alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Terus Berbenah, Raih Akreditasi B

DI TENGAH pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, khususnya Indonesia, tidak serta merta menyurutkan Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto mewisuda lulusan terbaiknya. Sebanyak 102  mahasiswa mengikuti Wisuda Program Studi Pendidikan Agama Islam jenjang Sarjana Strata Satu (S-1) Tahun 2019/2020 di Hall Hotel Ayola Sunrise Mojokerto, Sabtu (28/11).

Acara yang dikemas rapat senat terbuka dipimpin Rektor Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto Dr  Hj. Nining Khorotul Aini, ST, S.PdI, MSI. Acara diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof Dr KH  Achmad Pathoni, guru besar UINSA Surabaya.

Tampak hadir Ketua Kopertais Wilayah 4 Surabaya Prof Dr Masdar Hilmy, dan Asisten 1 Setdakab Mojokerto Dr Didik Chusnul Yakin, serta undangan yang lain. Sebagai wisudawan terbaik, Khoirun Nisa dengan IPK 3,76, dan Nasrulah dengan IPK 3,372. Mereka berdua berhak atas penghargaan yang diserahkan rektor dan mitra.

Rektor IAI Uluwiyah Mojokerto Dr Hj Nining Khorotul Aini, ST, SPdI, MSI, juga menyampaikan, pihaknya akan terus berbenah dan memberikan yang yang terbaik bagi dunia pendidikan. Dengan menambah dosen S-3 atau doktor. ’’Di antaranya memberikan beasiswa S-3 bagi para dosen. Semoga pada tahun tahun mendatang akan banyak doktor dari IAI Uluwiyah ini,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tujuh Puskesmas Belum Terakreditasi, Berikut Ini Datanya

Nining menambahkan, sudah lima tahun ini Uluwiyah Mojosari Mojokerto dikembangkan dalam bentuk Institut. Dari satu fakultas akan menjadi tiga fakultas. Yakni, Fakultas Tarbiyah dengan dua jurusan antara lain Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru MI (PGMI), dan PAIPAUD (Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini). Kedua, Fakultas Syariah dengan dua jurusan yakni Ekonomi Syariah dan Hukum. Ketiga, Fakultas Dakwah dengan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

’’Dalam akreditasi untuk PGMI dan PG PAUD, hasil mendapat B dan ini kebanggan bagi kami. Sedangkan prodi yang lain masih dalam proses akreditasi,’’ katanya.

Nining menambahkan, adanya perubahan yang terjadi secara cepat dalam skala global karena adanya pandemi Covid-19 memaksa semua untuk membentuk perilaku baru, menyesuaikan kebiasaan hidup, dan pada akhirnya mengubah cara hidup. Perubahan pastinya bukan hal yang mudah, tetapi kecepatan beradaptasi sangat diperlukan untuk mampu ikut dalam persaingan global.

’’IAI Uluwiyah juga terus beradaptasi dengan melaksanakan hampir setiap kegiatan secara daring. Seperti, ujian penerimaan mahasiswa baru, perkuliahan, sidang skripsi, dan melakukan seminar-seminar secara online. Sehingga iklim akademik dapat terus terjaga,’’ katanya.

Baca Juga :  Pemkot Kerja Keras Tuntaskan Sertifikasi Aset

Plt Asisten 1 Setdakab Mojokerto Dr Didik Chusnul Yakin menyampaikan selamat dan sukses atas capaian mahasiswa Tarbiyah menjadi seorang sarjana pendidikan Islam dan berharap mahasiswa yang diwisuda ini terus meningkatkan kemampuan diri dan serta mengamalkan ilmunya di masyarakat.

’’Kami ikut bangga Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto bisa menghasilkan lulusan sarjana dan ikut mengembangkan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,’’ katanya.

Sementara itu, saat orasi ilmiah, Prof Dr Achmad Pathoni mengatakan Perguruan Tinggi Islam yang sudah terakriditasi merupakan upaya lembaga pendidikan mengevaluasi proses pendidikan yang dijalankan. Selain itu, juga untuk memenuhi standar kelayakan dan mutu akademis serta mensejajarkan diri dengan perguruan tingi lain. Dan sekarang ini model dakwah juga harus mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan media sosial atau multimedia.

