alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Warga Kota Mulai Terapkan Satu Pintu

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kota Mojokerto belum menetapkan karantina wilayah, tetapi sejumlah kampung mulai membatasai akses untuk mencegah penyebaran Covid-19. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, warga berinisiatif menerapkan satu pintu untuk membatasi mobilitas warga di wilayahnya.

Pembatasan akses itu, tepatnya dilakukan di Kalimati Gang I, Lingkungan/Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan. Tampak akses masuk menuju jalan kampung tersebut ditutup oleh pagar bambu. Tampak sebuah papan peringatan bertuliskan ’’Bahaya Covid-19 Area Terbatas’’.

Pagar dipasang dengan kondisi semi permanen. Tidak ada jalan lain bagi pengendara untuk melwati jalan alternatif menuju Jalan KH Nawawi itu. Kondisi serupa juga terjadi di Kalimati Gang II di gerbang utamanya juga di-plang dengan bambu.

Ketua RT 02/RW 03, Lingkungan/Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Supriyanto, mengatakan, penutupan akses tersebut dilakukan sejak dua hari terakhir. Menurutnya, langkah itu dilakukan setelah lingkungan tersebut dilakukan sterilisasi dengan disinfektan. ’’Setelah semua rumah dan lingkungan disemprot semua, akses jalan langsung ditutup,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dua Gedung Karantina Covid-19 Sepi

Pemasangan pagar bambu tersebut diterapkan di RT 01 dan RT 02 Lingkungan/Kelurahan Jagalan. Supriyanto mengatakan, langkah itu dilakukan untuk membatasi akses agar mengurangi mobilitas. Diharapkan, upaya tersebut dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde, khususnya di jalan kampung Mere Jahe itu. ’’Ini inisiatif warga sendiri untuk mencegah korona,’’ paparnya.

Pria 50 tahun itu, mengatakan, penutupan akses di lingkungan Jagalan itu tidak dilakukan secara total. Akan tetapi, warga memberlakukan satu pintu untuk keluar-masuk kampung. Di pintu utama tersebut juga difasilitasi dengan disinfeksi bagi siapapun warga yang masuk masuk. ’’Biar warga sini atau orang luar semua harus disemprot (disinfektan),’’ ujarnya.

Sebelum penerapan pembatasan akses tersebut, jelas Supriyanto, mobilitas di jalan lingkungan yang dihuni lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) itu terbilang cukup tinggi. Sebab, kerap dijadikan sebagai jalur alternatif dari Jalan Jenderal Sudirman-Jalan KH Nawawi. ’’Ojek-ojek lewat sini semua, sekarang sudah berkurang,’’ paparnya.

Baca Juga :  Screening Pendatang di Terminal, Stasiun, dan Pintu Tol

Diharapkan, diterapkannya akses keluar-masuk satu pintu di Lingkungan/Kelurahan Jagalan itu dapat mencegah penyebaran virus korona yang saat ini telah menjangkit 18 Kabupaten/Kota di Jatim. Di sisi lain, upaya pencegahan lainnya juga dilakukan dengan menyediakan lima titik tempat pencuci tangan di sepanjang jalan kampung.

Dia menambahkan, pembatasan akses dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Menurutnya, jalan akan kembali difungsikan normal apabila penanganan wabah penyebaran Covid-19 telah kondusif. ’’Pokoknya sampai habis wabah koronanya, baru kita buka lagi,’’ pungkas Supriyanto. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kota Mojokerto belum menetapkan karantina wilayah, tetapi sejumlah kampung mulai membatasai akses untuk mencegah penyebaran Covid-19. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, warga berinisiatif menerapkan satu pintu untuk membatasi mobilitas warga di wilayahnya.

Pembatasan akses itu, tepatnya dilakukan di Kalimati Gang I, Lingkungan/Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan. Tampak akses masuk menuju jalan kampung tersebut ditutup oleh pagar bambu. Tampak sebuah papan peringatan bertuliskan ’’Bahaya Covid-19 Area Terbatas’’.

Pagar dipasang dengan kondisi semi permanen. Tidak ada jalan lain bagi pengendara untuk melwati jalan alternatif menuju Jalan KH Nawawi itu. Kondisi serupa juga terjadi di Kalimati Gang II di gerbang utamanya juga di-plang dengan bambu.

Ketua RT 02/RW 03, Lingkungan/Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Supriyanto, mengatakan, penutupan akses tersebut dilakukan sejak dua hari terakhir. Menurutnya, langkah itu dilakukan setelah lingkungan tersebut dilakukan sterilisasi dengan disinfektan. ’’Setelah semua rumah dan lingkungan disemprot semua, akses jalan langsung ditutup,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tren Pasien Positif Mulai Turun

Pemasangan pagar bambu tersebut diterapkan di RT 01 dan RT 02 Lingkungan/Kelurahan Jagalan. Supriyanto mengatakan, langkah itu dilakukan untuk membatasi akses agar mengurangi mobilitas. Diharapkan, upaya tersebut dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde, khususnya di jalan kampung Mere Jahe itu. ’’Ini inisiatif warga sendiri untuk mencegah korona,’’ paparnya.

Pria 50 tahun itu, mengatakan, penutupan akses di lingkungan Jagalan itu tidak dilakukan secara total. Akan tetapi, warga memberlakukan satu pintu untuk keluar-masuk kampung. Di pintu utama tersebut juga difasilitasi dengan disinfeksi bagi siapapun warga yang masuk masuk. ’’Biar warga sini atau orang luar semua harus disemprot (disinfektan),’’ ujarnya.

- Advertisement -

Sebelum penerapan pembatasan akses tersebut, jelas Supriyanto, mobilitas di jalan lingkungan yang dihuni lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) itu terbilang cukup tinggi. Sebab, kerap dijadikan sebagai jalur alternatif dari Jalan Jenderal Sudirman-Jalan KH Nawawi. ’’Ojek-ojek lewat sini semua, sekarang sudah berkurang,’’ paparnya.

Baca Juga :  Sopir GoCar Tuntut Kenaikan Insentif

Diharapkan, diterapkannya akses keluar-masuk satu pintu di Lingkungan/Kelurahan Jagalan itu dapat mencegah penyebaran virus korona yang saat ini telah menjangkit 18 Kabupaten/Kota di Jatim. Di sisi lain, upaya pencegahan lainnya juga dilakukan dengan menyediakan lima titik tempat pencuci tangan di sepanjang jalan kampung.

Dia menambahkan, pembatasan akses dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Menurutnya, jalan akan kembali difungsikan normal apabila penanganan wabah penyebaran Covid-19 telah kondusif. ’’Pokoknya sampai habis wabah koronanya, baru kita buka lagi,’’ pungkas Supriyanto. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/