alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Proyek SMPN 2 Puri Dikebut

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bangunan gedung SMP Negeri 2 Puri baru bisa dihuni mulai pertengahan Januari mendatang. Itu setelah proyek pengerjaan bangunan utama sekolah nyaris tuntas pasca mengalami kemoloran dari jadwal kontrak yang telah ditentukan.

Kabid Sarana dan Prasarana Sekolah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan, pengerjaan bangunan utama sekolah sudah tuntas. Namun, masih ada beberapa sektor pembangunan yang masih harus dirampungkan. ”Pengerjaan bangunan utama sudah beres. Hanya saja yang masih dikerjakan beberapa pengerjaan minor. Seperti sebagian pemasangan plafon dan paving,” ujarnya, kemarin (29/12) ditemui di lokasi.

Selain melakukan finishing, Adi menuturkan, pihak rekanan otomatis bakal segera melakukan pembersihan agar kondisinya layak huni. Sedianya, lanjut Adi, pasca pembersihan sarana, nantinya kelengkapan seperti kursi dan meja bakal segera dialokasikan ke ruangan kelas. ”Secepatnya pasca pembersihan bakal segera kita lengkapi dengan sarpras meja dan kursi. Agar nanti saat serah terima dan ditempati pada pertengahan Januari nanti sudah dalam kondisi siap dihuni,” jelasnya.

Baca Juga :  Pohon Jati Tumbang Tutup Jalan Watu Blorok

Disinggung terkait sanksi denda terhadap kontraktor, Adi memaparkan, itu masih berjalan sampai pembangunan gedung baru sekolah SMPN 2 Puri benar-benar dinyatakan selesai 100 persen.

Adapun denda atas keterlambatan pembangunan itu yakni seperseribu dari nilai kontrak maka Rp 7,1 juta perhari yang terhitung selama delapan hari atau sekitar Rp 56,8 juta. ”Dendanya dihitung perhari yang langsung masuk ke kas daerah,’’ terangnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan SMPN 2 Puri dari anggaran APBD senilai Rp 7,1 miliar molor dari target. Itu setelah tak kunjung rampungnya pengerjaan proyek yang di-deadline 21 Desember lalu. (oce/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bangunan gedung SMP Negeri 2 Puri baru bisa dihuni mulai pertengahan Januari mendatang. Itu setelah proyek pengerjaan bangunan utama sekolah nyaris tuntas pasca mengalami kemoloran dari jadwal kontrak yang telah ditentukan.

Kabid Sarana dan Prasarana Sekolah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan, pengerjaan bangunan utama sekolah sudah tuntas. Namun, masih ada beberapa sektor pembangunan yang masih harus dirampungkan. ”Pengerjaan bangunan utama sudah beres. Hanya saja yang masih dikerjakan beberapa pengerjaan minor. Seperti sebagian pemasangan plafon dan paving,” ujarnya, kemarin (29/12) ditemui di lokasi.

Selain melakukan finishing, Adi menuturkan, pihak rekanan otomatis bakal segera melakukan pembersihan agar kondisinya layak huni. Sedianya, lanjut Adi, pasca pembersihan sarana, nantinya kelengkapan seperti kursi dan meja bakal segera dialokasikan ke ruangan kelas. ”Secepatnya pasca pembersihan bakal segera kita lengkapi dengan sarpras meja dan kursi. Agar nanti saat serah terima dan ditempati pada pertengahan Januari nanti sudah dalam kondisi siap dihuni,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinkes Fokus Hadapi DBD

Disinggung terkait sanksi denda terhadap kontraktor, Adi memaparkan, itu masih berjalan sampai pembangunan gedung baru sekolah SMPN 2 Puri benar-benar dinyatakan selesai 100 persen.

Adapun denda atas keterlambatan pembangunan itu yakni seperseribu dari nilai kontrak maka Rp 7,1 juta perhari yang terhitung selama delapan hari atau sekitar Rp 56,8 juta. ”Dendanya dihitung perhari yang langsung masuk ke kas daerah,’’ terangnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan SMPN 2 Puri dari anggaran APBD senilai Rp 7,1 miliar molor dari target. Itu setelah tak kunjung rampungnya pengerjaan proyek yang di-deadline 21 Desember lalu. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/