatan di Armina nanti. ’’Untuk mengisi waktu dengan ibadah sebelum pelaksanaan Armina, dianjurkan bagi yang sehat dan mampu melakukannya,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Mobil Guru Hantam Pohon

Ia melanjutkan, jamaah sebaiknya melaksanakan umrah sunah dimulai pukul enam pagi. Nah, untuk mengontrol kondisi kesehatan jamaah, TKHI selalu melakukan pengecekan kesehatan. Mulai dari tensi hingga cek darah hingga kesehatan umum ke kamar-kamar jamaah dalam hotel. ’’Ini bagian pelayanan kami di kloter 61,’’ tandasnya.

Suhu udara di Kota Makkah saat ini mencapai 46 derajat Celsius. Diimbau bagi jamaah agar memperbanyak minum air. Nah, untuk mengantisipasi gangguan akibat suhu panas, tim dari Kementerian Kesehatan RI juga terus melakukan edukasi kepada para jamah asal Indonesia. Salah satunya soal menjaga asupan makanan dan minuman. Lalu mengatur waktu ibadah dari kepadatan dan antrean saat di Masjidilharam.

’’Bagi jamaah yang ingin beribadah di Masjidilharam, kami sarankan berangkat lebih awal, jam 10.00 pagi. Sudah berangkat dari pemondokan (hotel) untuk menghindari penutupan oleh Askar, dan juga kepadatan di dalam masjid. Sehingga bisa mendapatkan tempat di dalam masjid,’’ kata Luluk Azizah, petugas kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga :  Pengunjung Kota Jadi Sasaran Vaksinasi

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Ahmad Basuni dari Makkah menyebutkan, hampir semua jamaah haji asal Indonesia sudah tiba di Makkah dan Madinah. Mereka mulai mempersiapkan diri untuk menanti puncak haji. Jamaah yang baru tiba dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah, lantas melakukan ibadah umrah wajib bersama rombongan masing-masing. Salah satunya menyempurnakan rukun ibadah umrah di Masjidilharam.

Seperti melaksanakan ibadah tawaf dan sai. Dengan demikian, hampir setiap waktu Masjidilharam tak pernah sepi oleh aktivitas peribadahan jamaah haji dari yang datang berbagai negara belahan dunia. Kemarin misalnya, kepadatan Masjidilharam nampak dari aktivitas tawaf dan sai. Baik yang menjalani rukun umrah wajib maupun sekadar tawaf pasca menunaikan ibadah salat wajib berjamaah dan salat sunah.

Sehingga terjadi kepadatan luar biasa di area Masjidilharam. ”Luar biasa penuh. Banyak di antara jamaah yang melaksanakan tawaf dan sai. Baik jamaah haji dari Indonesia maupun dari negera-negara lain,” papar Basuni. 

 

 

MAKKAH, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jamaah haji asal Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 61, 62, 63, dan 67 embarkasi Surabaya (SUB) terus memanfaatkan waktu di Makkah dengan memperbanyak ibadah sunah dan salat wajib berjamaah.

Termasuk melaksanakan umrah dengan tawaf dan sai di Masjidilharam. Namun, perlu diingat, pelaksanaan ibadah jangan sampai memforsir energi. Menyusul, kekuatan fisik CJH akanterfokus dalam puncak haji di Armina (Arafah, Mina, dan Muzdalifah).

Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter 61, dr Ana Krismiawati  mengatakan, jamaah hendaknya selalu menggunakan alat pelindung diri saat di luar hotel. Seperti payung, kacamata, sandal, dan masker yang sudah di bagikan sejak di embarkasi.

’’Untuk memberikan keselamatan kesehatan hendaknya jamaah menggunakan alat pelindung diri (APD),’’ ujarnya. Pihaknya juga tidak mempermasalahkan jamaah melaksanakan umrah sunah. Namun, bagi jamaah yang berisiko tinggi (risti) dan lansia, tidak dianjurkan untuk berlama-lama.

Karena ditakutkan akan mengalami kelelahan saat puncak haji nanti. Mereka lebih dianjurkan untuk beristirahat di hotel agar tetap bugar demi kegiatan di Armina nanti. ’’Untuk mengisi waktu dengan ibadah sebelum pelaksanaan Armina, dianjurkan bagi yang sehat dan mampu melakukannya,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Jadi Tradisi Ritual Buang Sangkal

Ia melanjutkan, jamaah sebaiknya melaksanakan umrah sunah dimulai pukul enam pagi. Nah, untuk mengontrol kondisi kesehatan jamaah, TKHI selalu melakukan pengecekan kesehatan. Mulai dari tensi hingga cek darah hingga kesehatan umum ke kamar-kamar jamaah dalam hotel. ’’Ini bagian pelayanan kami di kloter 61,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Suhu udara di Kota Makkah saat ini mencapai 46 derajat Celsius. Diimbau bagi jamaah agar memperbanyak minum air. Nah, untuk mengantisipasi gangguan akibat suhu panas, tim dari Kementerian Kesehatan RI juga terus melakukan edukasi kepada para jamah asal Indonesia. Salah satunya soal menjaga asupan makanan dan minuman. Lalu mengatur waktu ibadah dari kepadatan dan antrean saat di Masjidilharam.

’’Bagi jamaah yang ingin beribadah di Masjidilharam, kami sarankan berangkat lebih awal, jam 10.00 pagi. Sudah berangkat dari pemondokan (hotel) untuk menghindari penutupan oleh Askar, dan juga kepadatan di dalam masjid. Sehingga bisa mendapatkan tempat di dalam masjid,’’ kata Luluk Azizah, petugas kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga :  Personel Polri Masih Belum Ideal

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Ahmad Basuni dari Makkah menyebutkan, hampir semua jamaah haji asal Indonesia sudah tiba di Makkah dan Madinah. Mereka mulai mempersiapkan diri untuk menanti puncak haji. Jamaah yang baru tiba dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah, lantas melakukan ibadah umrah wajib bersama rombongan masing-masing. Salah satunya menyempurnakan rukun ibadah umrah di Masjidilharam.

Seperti melaksanakan ibadah tawaf dan sai. Dengan demikian, hampir setiap waktu Masjidilharam tak pernah sepi oleh aktivitas peribadahan jamaah haji dari yang datang berbagai negara belahan dunia. Kemarin misalnya, kepadatan Masjidilharam nampak dari aktivitas tawaf dan sai. Baik yang menjalani rukun umrah wajib maupun sekadar tawaf pasca menunaikan ibadah salat wajib berjamaah dan salat sunah.

Sehingga terjadi kepadatan luar biasa di area Masjidilharam. ”Luar biasa penuh. Banyak di antara jamaah yang melaksanakan tawaf dan sai. Baik jamaah haji dari Indonesia maupun dari negera-negara lain,” papar Basuni. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Indahnya Pura Dewa Penjaga Laut

Fashionable Sekaligus Ramah Lingkungan

Ratusan Knalpot Brong Digergaji

Artikel Terbaru

/