’’Kami  meminta semua pihak selalu mengembangkan inovasi dan kreasi dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa dan alumni,’’ ujarnya. (bas)

DI TENGAH pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, khususnya Indonesia, tidak serta merta menyurutkan Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto mewisuda lulusan terbaiknya. Sebanyak 102  mahasiswa mengikuti Wisuda Program Studi Pendidikan Agama Islam jenjang Sarjana Strata Satu (S-1) Tahun 2019/2020 di Hall Hotel Ayola Sunrise Mojokerto, Sabtu (28/11).

Acara yang dikemas rapat senat terbuka dipimpin Rektor Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto Dr  Hj. Nining Khorotul Aini, ST, S.PdI, MSI. Acara diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof Dr KH  Achmad Pathoni, guru besar UINSA Surabaya.

Tampak hadir Ketua Kopertais Wilayah 4 Surabaya Prof Dr Masdar Hilmy, dan Asisten 1 Setdakab Mojokerto Dr Didik Chusnul Yakin, serta undangan yang lain. Sebagai wisudawan terbaik, Khoirun Nisa dengan IPK 3,76, dan Nasrulah dengan IPK 3,372. Mereka berdua berhak atas penghargaan yang diserahkan rektor dan mitra.

Rektor IAI Uluwiyah Mojokerto Dr Hj Nining Khorotul Aini, ST, SPdI, MSI, juga menyampaikan, pihaknya akan terus berbenah dan memberikan yang yang terbaik bagi dunia pendidikan. Dengan menambah dosen S-3 atau doktor. ’’Di antaranya memberikan beasiswa S-3 bagi para dosen. Semoga pada tahun tahun mendatang akan banyak doktor dari IAI Uluwiyah ini,’’ ujarnya.

Baca Juga :  3.349 Perempuan di Mojokerto Berstatus "Rondo Teles"

Nining menambahkan, sudah lima tahun ini Uluwiyah Mojosari Mojokerto dikembangkan dalam bentuk Institut. Dari satu fakultas akan menjadi tiga fakultas. Yakni, Fakultas Tarbiyah dengan dua jurusan antara lain Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru MI (PGMI), dan PAIPAUD (Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini). Kedua, Fakultas Syariah dengan dua jurusan yakni Ekonomi Syariah dan Hukum. Ketiga, Fakultas Dakwah dengan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

’’Dalam akreditasi untuk PGMI dan PG PAUD, hasil mendapat B dan ini kebanggan bagi kami. Sedangkan prodi yang lain masih dalam proses akreditasi,’’ katanya.

- Advertisement -

Nining menambahkan, adanya perubahan yang terjadi secara cepat dalam skala global karena adanya pandemi Covid-19 memaksa semua untuk membentuk perilaku baru, menyesuaikan kebiasaan hidup, dan pada akhirnya mengubah cara hidup. Perubahan pastinya bukan hal yang mudah, tetapi kecepatan beradaptasi sangat diperlukan untuk mampu ikut dalam persaingan global.

’’IAI Uluwiyah juga terus beradaptasi dengan melaksanakan hampir setiap kegiatan secara daring. Seperti, ujian penerimaan mahasiswa baru, perkuliahan, sidang skripsi, dan melakukan seminar-seminar secara online. Sehingga iklim akademik dapat terus terjaga,’’ katanya.

Baca Juga :  Sinergi Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah Tahun 202

Plt Asisten 1 Setdakab Mojokerto Dr Didik Chusnul Yakin menyampaikan selamat dan sukses atas capaian mahasiswa Tarbiyah menjadi seorang sarjana pendidikan Islam dan berharap mahasiswa yang diwisuda ini terus meningkatkan kemampuan diri dan serta mengamalkan ilmunya di masyarakat.

’’Kami ikut bangga Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto bisa menghasilkan lulusan sarjana dan ikut mengembangkan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,’’ katanya.

Sementara itu, saat orasi ilmiah, Prof Dr Achmad Pathoni mengatakan Perguruan Tinggi Islam yang sudah terakriditasi merupakan upaya lembaga pendidikan mengevaluasi proses pendidikan yang dijalankan. Selain itu, juga untuk memenuhi standar kelayakan dan mutu akademis serta mensejajarkan diri dengan perguruan tingi lain. Dan sekarang ini model dakwah juga harus mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan media sosial atau multimedia.

’’Kami  meminta semua pihak selalu mengembangkan inovasi dan kreasi dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa dan alumni,’’ ujarnya. (bas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/