alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Ribuan TPQ Belum Terakreditasi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penertiban operasional lembaga nonformal di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) masih belum tuntas. Seiring masih ditemukan ribuan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang tak kunjung mengantongi akreditasi.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad mengatakan, sebanyak 1.744 TPQ belum terakreditasi. Lantaran, saat ini pendataan TPQ belum rampung.

Pihak Kemenag masih berfokus pada pendataan lembaga formal. ”Banyak (TPQ). Semuanya belum terakreditasi. Karena kita juga masih fokus pendataan di lembaga formal dulu,” ujarnya, kemarin.

Akreditasi diperlukan untuk meningkatkan dan memberi jaminan kualitas pendidikan TPQ. Nur menjelaskan, untuk memberikan akreditasi ke TPQ, tidak bisa langsung dilakukan. Pasalnya, lembaga yang menaungi TPQ harus memiliki payung hukum terlebih dahulu. Salah satunya dengan ada peraturan daerah terkait fasilitasi pesantren. Sebab, TPQ dan madrasah termasuk dalam bagian lembaga formal tersebut. ”Kalau semuanya sudah dibangun, baru tingkat kesejahteraan dibangun. Baik dari SDM kelembagaan, tenaga kependidikan dan pendidik,” terang dia.

Baca Juga :  BPCB Tak Danai Ekskavasi

Tak hanya itu. Nur memaparkan, saat ini proses akreditasi masih sebatas sosialisasi. Karena, TPQ termasuk dalam pendidikan nonformal. Oleh karenanya, tahapan akreditasi tak bisa digenjot sedemikian rupa seperti lembaga formal. ”Mereka (TPQ) kan lembaga keagaamaan nonformal. Jadi, ini kita step by step dulu. Sebab pendataan yang formal sendiri juga masih menuai pro-kontra apalagi yang nonformal,” tukasnya. (oce/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penertiban operasional lembaga nonformal di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) masih belum tuntas. Seiring masih ditemukan ribuan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang tak kunjung mengantongi akreditasi.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad mengatakan, sebanyak 1.744 TPQ belum terakreditasi. Lantaran, saat ini pendataan TPQ belum rampung.

Pihak Kemenag masih berfokus pada pendataan lembaga formal. ”Banyak (TPQ). Semuanya belum terakreditasi. Karena kita juga masih fokus pendataan di lembaga formal dulu,” ujarnya, kemarin.

Akreditasi diperlukan untuk meningkatkan dan memberi jaminan kualitas pendidikan TPQ. Nur menjelaskan, untuk memberikan akreditasi ke TPQ, tidak bisa langsung dilakukan. Pasalnya, lembaga yang menaungi TPQ harus memiliki payung hukum terlebih dahulu. Salah satunya dengan ada peraturan daerah terkait fasilitasi pesantren. Sebab, TPQ dan madrasah termasuk dalam bagian lembaga formal tersebut. ”Kalau semuanya sudah dibangun, baru tingkat kesejahteraan dibangun. Baik dari SDM kelembagaan, tenaga kependidikan dan pendidik,” terang dia.

Baca Juga :  Delapan Ribu Anak Putus Sekolah

Tak hanya itu. Nur memaparkan, saat ini proses akreditasi masih sebatas sosialisasi. Karena, TPQ termasuk dalam pendidikan nonformal. Oleh karenanya, tahapan akreditasi tak bisa digenjot sedemikian rupa seperti lembaga formal. ”Mereka (TPQ) kan lembaga keagaamaan nonformal. Jadi, ini kita step by step dulu. Sebab pendataan yang formal sendiri juga masih menuai pro-kontra apalagi yang nonformal,” tukasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Jadwal Dalang Mulai Padat

Ludruk Kembali Manggung


/