Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

150 Pohon Rawan Tumbang

Dipetakan dari Jenis, 50 Batang Belum Dipangk

30 November 2021, 10: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

150 Pohon Rawan Tumbang

MENYIMPAN BAHAYA: Pohon peneduh jenis sapthodea di Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, bakal dipangkas. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto mencatat sedikitnya 150 pohon rawan tumbang. Ratusan pohon ini tersebar di sepanjang Jalan KH Wachid Hasyim, Jalan Majapahit Selatan, Jalan Raden Wijaya, Jalan Benteng Pancasila, Jalan Hayam Wuruk, serta Jalan Mayjen Sungkono. Selama musim penghujan, sekitar 100 pohon di antaranya telah dipangkas.

Perampingan pohon peneduh tersebut untuk keamanan pengguna jalan. Pohon-pohon yang dianggap berbahaya karena terlalu rimbun langsung dipangkas. ’’Kalau yang sudah kering atau keropos ya kita potong,’’ tegas Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan DLH Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo kemarin.

Eri menyebut, pemetaan kerawanan pohon tumbang dilakukan perdasarkan jenis, bukan faktor usia. Klasifikasi ini yang menentukan tindakan perampingan atau pemotongan sebagai antisipasi pohon tumbang. Menurut pengalamannya, jenis pohon spathodea atau pohon kiacret cenderung rentan tumbang meskipun masih muda. Pohon yang juga dikenal dengan nama kecrutan inilah yang patah dan menimpa mobil di Jalan Benteng Pancasila, Minggu petang (28/11). ’’(Pohon sapthodea) ini memang rawan sekali sempal dan relatif membahayakan. Sudah ada rencana pemangkasan di jalan situ,’’ terangnya.

Baca juga: Adu Moncong di Depan Ajinomoto, Pengendara Motor Asal Jombang Tewas

Selain di kawasan wisata dan belanja tersebut, pohon ini juga banyak ditanam di Jalan KH Wachid Hasyim serta Jalan Raden Wijaya. Proses pemangkasan di dua jalan ramai tersebut masih berlangsung. ’’Untuk yang di Jalan Hayam Wuruk sudah kami pronggoli (dipangkas),’’ imbuh dia.

Eri menambahkan, perawatan terhadap pohon peneduh dilakukan sepanjang tahun. Khusus memasuki musim penghujan ini, pihaknya mengaku telah melakukan perapian terdapat kurang lebih 100 pohon angsana, trembesi, dan sapthodea yang rawan tumbang. Dengan jumlah ini, masih terdapat sekitar 50 pohon yang belum terpangkas. Pohon-pohon itu tersebar di Jalan KH Wachid Hasyim sebanyak lima pohon, serta Jalan Raden Wijaya 20 pohon, serta Jalan Benteng Pancasila sebanyak 25 pohon.

Disamping upaya pemangkasan sebagai antisipasi pohon tumbang, pihaknya mewanti-wanti pengguna jalan juga wawas diri. Hal itu bisa dilakukan dengan tidak memarkir kendaraan di bawah pohon serta menjauh saat terjadi hujan atau angin kencang. ’’Kalau sudah hujan, apalagi angin, pokoknya harus menghindar dari pohon,’’ tegasnya. (adi/abi)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia